front Bank OCBC NISP
Bank OCBC NISP - Run Tematik

:. Layanan Online .:

 e-tax
  Login

 Velocity
  Login

 Internet Banking
   Login Petunjuk


Info Kurs


Rates
Buy
Sell
AUD
9,276.38
9,634.37
EUR
12,461.39
12,886.81
HKD
1,223.73
1,289.38
JPY
92.83
98.80
GBP
14,527.97
14,969.86
SGD
7,567.12
7,864.94
USD
9,615.00
9,895.00
NZD
7,733.21
8,066.67
Last Update : Friday, May 24, 2013 - 7:00:00 PM

  Apresiasi Para Pengajar "I Love Science" 2011 - 2012

Apresiasi Para Pengajar
“I Love Science”
2011 - 2012


Tak terasa tuntas sudah perjalanan program I Love Science (ILS), yang merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank OCBC NISP di bidang pendidikan, khususnya bagi para siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), dengan memberikan pengajaran ‘gratis’ di bidang sains dan matematika. Tak kurang dari 900 siswa SD telah mengikuti program ILS, di sekitar 66 lokasi kantor Bank OCBC NISP.

Program ILS – sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT OCBC NISP ke-70, yang dimulai sejak Maret 2011, berakhir pada Mei 2012 lalu. Terlaksananya program ini didukung dengan sangat baik oleh para mitra CSR Bank OCBC NISP yaitu Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) melalui penyediaan tenaga pengajar yaitu para mahasiswa dan Surya Institute melalui metode pengajaran GASING (Gampang Asik dan Menyenangkan) dari Prof. Yohanes Surya, serta pelatihan dan pembekalan para pengajar dari I-Teach dan Daily Meaning.

Kamis, 14 Juni 2012, bertempat di gedung OCBC NISP Tower, Jakarta, terlihat puluhan mahasiswa para pengajar ILS dan tamu undangan lainnya telah berkumpul di hall lantai 23. Sebuah acara sederhana bertajuk “Apresiasi Para Pengajar I Love Science, 2011-2012”, khusus diadakan untuk mengapresiasi para pengajar ILS yaitu para mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan para pihak yang telah berkontribusi atas terlaksananya program ILS.

Walaupun hanya sekitar 30 orang dari 57 pengajar ILS yang hadir, dikarenakan sebagian pengajar terkendala oleh mata kuliah atau pekerjaan kantor yang tidak dapat ditinggalkan, namun tidak mengurangi makna acara dan kebersamaan saat itu.

Dengan sapaan ramah dan hangat oleh MC cantik, Sharon Laureen membuka acara sore itu.
Dilanjutkan dengan pemutaran video perjalanan program ILS, yang memutar kembali setiap moment indah penuh makna selama perjalanan mereka, mulai proses seleksi, pelatihan dan pembekalan calon pengajar, kegiatan belajar mengajar di kantor-kantor cabang OCBC NISP, hingga kegiatan kebersamaan para pengajar.

Setelah kilas balik perjalanan program ILS, Bapak Rama P. Kusumaputra, Direktur Bank OCBC NISP pun memberikan kata sambutan. Selain ucapan terima kasih atas dukungan dari pihak KSE, Surya Institute, dan tentunya apresiasi setinggi-tingginya atas setiap upaya dan jerih payah para pengajar sehingga program sosial kemanusiaan (ILS) dapat berjalan dengan baik.
Bp. Rama Memberikan Sambutan


Bp. Tatan A Taufik - KSE
Bapak Tatan A. Taufik, selaku Ketua Yayasan KSE dan Ibu Melanie Hartono, perwakilan dari Surya Institute pun turut memberikan kata sambutan. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya mereka berikan kepada Bank OCBC NISP yang telah mempercayakan KSE dan Surya Institute untuk menjadi mitra pada program ILS dan juga apresiasi kepada seluruh para mahasiswa pengajar ILS.

Ibu Melani Hartono - Surya Institute
Satu ucapan Ibu Melani yang sungguh menyemangati para pengajar ILS untuk terus melanjutkan pekerjaan kemanusiaan, khususnya di bidang pendidikan, melalui pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki. Karena "Tidak ada orang bodoh, yang ada hanya karena belum ada kesempatan untuk mendapat guru dan metode pengajaran yang baik."


Tak lengkap rasanya, bila pemeran utama di program ILS ini yaitu para pengajarnya tidak ikut bicara pada acara hari ini. Diwakili oleh Monika (IPB) dan Munawar (UI), mereka memberikan testimoni pengalaman mereka selama mengajar di program ILS. 

"Mengatur anak-anak untuk belajar ternyata tidak mudah, apalagi anak-anak yang hiperaktif, sampai saya pernah harus membagi kelas membagi dua, antara yang hiperaktif dan yang ’agak tenang’. Saya mengajar di kantor OCBC NISP Cibinong. Pernah suatu waktu, anak-anak didik saya, karena semangatnya, sudah datang ke cabang 1.5 jam sebelum waktu belajar. Dan karena mereka aktif sekali, sambil menunggu, mereka berkeliling kantor, naik ke lantai atas turun lagi, masuk ke sudut-sudut ruang, mengumpat, memegang benda apa saja yang mereka lihat.. terus berlangsung hingga jam 5 sore saya datang. Tapi aneh dan senangnya, walaupun mereka sudah melakukan banyak aktivitas sebelumnya, mereka tidak lelah dan masih semangat belajar.

Satu ungkapan salah satu anak didik saya yang saya ingat dan tersimpan di buku harian saya : "Saya senang belajar dengan Kak Monik, kakak baik...". Ungkapan inilah yang terus menjadi motivasi saya dan berharap teman-teman saya juga, untuk terus menjadi pengajar dimanapun dan kepada siapapun..."

"Hello...", Munawar menyapa teman-teman sesama pengajar..
"Hai...", respon seluruh pengajar yang hadir di ruangan itu..
Rupanya itulah jargon yang mereka sepakati dan didapatkan pada saat pelatihan pengajar dahulu.

"Mengajar anak-anak SD butuh kesabaran dan perjuangan. Saya mengajar di kantor Jakarta sementara saya kuliah di Bogor. Terkadang lelah juga rasanya, namun mengingat apa yang kita lakukan ini adalah kegiatan kemanusiaan, maka saya yakin tidak akan sia-sia.

Pesan saya untuk semua teman-teman seperjuangan, jangan berhenti untuk terus mengajar...semoga apa yang sudah kita lakukan menjadi ladang amal di akherat.."


Bila pengajar ILS sudah memberi testimoninya, para siswa SD yang menjadi anak didik pun tak ingin ketinggalan untuk memberi testimoninya. Diwakili oleh Zahra, salah satu anak didik dari kantor Tebet, dan Dinda, salah satu anak didik dari kantor OCBC NISP Tower.

Dinda :

"Waktu saya mengikuti program ILS saya duduk di kelas 6 SD, sekarang saya sudah SMP. Senang bisa ikut belajar dengan kakak-kakak, terutama Kak Munawar yang baik.. Pelajaran matematika yang diajarkan dengan metode ’cepat’ (GASING maksudnya), berguna.. saya jadi lebih cepat berhitung. Beberapa waktu lalu, nilai ujian matematika saya dapat nilai 100. Terima kasih kakak-kakak semua dan Bank OCBC NISP"

Zahra :

"Terima kasih kepada Bank OCBC NISP dan kakak-kakak yang sudah mengajari saya.., terutama Kak Dian yang baik... Saya dan teman-teman akan terus belajar agar terus menjadi yang lebih baik demi mencapai cita-cita... "


Setelah perwakilan pengajar dan siswa memberi testimoni, seluruh pengajar menerima apresiasi dari Bank OCBC NISP berupa sertifikat pengajar I Love Science, yang langsung diberikan satu per satu oleh Bp. Rama, Bapak Tatan dan Ibu Melanie. Rasa bangga dan haru bersatu dalam kesederhanaan acara sore itu.


Pada kesempatan ini pun, apresiasi diberikan khusus untuk 2 pengajar terbaik yaitu : Monika (IPB) dan Hendra Januar (IPB) dan favorit yaitu : Ahmad Munawar (UI) dan Rola Oktarina (Unpad).

Monika dan Henda menerima sertifikat "The Best Instructor" Rola Oktarina dan Munawar masing-masing menerima hadiah buku "Tidak Ada Yang Tidak Bisa" dan "The Jungle School - SOKOLA" dari Bp. Rama.

Dan sebagai ungkapan terima kasih atas kerjasama yang baik kepada Yayasan KSE dan Surya Institute, cinderamata pun diberikan kepada perwakilan dua mitra OCBC NISP oleh Bp Rama kepada Bp Tatan dan Ibu Melanie.


Dan akhirnya...usailah serangkaian acara apresiasi program ILS... Sebelum dilanjutkan dengan acara ramah tamah, MC juga mengumumkan 3 pemenang, yaitu mereka yang telah meng-LIKE akun Facebook OCBC NISP, seperti yang telah diinformasikan pada awal acara. Mereka yang beruntung mendapatkan hadiah gimmick yaitu : Rima Febria, Erna Siregar dan Arif Pandu.

 
"Luar biasa menjadi bagian dari 57 pengajar muda, mengajar 900 anak dalam I Love Science. Maju terus OCBC NISP dalam program kemanusiaannya untuk mencerdaskan Indonesia ke arah yang lebih baik. Jaya..jaya OCBC NISP"
- Arif Pandu, pengajar ILS, pada wall FB OCBC NISP -

Sampai jumpa para pengajar ILS 2011 – 2012
Teruskan semangatmu untuk mengajar dan berbagi kepada sesama...

Tunggu kami di acara CSR lainnya....

 





Join Us on

Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) Bank OCBC NISP - Tanggal 16 April 2013

% pertahun
Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)
Berdasarkan Segmen Bisnis
Kredit
Korporasi
Kredit
Ritel (*)
Kredit Konsumsi
KPR (**) Non KPR
Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) 9,50% 10,50% 11,50% 11,50%


*) Khusus untuk Bank OCBC NISP tidak termasuk Kredit Mikro
**) Khusus untuk Bank OCBC NISP merupakan floating rate

Keterangan:

a. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) ini belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.
b. Dalam Kredit Konsumsi non KPR tidak termasuk penyediaan dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan
c. SBDK diatas berlaku efektif 16 April 2013 hingga ada perubahan dan informasi lebih lanjut.