Tukang Cukur : Kepala Botak, Rezeki Gondrong

1 Sep 2020 Written by:Redaksi OCBC NISP

Tips bagaimana cara mengelola UMKM yang efektif.

Hari boleh jadi sudah malam. Namun, antrean di sebuah bangunan kecil di pinggir jalan itu tampak masih panjang dan mengular. Pelanggan-pelanggan pria terlihat sabar menunggu, sambil sesekali berbincang dengan satu sama lain, atau menyesap rokok mereka dengan tenang.

Di dalam, terlihat seorang anak kecil yang sedang duduk di kursi tinggi, dicukur rambutnya dengan mata yang berusaha keras menahan kantuk.

Siapa sangka, antrean panjang tersebut merupakan antrean dari sebuah toko cukur rambut kecil di pinggir jalan. Bukan hanya barbershop fancy di dalam mall atau kawasan pertokoan elit, sebuah toko cukur rambut pinggir jalan pun juga bisa menghasilkan omzet yang luar biasa setiap bulannya.

Eh, apa betul begitu?

Eits, jangan salah. Meski kelihatannya tidak menjanjikan, barbershop sederhana seperti ini pun ternyata juga menghasilkan omzet yang tidak dapat diremehkan loh.

Jika dihitung-hitung barbershop sederhana seperti ini biasanya dapat melayani paling tidak 10-20 pelanggan perharinya. Bahkan bisa lebih jika sedang memasuki masa tahun ajaran baru, hari-hari menjelang lebaran, atau jika barbershop tersebut telah memiliki banyak pelanggan setia.

Dengan tarif cukur yang sangat terjangkau, yaitu 10-15 ribu saja, tukang pangkas bisa mendapatkan 3-4 juta rupiah perbulan. Itu kalau dihitung kasar hanya mendapatkan 10 pelanggan perhari. Jika daerahnya lebih ramai dan strategis, bisa jauh lebih besar lagi.

Hanya cukur rambut saja?

Tentu saja tidak.

Perkembangan usaha pangkas rambut untuk para lelaki pun juga semakin menarik setiap tahunnya. Jika beberapa tahun yang lalu usaha macam ini hanya menyediakan servis cukur rambut saja, pada masa kini banyak pelaku usaha yang mulai mengembangkan servisnya, seperti hair coloring, steam shower, hingga pijat.

Dengan menyediakan servis yang lebih beragam, maka wajar jika omzet yang diraih oleh tukang cukur rambut ini pun juga lebih banyak. Dari harga 10-15 ribu rupiah, mungkin bisa naik lagi menjadi 20-35 ribu rupiah, tergantung paket yang diambil. Keuntungan bisa lebih besar, kan?

Bagaimana dengan barbershop di kawasan elit?

Tukang pangkas rambut di kawasan besar tentu mendapatkan omzet yang jauh lebih besar. Sebab mereka mematok harga untuk masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke atas.

Misalnya seperti King Cuts Barbershop. Toko pangkas rambut yang berlokasi di Ruko Concordia di Kota Wisata, Cibubur, Jakarta Timur itu mematok harga 70 ribu untuk satu kepala.

Berapa omzet yang ia dapatkan dari pangkas rambut tersebut?

“Cabang yang berada di Jalan Alternatif Cibubur ini paling ramai, yaitu rata-rata 60-70 pengunjung dan di akhir pekan 80-100 pengunjung. Enam orang pencukur rambut tersedia di cabang ini,” tutur Ade Farolan pemilik King Cuts Barbershop.

Jika ia mematok harga 70 ribu perkepala, berarti dia bisa meraup lebih dari 100 juta perbulannya. Hanya dari cukur rambut!

Jadi pengen nerapin ilmunya tukang pangkas, nih. Gimana caranya, ya?

Bisnis barbershop ini masuk ke dalam ranah UMKM.

Menurut Gunawan Ardiyanto, konsultan bisnis sekaligus penulis buku-buku tentang UMKM, mengatakan bahwa UMKM memerlukan proses dan waktu proses tersebut tidak sama antara usaha yang satu dengan usaha lainnya.

Tentu akan berbeda juga prinsip-prinsip spesifik yang harus dijalankan antara tukang pangkas dengan tukang odading, misalnya.

Namun, ada 6 tips umum yang bisa kamu terapkan kalau pengen mengelola UMKM:

1. Pahami kebiasaan pasar; tidak ada bisnis tanpa adaptasi dengan market
2. Kenali kompetitor; kenali kelebihan dan kekurangan mereka
3. Tingkatkan kualitas
4. Bikin perencanaan bisnis yang matang; bagaimana strategi mendapatkan marketnya, berapa budget marketing yang akan terpakai, dan bagaimana cara mengembangkannya.
5. Harus punya Standar Operasional Prosedur (SOP)
6. Manfaatkan internet, aplikasi digital, dan media sosial; jangkau lebih banyak orang dengan teknologi. Raih pasar yang mustahil kamu raih.

Jadi, kamu pengen rezekinya segondrong tukang cukur? Coba jalankan 6 tips di atas. Kamu bakalan jadi pengusaha UMKM yang sukses, deh. Good luck, ya!

UKM Life Series

Cerita untuk inspirasi

Read

Education - 15 Jun 2021

Cara Usaha Ikan Hias di Rumah untuk Pemula Agar Cuan Jutaan

Read

Education - 14 Jun 2021

Apa itu Sharing Economy? Ini Konsep, Jenis, & Contohnya

View All