Valas vs Bitcoin, Mana Yang Lebih Aman untuk Investasi?

1 Sep 2020 Written by:Redaksi OCBC NISP

Memaparkan fakta-fakta tentang perdagangan Valas dan Bitcoin, serta mana yang mempunyai risiko lebih rendah sebagai instrumen investasi.

Apa yang terbayang di benak kamu ketika mendengar istilah valas dan Bitcoin? Duit digital? Instrumen investasi modern? Ya, sebenernya nggak salah juga, sih. Ada sedikit kebenaran dari terkaan itu.

Masalahnya, sudahkah kamu benar-benar memahami apa itu valas dan Bitcoin? Bahkan, yang paling ekstrem, ada yang mengira bahwa dua instrumen finansial ini penuh dengan tipu muslihat. Waduh, apa betul?

Jadi, valas dan Bitcoin itu apa? Aman atau nggak, sih? Nah, kita kenalan dulu, yuk. Mari kita korek biar nggak salah paham.

Valuta Asing (Valas)

Sering dengar kan orang-orang yang hobi investasi ngomongin valas. Tapi, itu apa sih? Valas itu adalah singkatan dari valuta asing. Nggak tahu valuta asing juga? Valuta asing itu mata uang asing. Nah, valas ini emang biasanya sering dijadiin instrumen buat investasi atau cari cuan.

Kok bisa, ya?

Iya, sederhananya, kamu melakukan jual-beli mata asing dengan cara mengambil selisih dari nilai mata uang ketika sedang naik atau turun. Misalnya, kamu beli dolar, nih. Kamu simpan dolar itu sampai beberapa saat. Sebulan kemudian, harganya naik, kamu jual, deh. Jadi, kamu bisa ambil selisih dari situ.

Terdengar sederhana, bukan? Yap, teorinya sesederhana itu. Akan tetapi, membaca pergerakan harga valas tidak semudah itu. Karena nilai mata uang asing akan sangat berpengaruh pada kondisi-kondisi yang terjadi di negara terkait; atau bahkan dunia.

Perang, pandemi, konflik politik, kerusuhan, terorisme, hal-hal seperti ini sangat mampu mengubah fluktuasi harga valas. Sehingga, orang-orang yang berinvestasi pada instrumen ini kudu pintar membaca situasi dunia.

Bitcoin

Cryptocurrency atau crypto atau mata uang digital yang paling banyak dikenal orang adalah Bitcoin. Apalagi waktu tahun 2017, namanya naik ketika nilai tukarnya melejit drastis. Dari 1 koin senilai USD 735 menjadi USD 16.000. Wow sekali, kan!

Bitcoin sendiri adalah jenis crypto yang pertama kali diciptakan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Idenya adalah menciptakan sebuah alat tukar yang terdesentralisasi sehingga tidak terpengaruh kebijakan dan regulasi dari para elit politik atau lembaga keuangan yang bisa saja korup.

Likuiditas

Kalau soal likuiditas antara valas dan crypto jelas beda. Dengan nilai transaksi mencapai miliaran dolar perharinya, pasar valas jelas lebih besar dan paling likuid di dunia.

Maksudnya gimana, tuh?

Likuiditas itu tingkat di mana pasar (valas) memungkinkan kita melakukan jual beli aset (valas) dengan harga yang lebih stabil. Jadi makin besar pasarnya, makin stabil juga si harganya. Apalagi, valas dilindungi oleh regulasi pemerintah, jadi jauh lebih stabil. Memang bisa terpengaruh oleh situasi eksternal, tetapi pergerakan harganya tidak akan sejomplang Bitcoin.

Sedangkan pasar Bitcoin memang lebih kecil dan harganya juga cenderung lebih fluktuatif. Hal tersebut juga disebabkan karena jumlah Bitcoin yang dibatasi.

Apa yang Mempengaruhi Harga di Pasar?

Harga di pasar valas sangat dipengaruhi oleh informasi yang beredar. Kamu dapat belajar memprediksi arah pergerakan harga dari informasi yang beredar seperti bencana, politik, budaya, dan perang. Contoh ketika peristiwa 9/11, banyak yang mulai menjual USD mereka yang menyebabkan nilai tukar USD turun.

Namun hal yang terjadi pada valas belum tentu berpengaruh pada Bitcoin. Harga fluktuatif dari Bitcoin lebih disebabkan oleh kendali para trader-nya sendiri. Kembali kepada prinsip awal pembuatan crypto, tidak ada yang mengendalikan harganya, jadi kasarnya “seenak udel” para trader saja.

Jadi Mana yang Lebih Aman?

Untuk menjawab pertanyaan ini, balik ke masing-masing orang. Setiap orang bisa mempunyai pendapat berbeda tentang ini. Keduanya memiliki risiko dan kelebihannya masing-masing. Jika valas cenderung memiliki pasar dan harga yang yang lebih stabil. Sedangkan Bitcoin sangat fluktuatif. Transaksi pertama dan kedua sangat mungkin memiliki nilai yang berbeda.

Pada pasar valas meskipun dapat dilakukan 24 jam sehari, tetapi hanya aktif pada hari kerja saja, yakni Senin-Jumat. Sedangkan Bitcoin, karena desentralisasi menyebabkan tidak ada regulasi uang digital, sehingga penukaran dapat dilakukan 24/7. Tetapi, fenomena pada crypto ini dapat menyebabkan pasar menjadi absurd dan sulit untuk ditebak, karena tidak ada aturan yang mengikat.

Bitcoin tidak legal?

Hal yang juga kamu perhatikan dari Bitcoin adalah soal legalitasnya. Di luar negeri, mungkin tidak masalah. Tetapi di Indonesia? Bitcoin tidak dianggap sebagai alat pembayaran yang sah.

Sebagaimana dikutip oleh situs Blockchainmedia, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah menegaskan bahwa virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Namun, jika hanya sebagai alat investasi, Bitcoin sudah legal. Sebagaimana yang dilansir oleh Tokyocrypto, Bitcoin boleh dipergunakan sebagai alat investasi di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti).

Kemudahan

Kalo ngomongin kemudahan, jelas jual-beli valas jauh lebih mudah untuk dilakukan. Dan jelas legal. Mudah dalam artian hampir semua bank menawarkan instrumen valas sebagai investasi, nggak perlu repot-repot punya device sendiri buat mining dan kita juga bisa berkonsultasi tentang kondisi mata uang di seluruh dunia dengan bank.

OCBC NISP pun membuka transaksi valas untuk memudahkan kamu melakukan jual-beli di luar negeri dan investasi. Kamu bisa mulai membuka tabungan Tanda 360 Plus yang mendukung transaksi dengan 12 mata uang asing dalam satu rekening melalui ONe Mobile. Dengan program ini, kamu juga bisa melakukan jual-beli dengan mata uang asing dengan rate yang kompetitif.

Program valas OCBC NISP juga memiliki instrumen investasi, yakni Deposito Valas dan Reksa dana. Jadi, banyak banget yang bisa kamu lakukan dengan program valas OCBC NISP. Mau jual-beli bisa, mau investasi bisa. Menarik, kan? Kalo mau tau lebih lengkap, baca di sini.

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Nyala - 21 Oct 2021

Begini Cara Menghitung Tingkat Inflasi Paling Akurat

Read

Education, Nyala - 21 Oct 2021

Peluang Jadi Distributor Tanpa Modal Besar, Begini Caranya!

View All