Apa Itu Ekspor? Pahami Pengertian, Prosedur & Biayanya

15 Mar 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Ekspor adalah salah satu strategi bisnis untuk bersaing dalam kompetisi global.

Ekspor hanya berlaku untuk perusahaan yang memperjualbelikan produk. Mulai dari skala kecil hingga besar, tiap orang dapat melakukan ekspor produk dari negeri asal ke luar negeri.

Berdasarkan data terakhir dari BPS (Badan Pusat Statistik) pada bulan September 2020, secara umum ekspor dari Indonesia mencapai angka US$14,01 Miliar. Angka ini meningkat dari bulan Agustus 2020 sebesar 6,97%, namun menurun 0,51% dibanding September 2019.

Sobat OCBC, ekspor dapat menjadi pilihan yang tepat jika ingin meningkatkan pendapatan. Namun, kompetisinya memang lebih luas dibanding lokal atau regional dalam negeri nih.

Kalau sudah berniat kuat mengirim barang ekspor Indonesia, yuk siapkan perusahaan Anda untuk bersaing!

Apa itu ekspor?

Ekspor adalah proses penjualan produk yang diproduksi di Indonesia dan dikirim ke luar negeri. Ekspor terjadi sebab pasar global memiliki berbagai permintaan dan membutuhkan produk-produk berkualitas namun dengan harga terjangkau.

Apabila produsen Indonesia mampu memproduksinya dan memenuhi permintaan pasar luar negeri, maka mereka bisa mengirimkan barang tersebut dengan prosedur-prosedur serta biaya yang sudah ditentukan oleh pemerintah Indonesia dan negara tujuan.

Apa manfaat ekspor?

Jika ekspor memang bisa dijadikan strategi bisnis yang efektif, lantas apa manfaat ekspor? Terdapat 5 manfaat yang perlu sobat OCBC NISP ketahui. Berikut ulasannya.

  1. Pasar yang lebih luas
  2. Jika sobat OCBC NISP berperan sebagai penjual, Anda akan menemukan pasar yang jauh lebih luas dibanding menjual produk di Indonesia saja. Perluasan pasar ini juga bisa meningkatkan pendapatan dan memperbesar perusahaan sobat OCBC NISP.

  3. Pendapatan negara
  4. Dari sudut pandang negara Indonesia, ekspor adalah proses jual-beli yang dapat menambah devisa negara. Sebab, ada biaya-biaya yang perlu dibayarkan oleh eksportir kepada negara, sehingga negara juga akan mendapatkan keuntungan. Semakin banyak yang diekspor, semakin tinggi pendapatannya.

  5. Menumbuhkan berbagai industri dalam negeri
  6. Dengan cakupan pasar lebih luas dan pendapatan yang berpotensi meningkat, para penjual dapat menumbuhkan industri-industri di dalam negeri dan mengokohkan kekuatan ekonomi Indonesia.

  7. Mengendalikan harga produk dalam negeri
  8. Saat sebuah barang diproduksi dengan mudah dan melimpah, barang tersebut akan menjadi murah. Agar tetap mampu mengoptimalkan keuntungan, produsen bisa menjadikan barang tersebut sebagai barang ekspor dan mencari pasar lain di luar negeri. Dengan demikian, harga di dalam negeri juga akan terkatrol dan lebih stabil.

  9. Membesarkan nama bangsa Indonesia
  10. Produk-produk beredar di luar negeri akan semakin meningkatkan pamor bangsa Indonesia di mata dunia. Sebab, mereka akan mengenal Indonesia sebagai bangsa yang produktif dan memiliki berbagai barang ekspor yang bermutu.

Perbedaan ekspor dan impor

Jika dilihat dari dasarnya, pengertian ekspor dan impor ada pada asal dan tujuan jual-beli. Ekspor adalah menjual barang dari Indonesia ke luar negeri. Sebaliknya, impor adalah membeli barang dari luar negeri dan dikirimkan ke Indonesia.

Dari perbedaan pengertian di atas, muncul perbedaan ekspor dan impor yang lebih spesifik. Terutama dari segi pelaku jual-beli, prosedur, peraturan, serta biayanya. Bagaimanakah itu? Yuk simak penjelasannya!

  1. Pelaku jual-beli
  2. Pelaku penjualan dan pembelian sama-sama dari Indonesia. Dalam kegiatan ekspor, maka sobat OCBC NISP menjual produk ke luar negeri. Jika impor, maka Anda membeli produk dari luar ke dalam negeri.

  3. Prosedur dan pengurusan dokumen
  4. Secara umum prosedur ekspor lebih mudah dibandingkan dengan impor. Eksporti perlu mengurus dokumen seperti packing list, shipping instruction, delivery order, airway bill, dokumen kepabeanan, dan sebagainya.

  5. Biaya
  6. Biaya ekspor dan impor berbeda, terutama dari segi bea. Impor akan mendapatkan bea masuk, sedangkan kegiatan ekspor akan mendapatkan bea keluar. Keduanya bea sama-sama berasal dari pemerintah Indonesia.

  7. Pemeriksaan barang
  8. Demi menjaga keamanannya, baik impor maupun ekspor akan dilakukan pemeriksaan barang. Bedanya, barang impor yang masuk akan dikelompokkan ke dalam penjaluran barang, antara lain jalur merah, kuning, hijau, serta jalur MITA prioritas dan non-prioritas.

Nah, Anda telah memahami perbedaan kegiatan ekspor impor. Maka, sekarang saatnya mengulik prosedur ekspor yang lebih detail.

4 Prosedur ekspor

Prosedur ekspor dapat dijalankan dalam 4 langkah utama. Apa saja itu? Berikut penjelasannya:

  1. Sales of contract
  2. Kontrak jual-beli dilakukan antara eksportir dari Indonesia dan importir dari luar negeri.

  3. Letter of credit
  4. Bank penerbit surat akan memberikan jaminan kepada eksport sesuai dari instruksi dari importir. Letter of credit difungsikan sebagai jaminan dana agar jika terjadi penipuan, dana pemilik importir tetap aman.

  5. Pengiriman barang
  6. Pasca semua dokumen telah selesai diurus, eksportir akan mengirimkan barang ke negara tujuan sesuai dengan kontrak yang berlaku.

  7. Pencairan dana
  8. Jika barang sudah diterima, importir akan mengkonfirmasi dan eksportir dapat mencairkan dananya.

Komponen biaya ekspor

Kegiatan ekspor tidak dapat dilakukan tanpa modal. Ada biaya ekspor ke luar negeri yang perlu dibayarkan oleh pemilik perusahaan pada negara. Biaya ekspor barang bervariasi berdasarkan kondisi produk yang akan dikirim ke luar negeri.

  1. Apa saja komponen biaya ekspor barang ke luar negeri?

    Secara umum, terdapat 13 komponen biaya ekspor barang ke luar negeri yang perlu Anda ketahui. Jenis-jenis biasanya sebagai berikut:

    1. Biaya Harga Pokok Produksi (HPP)
    2. Biaya pengemasan produk
    3. Biaya pembayaran bank
    4. Biaya transportasi dari gedung ke pelabuhan
    5. Biaya forwarder
    6. Biaya pengurusan dokumen paspor
    7. Biaya terminal handling charge (THC)
    8. Biaya bea keluar
    9. Biaya untuk komisi agen penjualan
    10. Biaya pengiriman barang (freight)
    11. Biaya asuransi
    12. Biaya pergudangan
    13. Biaya operasional lain

  2. Berapa pajak ekspor?

    Pajak ekspor dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan persentase dan spesifikasi. Penjelasannya sebagai berikut:

    1. Perhitungan berdasarkan prinsip ad volarem (persentase)
      Untuk pajak ekspor ini, rumus hitungannya adalah:
      Tarif Pajak Ekspor x Jumlah Satuan Barang x Harga Patokan Ekspor x Kurs

    2. Perhitungan berdasarkan prinsip ad naturam (spesifik)
      Nah, untuk pajak ekspor ini, rumus hitungannya adalah:
      Tarif Pajak Ekspor x Jumlah Satuan Barang x Kurs

  3. Cara menghitung biaya ekspor barang

    Harga ekspor diputuskan berdasarkan satuan barang. Sederhananya, harga ekspor dikalikan dengan jumlah barang ekspor yang dikirimkan.

    Misalkan, Anda ingin mengirimkan balok kayu sebesar 65 USD per ton. Anda mengirimkan sebanyak 20 ton. Maka harga yang harus Anda bayarkan sebesar 20 x 65 USD = 1300 USD.

Barang ekspor dapat menjadi komoditi dan meningkatkan pendapatan kotor Indonesia. Dengan pasar yang jauh lebih besar, kompetisi yang dihadapi juga akan lebih menantang. Namun, jangan khawatir karena ada persiapan yang bisa dilakukan lebih dulu.

Barang ekspor Indonesia memiliki nilai jual tersendiri. Di mana keunikan dan diferensiasi tersebut dapat menjadi strategi untuk bersaing secara global. Yuk tingkatkan lagi kualitas barang ekspor Indonesia!

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Daily Update - 16 Jun 2022

SKDP Adalah: Pengertian, Manfaat, Syarat & Cara Mengurusnya

Read

Education - 16 Jun 2022

Bank Swasta Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

View All

Related Product

Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja

Solusi pinjaman untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi
KTA

KTA

Solusi memenuhi kebutuhan finansial

Download ONe Mobile