Related Product

syariah - pembiayaan

syariah - pembiayaan

Zakat Fitrah Online - Cara Bayar & Perhitungan Zakatnya

21 Apr 2022 Written by: Redaksi OCBC NISP

Zakat selalu menjadi salah satu bagian penting dalam hidup sobat OCBC, namun karena perhitungan zakat yang rumit, kadang orang melalaikan kewajibannya.

Nah, sekarang sobat OCBC tak perlu khawatir lagi nih. Pasalnya, dengan kemudahan teknologi finansial, bayar zakat fitrah online bukan lagi sekadar angan.

Sesuai dengan namanya, zakat fitrah online adalah proses perhitungan dan pembayaran zakat yang dilakukan secara online. Asalkan memiliki jaringan internet, tanpa harus bertemu dengan amil zakat, sobat OCBC pun mampu merampungkan kewajibannya dengan beberapa kali sentuhan di tangan.

Dengan kemudahan yang disediakan oleh bank kesayangan Anda, membayar zakat bukan lagi tantangan. Yuk, kenali lebih jauh tentang perhitungan zakat dalam zakat fitrah online!

Jenis Zakat dan Pengertiannya

Zakat adalah sebuah kewajiban untuk para muslim dan muslimah agar dapat mensucikan harta. Perintah ini termasuk dalam Rukun Islam dan telah ada sejak dulu. Saat ini, zakat tetap digunakan oleh umat muslim untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Sesuai Syariat Islam, terdapat dua jenis zakat yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  1. Zakat Fitrah
  2. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh seluruh umat muslim saat bulan Ramadhan. Nah, sesuai dengan yang dipaparkan pada awal artikel, terdapat metode lain untuk mengelola dan membayar zakat, yaitu zakat fitrah online.

    Zakat fitrah online memberikan kesempatan kepada para muslim yang tidak sempat ke masjid atau tempat pembayaran zakat untuk membayar zakat secara online. Mulai dari niat hingga selesai pembayaran, semuanya dilakukan secara daring.

    Nah, syarat-syarat wajib membayar zakat fitrah berikut adalah:

    • Orang yang beragama Islam semuanya wajib membayar zakat fitrah.
    • Orang tersebut memiliki harta lebih untuk diri sendiri serta orang-orang yang ditanggung hajat hidupnya selama satu hari siang pada bulan Ramadhan dan malam Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut dibutuhkan untuk mengukur kemampuan membayar zakat fitrah.
    • Orang tersebut masih hidup hingga akhir bulan Ramadhan dan awal Syawal. Khusus untuk bayi yang baru lahir saat malam 1 Syawal tidak wajib membayarkan zakat fitrah.

    Di samping itu, zakat fitrah online memiliki aturan jumlah pembayaran yang sama dengan zakat fitrah konvensional. Dulu, saat zaman Nabi Muhammad, setiap orang harus membayar 1 sha’ kurma atau gandum.

    Apabila dikonversikan ke masa sekarang dalam bentuk kilogram, maka besarannya adalah 2,5 kg dan jika kembali dikonversikan dalam satuan liter sama dengan 3,5 liter.

    Takaran tersebut tidak boleh kurang, tapi jika dilebihkan masih dibolehkan.

    Nah, orang yang mengumpulkan zakat disebut Amil Zakat. Saat zakat fitrah sudah terkumpul, zakat tersebut akan dibagikan ke orang yang membutuhkan, yaitu:

    • Orang fakir
    • Orang miskin
    • Pengurus zakat atau amil
    • Mualaf
    • Budak yang telah dimerdekakan
    • Orang yang sedang terlilit utang
    • Orang yang tengah berjuang di jalan Allah
    • Musafir atau orang yang sedang bepergian jauh dan perjalanan tersebut bukanlah perjalanan maksiat.

  3. Zakat maal
  4. Zakat maal (harta) adalah zakat penghasilan yang dibayarkan seorang muslim. Bentuk harta yang tersimpan bisa berupa hasil pertanian, hasil laut, hasil pertambangan, hasil jual-beli, hasil ternak, harta temuan, serta emas dan perak. Setiap harta tersebut memiliki perhitungannya masing-masing.

    Orang yang memiliki harta tersebut setidaknya selama setahun dan telah melewati nisab (batas terendah). Zakat maal yang terkumpul juga akan dibayarkan ke 8 golongan penerima zakat.

    Sama seperti zakat fitrah, zakat maal juga bisa dibayarkan menggunakan gawai dan koneksi internet. Anda dapat mencoba kalkulator zakat yang disediakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), kemudian mengirimkan dana Anda.

Perbedaan Zakat Online dan Konvensional

Zakat online semakin digemari berbagai kalangan, terutama para individu dengan mobilitas tinggi. Lantas, apa sebenarnya perbedaan zakat online dan konvensional? Ini penjelasannya.

  1. Niat membayar zakat
  2. Niat membayar zakat fitrah secara konvensional biasanya dilakukan langsung di depan Amil Zakat. Anda bisa membaca niatnya, menyebutkan nama Anda dan yang diwakilkan, kemudian mendapatkan bukti transaksi.

    Sementara itu, proses niat bayar zakat online dilakukan lewat aplikasi. Biasanya, niat bayar zakat fitrah online sudah tertera dalam aplikasi ataupun website dan tinggal dilafalkan oleh pembayar zakat saja.

  3. Metode perhitungan zakat
  4. Jika membayar zakat fitrah secara konvensional, maka perhitungannya akan dilakukan oleh Amil Zakat secara langsung. Misalkan, jika Anda membayar di masjid, biaya 3,5 liter beras biasanya sudah ditentukan, sehingga Anda perlu mengikuti aturan tersebut.

    Serupa, tapi tak sama, zakat online biasanya juga sudah memberikan perhitungan secara otomatis lewat sistem aplikasi atau website. Anda tidak perlu repot-repot menghitung bersama amil zakat.

  5. Cara pembayaran
  6. Mudahnya, cara pembayaran zakat konvensional dibayarkan secara tunai pada seorang amil. Sedangkan zakat online dibayarkan lewat transaksi online.

Nah, sobat OCBC NISP bisa memilih salah satu cara. Jangan khawatir, sebab keduanya sama-sama metode yang halal.

Cara Bayar Zakat Fitrah Online

Layanan Amil Zakat nasional seperti BAZNAS dan lembaga swasta telah menyediakan layanan bayar zakat online. Toko online biasanya juga sudah bekerjasama dengan beberapa Badan Amil Zakat tervalidasi dan memiliki menu khusus untuk membayar zakat fitrah secara online.

Mari ambil contoh membayar zakat lewat toko online. Tahapannya sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi toko online di gawai Anda.
  2. Cari dan pilihlah menu pembayaran zakat online.
  3. Masukkan berapa orang yang perlu dibayarkan.
  4. Bacalah niat bayar zakat online.
  5. Pilih metode pembayaran yang Anda inginkan. Anda bisa menggunakan dompet digital, transfer m-banking, atau transfer internet banking.
  6. Jika sudah terbayar, Anda akan mendapatkan bukti transaksi. Proses pembayaran zakat online selesai.

Simulasi Perhitungan Zakat Fitrah Online

Jika aturan pembayaran zakat fitrah konvensional diimplementasikan pada zakat fitrah daring, maka umat muslim harus membayarkannya dalam bentuk uang. Uang tersebut masih berdasar pada takaran 2,5 kg atau 3,5 liter.

Mengingat Indonesia adalah bangsa pengonsumsi beras sebagai makanan pokok, maka 3,5 liter beras dikonversikan berdasarkan harga beras yang biasanya dikonsumsi keluarga sobat OCBC NISP.

Misalkan, 3,5 liter beras sama dengan Rp75 ribu dan jumlah anggota keluarga Anda adalah 6 orang, maka total zakat fitrah online yang dibayarkan adalah Rp450 ribu. Anda tinggal mengikuti cara bayar zakat online dengan mentransfer dananya, kemudian pihak Amil Zakat online akan menyalurkan kepada yang membutuhkan sesuai dengan Syariah Islam.

Penyaluran zakat fitrah daring umumnya juga akan diinformasikan lewat kanal-kanal website ataupun aplikasi. Anda bisa membaca laporannya lewat gawai saat akhir bulan Ramadhan.


Bagaimana? Sekarang Anda telah memiliki pengetahuan dan cara melaksanakan perhitungan zakat fitrah online.

Meskipun tidak langsung bertemu dengan amil, bukan berarti zakat sobat OCBC tidak sah. Sebaliknya, teknologi mampu membuat segalanya lebih praktis dalam menjalankan syariat. Jadi, jangan lalaikan kewajiban dan sucikan harta bersama bank OCBC NISP, yuk!

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education - 24 Apr 2022

Cara Membayar Fidyah dengan Uang, Begini Perhitungannya

Read

Education - 1 Apr 2022

Akad Ijarah Adalah: Pengertian, Rukun, Syarat dan Jenis

View All