Related Product

syariah - pembiayaan

syariah - pembiayaan

KPR Easy Start

KPR Easy Start

Rumah Syariah - Cara Mengajukan Kredit dan Bayar Cicilan

16 Apr 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Ingin tinggal di hunian berprinsip Islami? Jika iya, rumah syariah solusinya.

Rumah syariah adalah sebuah hunian yang dibeli berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Lantas, apakah rumah berprinsip syariah mudah didapatkan? Apa perbedaan rumah dengan prinsip syariah dan konvensional? Apakah bisa mengajukan kredit rumah prinsip syariah d? Nah, agar tidak bingung, yuk simak penjelasannya di artikel berikut.


Apa itu Rumah Syariah

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, rumah syariah adalah sebuah hunian yang dijual pada masyarakat dengan menggunakan metode jual beli berbasis prinsip syariah. Anda tidak akan menemukan riba, denda, ataupun hal lain yang biasanya ditemui ketika membeli rumah konvensional.

Memang apa saja perbedaan rumah berprinsip syariah dan konvensional?


Perbedaan Rumah Berprinsip Syariah dan Konvensional

Jika diperhatikan terdapat 5 perbedaan rumah berprinsip syariah dan konvensional. Apa saja itu? Berikut penjelasannya:

  1. Akad jual beli
    Proses jual beli rumah konvensional biasanya menggunakan proses biasa seperti pembicaraan biaya dan tanda tangan surat-surat penting. Sementara itu, proses jual beli rumah berprinsip syariah menggunakan akad jual beli yang disepakati antara pemilik dan pembeli.

    Akad adalah perjanjian yang dibuat antara penjual rumah berprinsip syariah dan pembelinya. Perjanjian tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Akad yang digunakan disebut akad istishna’ atau pesan bangun agar tidak menimbulkan riba.

  2. Transaksi
    Di samping akad, rumah berprinsip syariah juga menggunakan metode transaksi tanpa riba. Tidak ada bunga maupun denda yang diberikan kepada pembeli. Sebab, bunga dan denda tidak sesuai dengan syariah Islam yang berlaku.

    Jika ada orang yang menjual rumah berprinsip syariah, tapi menerapkan sistem bunga dan denda, maka orang tersebut adalah penipu. Ia ingin menjual rumah dengan embel-embel syariah, tapi menggunakan sistem konvensional.

  3. Tanpa ada perubahan harga jual
    Jika sobat OCBC NISP melaksanakan akad jual beli dengan penjual, harga yang disepakati hanyalah satu. Perjanjian yang dilakukan harus menyampaikan seluruh poin-poin penting sejak awal. Tidak boleh ada perubahan saat di tengah maupun akhir proses.

    Jika dibeli menggunakan kredit rumah syariah, maka Anda juga akan mendapat jumlah cicilan per bulan serta jangka waktu untuk membayarnya. Dua hal tersebut juga tidak akan berubah tiba-tiba di tengah jalan.

    Sementara itu, rumah konvensional biasanya bisa saja berubah harga sesuai dengan kondisi atau tren pasar yang sedang berjalan.

  4. Tanpa asuransi
    Secara umum, hampir seluruh rumah berprinsip syariah yang dibeli tidak akan diberikan asuransi. Sebab, dalam sebuah akad pembelian rumah, semuanya harus sudah jelas dari awal. Sementara asuransi mengandung ketidakjelasan. Sehingga proses menjalankan prinsip syariah menjadi terhambat.

    Contohnya, tentang waktu yang tidak tentu bagi pembeli/nasabah dalam menerima klaim. Sebab, tidak semua nasabah yang membeli rumah mengalami risiko. Sehingga, hal tersebut dianggap judi dalam syariah Islam dan tidak sesuai dengan konsep rumah yang syariah.

    Sementara itu, penjualan beberapa rumah konvensional ada yang sudah ada yang menerapkan asuransi rumah.

  5. Tanpa penyitaan
    Apabila seorang pembeli menemukan masalah keuangan atau tidak sanggup mengangsur cicilan, maka tidak akan penyitaan yang akan dilakukan oleh penjual ataupun pengembang.

    Nah, sebagai gantinya, penjual rumah tersebut akan membantu pembeli untuk menjualnya ke orang lain. Sehingga, kedua pihak tetap berjalan dalam prinsip syariah dan tidak ada yang dirugikan.

    Sebaliknya, penjual rumah konvensional biasanya akan menarik rumah kembali dan pembeli rumah yang tidak bisa mengangsur harus segera pindah dari rumah tersebut.


Apakah Bisa Kredit Rumah Syariah Tanpa Bank

Tentu bisa, sobat OCBC NISP. Anda bisa kredit rumah syariah tanpa bank. Akad jual beli rumah berprinsip syariah dilakukan antara pemilik dan pembeli saja. Transaksi juga dilakukan oleh penjual dan pembeli. Bank tidak menjadi perantara sama sekali. Sehingga, pembeli juga tidak akan terbebani oleh biaya administrasi.


Skema Kredit Rumah Syariah

Terdapat dua metode yang bisa Anda pilih dalam kredit bangun rumah syariah, yaitu lewat KPR Rumah Syariah dan Developer Syariah.

  1. KPR Rumah Syariah
    Jika Anda menggunakan KPR Rumah Syariah, maka Anda perlu mengajukan kredit pada lembaga keuangan tertentu yang bergerak dengan prinsip syariah. Lembaga tersebut berfungsi sebagai pihak ketiga dalam proses jual beli rumah. Sobat OCBC NISP bisa menerapkan tahapan umum seperti di bawah ini:

    • Setelah Anda memilih penyedia layanan KPR Rumah Syariah, sobat OCBC NISP bisa membawa dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan kredit.
    • Isilah formulir yang diberikan penyedia kredit dan perhatikan setiap kesepakatan yang disebutkan di dalam akad.
    • Jika Anda sudah menyetujui akad dan penyedia kredit telah memverifikasi data, sobat OCBC NISP akan mendapatkan uang untuk membeli rumah berprinsip syariah.
    • Sobat OCBC NISP bisa membayar cicilan rumah syariah setiap bulan berdasarkan tenor dan margin persentase yang telah disepakati dalam akad.
  2. Developer Syariah
    Jika metode sebelumnya menggunakan pihak ketiga, maka metode ini tidak menggunakannya. Saat Anda membeli rumah di developer syariah, sobat OCBC NISP bisa langsung membuat kesepakatan/akad dengan developer. Setiap perjanjian hanya akan dibicarakan kedua belah pihak saja.

    Secara umum, metode membeli langsung ke developer syariah serupa dengan KPR Rumah Syariah, yaitu:

    • Mengumpulkan berkas yang berkaitan dengan syarat permohonan kredit
    • Mengisi formulir dan membahas akad dengan developer syariah
    • Mendapatkan rumah yang hendak dihuni
    • Pembeli membayar cicilan rumah syariah sesuai tenor dan persentase margin yang telah disepakati

    Di samping itu, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, saat membayar cicilan, jika Anda tidak mampu lagi membayar cicilan, rumah tidak akan disita dan developer bisa membantu mencari pembeli pengganti.

Itulah penjelasan lengkap terkait apa itu rumah syariah, perbedaannya dengan rumah konvensional, serta skema kreditnya. Bagaimana? Apakah Anda tertarik membeli hunian ini?

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Investment - 9 May 2022

investasi-bertahap-dengan-RD

Read

Investment - 9 May 2022

pasar-saham-sell-or-buy

View All