Investing at Home - Part V

24 Nov 2020 Written by:OCBC NISP Wealth Management

Penguatan pasar saham AS kemarin terjadi seiring perkembangan positif vaksin COVID-19

Wall Street berhasil ditutup menguat pada awal minggu perdagangan kemarin, dengan indeks Dow Jones menguat sebesar 1.12% ke level 29,591.27, indeks S&P 500 juga ditutup menguat 0.56% ke level 3,577.59, dan Nasdaq juga membukukan kenaikan sebesar 0.22% ke level 11,880.63. Penguatan pasar saham AS kemarin terjadi seiring dengan perkembangan positif vaksin COVID-19. Terlihat beberapa perusahaan farmasi telah berhasil melakukan uji coba tahap III pembuatan vaksin COVID-19 dengan berita terakhir bahwa AstraZeneca telah berhasil menunjukan tingkat efektivitas vaksin COVID-19 mencapai 70% dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan beberapa perusahaan farmasi lainnya.   

Selain itu juga, penguatan yang terjadi pada bursa AS pada perdagangan kemarin juga didorong oleh sentimen positif bahwa pemerintahan Trump telah bersedia untuk melakukan transisi pemerintahan AS kepada calon presiden AS berikutnya yaitu Joe Biden. Sementara itu juga, Joe Biden berencana menunjuk mantan Gubernur Fed sebelumnya yaitu Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS di masa pemerintahan Joe Biden. Penunjukan Janet Yellen diharapkan dapat memperbaiki perekonomian AS akibat pandemik COVID-19, dengan melakukan stimulus fiskal dan menerapkan suku bunga di level rendah. Kedua hal ini memberikan dampak positif dimana para pelaku pasar mulai kembali risk-on ke pasar saham AS.

Ekspansi ekonomi AS di bulan November terlihat dari rilisan data aktivitas manufaktur Markit Manufacturing PMI yang meningkat signifikan ke 56.7 dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, data aktivitas sektor jasa Markit Service PMI juga meningkat ke 57.7.

Di tengah optimisme politik dan ekonomi, pertumbuhan kasus harian COVID-19 di AS tetap melaju mencapai rekor tertinggi pada pekan lalu, yang mencatatkan penambahan kasus harian sebanyak 170,855. Perwakilan dari John Hopkins University memperkirakan bahwa musim liburan seperti Black Friday, Natal dan tahun baru berpotensi mendorong kenaikan jumlah kasus makin tinggi. Total kasus COVID-19 di AS telah mencapai 12.24 juta dengan angka kematian mencapai 256,800 jiwa.

 


 

Pasar keuangan domestik dan potensi kedepan

Bursa IHSG kemarin berhasil melanjutkan penguatannya sebesar +1.46% ke level 5,652.76. Penguatan pasar saham domestik kemarin didukung oleh perkembangan positif seputar vaksin COVID-19 yang semakin nyata. Investor asing yang sejak awal bulan November mencatatkan pembelian bersih di pasar saham, kemarin mencatatkan net buy senilai Rp 295.3 miliar di pasar reguler.  Kembalinya investor asing ke pasar saham domestik di Q3 2020 ini juga menjadi salah satu sentimen positif bagi investor domestik. Selain itu, terlihat optimisme para pelaku pasar meningkat terkait kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia dalam mengupayakan perbaikan seluruh sektor perekonomian.

Hal ini terbukti dengan rilisan data neraca pembayaran Indonesia untuk Q3 2020 tercatat mengalami surplus sebesar USD 2.1 miliar. Bank Indonesia menyatakan surplus ini didukung oleh surplus transaksi berjalan dan finansial. Surplus transaksi berjalan dipengaruhi oleh surplus neraca barang seiring dengan perbaikan kinerja ekspor ditengah impor yang tertahan karena lemahnya permintaan domestik. Sementara surplus transaksi modal dan finansial ditopang oleh aliran masuk investasi langsung dan investasi neto lainnya. Bank Indonesia akan terus mencermati perekonomian global yang dapat mempengaruhi neraca pembayaran dan memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal.

Untuk pasar obligasi domestik, terlihat imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah Indonesia cukup stabil berada di level 6.22% pada perdagangan kemarin. Terlihat pemotongan suku bunga acuan 7DRRR yang dilakukan Bank Indonesia terlihat tidak terlalu mempengaruhi pergerakan dari harga obligasi pemerintah Indonesia mengingat minat para investor baik lokal maupun asing masih sangat tinggi. Selain itu juga, dengan pergerakan Rupiah yang cukup stabil, akan membuat obligasi Indonesia menjadi pilihan investasi yang masih menarik untuk para investor.

Source: Bloomberg, CNN, CNBC, BPS

 

DISCLAIMER

Dokumen ini dipersiapkan oleh OCBC NISP Wealth Advisory Workgroup. Informasi yang terdapat di dalam dokumen ini diambil dari narasumber terpercaya namun tidak ada jaminan terhadap akurasi dan kelengkapannya. Gambaran-gambaran, angka-angka dan seluruhinformasi yang dimuat dalam dokumen ini tidak dibuat sehubungan dengan keadaan keuangan perseorangan manapun. Informasi inibukan dan tidak seharusnya dianggap sebagai suatu penawaran untuk menjual atau suatu ajakan untuk membeli suatu produk keuangandan tidak seharusnya dianggap sebagai suatu nasihat investasi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikasi kinerja masa depan. Dokumen penawaran atas produk terkait harus dipelajari secara lebih jauh. Setiap perkiraan, proyeksi, atau target yang ditampilkan disinihanya merupakan suatu indikasi dan tidak dijamin dalam bentuk apapun. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian baik langsung, tidak langsung ataupun sebagai konsekuensi yang timbul karena penggunaan dari dan ketergantungan atas informasi yang berasal dari dokumen ini. Opini-opini yang terdapat dalam dokumen ini mencerminkan keadaan saat ini, dan karenanya dapat berubah tanpa pemberitahuan. MER

 

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Nyala - 27 Jul 2021

Mengenal Apa Itu Kartu GPN & 5 Keuntungan Memilikinya

Read

Education, Nyala - 27 Jul 2021

Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, & Instrumennya

View All