Related Product

Deposito

Deposito

Apa Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito?

17 Mar 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Terdapat perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito yang signifikan. Yuk, pelajari kelebihan dan kekurangan keduanya!

Ada begitu banyak produk simpanan bank yang menawarkan keuntungan besar. Contohnya adalah deposito berjangka dan sertifikat deposito. Namun pernahkah Anda mempelajari perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito?

Sobat OCBC, meskipun sama-sama deposito, ada perbedaan signifikan antara deposito berjangka dan sertifikat deposito yang perlu diketahui. Perbedaan terletak pada status kepemilikan deposito, perhitungan suku bunga, dan juga kegunaannya.

Nah, agar tidak bingung, yuk kenali pengertian masing-masing produk simpanan tersebut terlebih dulu!


Pengertian Deposito Berjangka

Pengertian deposito berjangka adalah salah satu jenis deposito di mana nasabah hanya dapat melakukan pencairan dana tabungan pada jangka waktu tertentu. Penerbitan deposito ini dapat dilakukan atas nama individu maupun lembaga.

Pihak bank akan membayarkan bunga ke tabungan deposito kita. Tingkat bunga yang ditawarkan oleh bank tentu lebih tinggi daripada tabungan biasa. Sayangnya, pengambilan dana tidak bisa dilakukan setiap saat.

Simpanan dana dalam deposito dapat diambil saat tiba jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyet deposito. Bilyet deposito adalah bukti kepemilikan simpanan deposito ini.


Pengertian Sertifikat Deposito

Pengertian sertifikat deposito adalah tabungan berbentuk deposito dengan bukti penyimpanan berupa sertifikat yang dapat dipindahtangankan. Produk keuangan ini dapat digolongkan pada instrumen utang yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan kepada investor.

Dalam sertifikat tidak tertera nama pemilik atau badan hukum tertentu. Hal ini disebut sebagai atas tunjuk. Dengan demikian, pihak siapapun yang memegang sertifikat ini dapat mencairkan dananya.

Sehingga perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito yang utama terletak pada pihak yang melakukan pencairan dana. Selain itu, masih ada perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito yang belum banyak diketahui. Simak penjelasan berikut.


3 Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito

Terdapat 3 perbedaan utama antara deposito berjangka dan sertifikat deposito yang wajib calon nasabah ketahui. Apa saja itu? Ini dia daftarnya.

  1. Status Kepemilikan

    Pertama, perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito terletak pada status kepemilikan. Pada deposito berjangka, bukti kepemilikan berupa slip yang memuat besaran tabungan dan waktu jatuh tempo disebut bilyet deposito.

    Bilyet deposito akan digunakan dalam proses pencairan dana. Karena slip dan sertifikat memiliki kemiripan, banyak orang menganggap bahwa bukti kepemilikan deposito disebut juga sebagai sertifikat deposito.

    Padahal sertifikat dan bilyet deposito adalah dua hal yang berbeda. Pada sertifikat deposito tidak terdapat status kepemilikan. Aset dari simpanan ini dapat diperjualbelikan, dipindahtangankan, dan dijadikan agunan pinjaman.

    Sementara status kepemilikan deposito berjangka bersifat tetap dan tidak dapat dipindahtangankan dengan mudah. Status kepemilikannya hanya dapat dilakukan jika pihak yang tercantum dalam bilyet deposito mengubahnya atau memberi surat kuasa.

    Selain itu waktu perpindahan status kepemilikan deposito berjangka hanya dapat dilakukan saat waktu jatuh tempo tiba.

  2. Perhitungan Suku bunga

    Perhitungan suku bunga menjadi perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito. Perhitungan dan pembayaran bunga pada deposito berjangka diberikan saat waktu jatuh tempo tiba sesuai kesepakatan di awal.

    Tetapi Anda sebagai nasabah dapat menentukan besaran bunga yang didapatkan akan dicairkan saat pokok deposito diberikan atau pencairan bunga saja. Sedangkan deposito pokok dana akan diperpanjang secara otomatis.

    Selain itu, perpanjangan masa deposito juga dapat dilakukan bersamaan memperpanjang pengambilan bunga yang telah didapatkan. Tentu hal ini merupakan keuntungan yang lebih besar bagi nasabah.

    Berbeda dengan sertifikat deposito, perhitungan dan pembayaran bunga diberikan sejak awal pembukaan simpanan. Sehingga dari awal Anda telah mengetahui besaran total nilai uang yang akan diperoleh nantinya.

    Pembayaran bunga dilakukan secara diskonto. Diskonto yaitu perhitungan bunga didasarkan pada selisih nominal akhir dengan nilai tunai yang harus dibayar nasabah.

    Pembayaran bunga dilakukan secara diskonto. Diskonto yaitu perhitungan bunga didasarkan pada selisih nominal akhir dengan nilai tunai yang harus dibayar nasabah.

    Oleh karena itu, pencairan dana harus sesuai dengan waktu jatuh tempo yang telah ditetapkan. Pengambilan dana sebelum waktu jatuh tempo akan dianggap sebagai tindakan menjual simpanan ini ke lembaga yang menerbitkannya.

  3. Cakupan Kegunaan

    Segi kegunaan dalam instrumen investasi merupakan perbedaan deposito berjangka dan sertifikat berjangka. Tiap instrumen keuangan seperti sertifikat dan deposito memiliki karakter, potensi keuntungan dan risiko yang berbeda.

    Apabila terjadi hal tak terduga pada bank sebagai tempat menyimpan deposito, biaya deposito Anda tetap aman sebab pihak LPS akan mengganti sepenuhnya dengan maksimal dana Rp 2 miliar.

    Sayangnya saat suku bunga Bank Indonesia menurun, bunga deposito tentu akan ikut menurun. Resiko terbesarnya bunga deposito tergerus inflasi.

    Perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito selanjutnya terletak pada segi kegunaannya. Di mana sertifikat deposito tanpa adanya status kepemilikan membuatnya lebih mudah dipindahtangankan.

    Sehingga sertifikat deposito cocok sebagai bentuk investasi, hadiah, hingga warisan. Sebagai investor, deposito jenis ini tergolong lebih likuid. Walau memiliki tenor pencairan seperti deposito jenis berjangka, namun waktu penjualan di pasar modal tidak terikat.


Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Produk

Untuk lebih memahami perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito, mari membandingkannya dengan melihat kelebihan dan kekurangan pada masing-masing produk keuangan ini di bawah ini.

Kelebihan deposito berjangka

Berikut merupakan kelebihan dari simpanan deposito dalam jangka waktu tertentu,

  1. Sebagai sarana investasi yang tepat

    Walaupun tersedia instrumen investasi lain yang memiliki potensi laba lebih tinggi, namun deposito ini juga dapat dijadikan instrumen investasi.

    Karena jika melihat hukum investasi high risk high return, jenis deposito ini memiliki risiko yang terbilang paling rendah. Instrumen investasi pada obligasi, saham, dan reksadana memiliki resiko berkurangnya nilai pokok.

    Nilai pokok dalam deposito dijamin akan terjaga. Sebab simpanan yang terjamin oleh pihak bank membuat produk keuangan ini cocok dijadikan investasi jangka pendek.

  2. Suku bunga yang lebih tinggi

    Produk keuangan deposito jeni ini memiliki level bunga yang lebih tinggi dibandingkan produk simpanan lainnya. Sehingga hal ini merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi nasabah.

  3. Resiko kerugian minim

    Lembaga penjamin simpanan (LPS) menjamin simpanan deposito ini dengan nilai penjaminan sejumlah Rp 2 miliar saat mencapai suku bunga tertinggi pada 7,5 persen.

    Selain mendapatkan perlindungan dari LPS, deposito jenis ini akan terjaga dari risiko fluktuasi pasar.


Kekurangan deposito berjangka

Sedangkan ada beberapa kekurangan dari instrumen ini, diantaranya:

  1. Profit Cenderung Rendah

    Sebagai salah satu instrumen investasi, jika dibandingkan produk investasi lainnya, keuntungan dari deposito jenis ini cenderung lebih rendah. Walaupun jika dibandingkan dengan jenis deposito lain, jenis deposito ini memiliki bunga paling tinggi.

  2. Bunga Berpotensi Tergerus Inflasi

    Selain itu, kekurangan deposito ini akan rugi jika adanya inflasi. Simpanan dengan tingkat bunga yang tinggi akan tidak ada artinya jika tergerus oleh inflasi yang tinggi.

  3. Potongan Pajak Sangat Tinggi

    Kekurangan yang terakhir terletak pada potongan pajak yang sangat tinggi. Apalagi potongan pajak pada nilai pokok investasi yang melebihi 7.5 juta rupiah cenderung besar. Besaran pajak dapat mencapai 20 % dari total simpanan.


Kelebihan sertifikat deposito

Disamping produk keuangan ini menguntungkan, terdapat beberapa kelebihan lain diantaranya:

  1. Mudah dipindahtangankan

    Kelebihan pertama dapat dipindahtangankan dengan mudah. Karena tidak tercantum status kepemilikan dalam sertifikat, membuat siapa saja yang memegang produk simpanan ini dapat mencairkan dana, tanpa perlu repot mengurus ke bank.

  2. Mudah Diperjualbelikan

    Produk keuangan ini dapat diperjualbelikan secara bebas. Sebab tanpa status kepemilikan mengakibatkan simpanan ini mudah dijual tanpa rumit untuk mengurusnya.

    Apalagi bunga dibayarkan di awal, sehingga nasabah leluasa untuk melakukan investasi di pasar modal lainnya.

  3. Kekurangan sertifikat deposito

    Tanpa status kepemilikan membuat proses pindah tangan produk keuangan ini mudah. Hal ini mengakibatkan sertifikat rentan hilang atau dicuri. Karena apabila jatuh ke tangan orang yang salah, maka produk simpanan ini dapat dengan mudah dicairkan.

    Sehingga Anda harus ekstra hati-hati dalam menyimpannya. Apabila tak ingin menyimpan sendiri, Anda dapat menitipkan di kotak deposit bank dengan membayar biaya sewa penitipan.


Sobat OCBC, dengan mengetahui perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito, mungkin sekarang Anda dapat menentukan produk simpanan mana yang lebih sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan saat ini.

Di samping itu, jika Anda memilih sertifikat deposito, jangan lupa untuk menyimpannya dengan baik dan aman. Karena, instrumen tersebut tidak mencantumkan nama pemiliknya.

Sehingga, siapa saja yang memegang sertifikat berikut bisa secara otomatis menjadi pemilik sekaligus mencairkan dana di dalamnya. Jadi, tetap berhati-hati, ya!

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education - 25 May 2022

$name

Read

Investment - 9 May 2022

investasi-bertahap-dengan-RD

View All