14 Jenis Saham dan Contohnya yang Wajib Diketahui Pemula

20 Apr 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Saham tak selalu bermodal besar. Yuk cari jenis saham yang tepat untuk Anda.

Saham adalah bentuk investasi populer yang ada di masyarakat. Jenis saham di pasar uang pun bermacam-macam. Di mana hal tersebut akhirnya mengakibatkan masyarakat, khususnya pemula, bingung untuk memilihnya

Nah, apabila Anda berencana membeli saham suatu perusahaan dalam waktu dekat, maka ulasan berikut tak boleh dilewatkan. Terdapat penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis saham dan contohnya yang bisa dijadikan pertimbangan atau patokan agar kegiatan investasi Anda terhindar dari kerugian.


Pengertian saham

Sebelum membahas tentang jenis-jenisnya, sobat OCBC NISP wajib memahami apa itu saham. Saham adalah dokumen berharga yang diterbitkan sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan dengan menginvestasikan sejumlah dana. Investasi saham berwujud selembar kertas yang diterbitkan oleh perusahaan.

Biasanya perusahaan yang sehat akan memiliki nilai jual saham yang tinggi sebab keuntungan yang diperoleh juga tinggi. Oleh karena itu, saham menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian investor. Meskipun risiko investasi saham tinggi, tetapi sebanding dengan laba yang diperoleh juga besar.


Jenis-jenis saham menurut para ahli

Dalam pasar uang, ada beragam jenis investasi saham. Jenis jenis saham menurut para ahli terbagi berdasarkan kepemilikan, cara pengalihan, dan kinerja perdagangan. Ini penjelasannya.

  1. Jenis saham berdasarkan kepemilikan

    Saham berdasarkan kepemilikan terdiri dari dua yaitu saham biasa dan preferen. Berikut jenis jenis saham dan contohnya.

    1. Saham biasa (Common Stocks)
      Saham biasa adalah jenis saham yang mampu melakukan klaim kepemilikan sesuai keuntungan dan kerugian yang didapatkan perusahaan. Tetapi pemegang saham mempunyai kewajiban yang terbatas. Contoh saham biasa yaitu saham waran.

      Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan maka pemilik saham biasa hanya akan memperoleh prioritas paling akhir dalam hal pembagian keuntungan perusahaan. Tetapi jumlah kerugian maksimum yang ditanggungnya sesuai besaran dana yang diinvestasikan.

    2. Saham preferen (Preferred Stocks)
      Saham preferen adalah jenis saham gabungan antara saham biasa dan obligasi. Secara keseluruhan mirip seperti saham biasa, perbedaannya hanya pada tingkat suku bunga keuntungan yang diperoleh.

      Suku bunga saham preferen bersifat tetap karena mengandung campuran obligasi. Selain itu, pemilik mempunyai hak tebus yang dapat ditukarkan dengan saham biasa.

      Pada bursa efek Indonesia, saham preferen selalu memiliki kode 4 huruf dan terkadang ada tambahan "P". Contohnya seperti WSBP, MYOR-P, dan ASII.

  2. Jenis saham berdasarkan cara pengalihannya

    Jenis saham berdasarkan cara pengalihannya terbagi menjadi dua antara lain:

    1. Saham atas unjuk (Bearer Stocks)
      Saham atas tunjuk adalah saham yang nama kepemilikannya tidak tertulis dalam lembar kertas agar jenis saham ini mudah dipindahtangankan. Tujuan saham ini diperuntukkan jual beli sehingga mudah dipindahtanganka tanpa harus mengurus melalui badan hukum. Bukti kepemilikan berdasarkan siapa yang memegang saham tersebut.

    2. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
      Saham atas nama adalah kepemilikan saham terbukti pada nama yang tertulis di surat berharga. Sehingga cara pengalihannya harus melalui prosedur hukum untuk melakukan balik nama saham.

  3. Jenis saham berdasarkan kinerja perdagangan

    Sementara berdasarkan kinerja perdagangan, saham terbagi menjadi 4 jenis, diantaranya:

    1. Blue Chip Stocks
      Blue Chip Stocks adalah saham yang dikeluarkan oleh perusahaan bereputasi tinggi. Perusahaan yang mengeluarkan saham blue chip biasanya sebagai petinggi di industri tersebut dan mempunyai penghasilan yang stabil serta konsisten dalam membayar bagi hasil. Akibatnya saham jenis ini banyak diincar oleh investor.

    2. Income Stocks
      Income Stocks adalah saham unggulan yang selalu membayar dividen atau laba lebih besar dari rata-rata dividen yang dibayarkan periode sebelumnya. Sehingga saham jenis ini biasanya memiliki pendapatan yang selalu meningkat tiap periode.

    3. Growth Stocks
      Growth Stocks adalah saham dengan pertumbuhan pemasukan perusahaan selalu tinggi, walaupun perusahaan tersebut tidak selalu dari perusahaan petinggi di industri tersebut.

      Saham Growth Stocks dibagi menjadi dua yaitu Well-Known dan Lesser-Known. Well-known merupakan saham growth stock yang berasal dari perusahaan petinggi suatu industri. Sebaliknya, Lesser-Known adalah saham growth-stock dari perusahaan kurang populer.

    4. Speculative Stocks
      Speculative Stocks adalah saham dengan keuntungan tinggi namun tidak dapat memberikan laba secara konsisten. Jenis saham ini cocok bagi investor dengan profil risiko high risk.

    5. Counter Cyclical Stocks
      Counter Cyclical Stocks adalah saham memiliki kondisi paling stabil saat situasi ekonomi bergejolak. Hal ini dikarenakan saham ini tidak akan terpengaruh dengan kondisi ekonomi dan bisnis. Namun keuntungan saham ini bergantung pada perusahaan yang mengeluarkan saham.

  4. Jenis-jenis harga saham

    Harga saham yang diterbitkan setiap perusahaan tentu berbeda. Secara umum, harga saham terdiri dari empat jenis, meliputi:

    1. Harga Nominal
      Harga nominal adalah harga yang tercantum secara jelas pada lembar saham yang dikeluarkan suatu perusahaan. Besaran harga tersebut harus dibayarkan oleh investor di awal sebagai modal.

    2. Harga Perdana
      Harga perdana adalah harga yang berlaku saat adanya penawaran umum. Walau setiap lembar saham tercantum harga nominal yang telah ditetapkan, namun prakteknya belum tentu sama. Biasanya terjadi tawar menawar.

      Selain itu, perusahaan juga bisa mengeluarkan harga lebih rendah atau sebaliknya. Apabila harga saham perdana lebih besar dibanding harga nominal, maka selisih harga tersebut dinamakan agio.

    3. Harga Pembukaan (Opening Price)
      Harga pembukaan adalah harga saham yang berlaku ketika pasar saham mulai dibuka.

    4. Harga Pasar (Market Price)
      Harga pasar adalah harga saham yang tercantum pada bursa efek saham masa itu. Biasanya harga pada bursa bergantung pada permintaan dan penawaran saat diperdagangkan. Saham dengan harga pasar selalu memiliki nilai yang berubah-ubah.

    5. Harga penutupan (Closing Price)
      Harga penutupan adalah harga terakhir dari penawaran yang ada di bursa efek. Misalkan bursa efek dibuka pada pagi hari dan akan ditutup pada sore hari pukul 17.00 WIB, maka harga yang tertera saat pukul 17.00 WIB adalah harga penutupan.


Nah itulah jenis-jenis saham dan contohnya. Setelah mengetahui jenis saham yang beredar di pasar uang, adakah yang menarik perhatian Anda? Jika ada, yuk mulai bercuan sekarang juga!

Cerita untuk inspirasi

Read

Daily Update, Education, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

Read
Investasi Reksa Dana

Education, Daily Update, Investment - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

View All

Related Product

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile