Apa itu Sales Funnel - Tujuan & Penerapannya Dalam Bisnis

30 Apr 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Tujuan sales funnel adalah untuk meningkatkan penjualan. Benarkah begitu?

Sebagai pebisnis, tentunya Anda ingin pengunjung website atau media sosial tertarik hingga memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan. Yup, hal tersebut bisa diwujudkan melalui strategi sales funnel.

Namun, apa itu sales funnel? Sales funnel adalah salah satu konsep pemasaran dengan model funnel. Tujuan sales funnel adalah agar pembeli meneruskan transaksinya sampai selesai atau hingga ia membeli barang yang terjual di situs perdagangan online. Lantas, bagaimana cara menerapkannya? Ini dia penjelasannya.


Apa itu sales funnel

Sales funnel adalah pemasaran dengan memetakan perjalanan target pasar saat akan melakukan pembelian. Disebut sebagai sales funnel karena konsep marketing yang diterapkan bermodel funnel atau corong.

Model funnel atau corong menggambarkan pada awal pemasaran akan ada banyak pembeli potensial, tetapi pada akhirnya hanya sebagian yang akhirnya benar-benar melakukan transaksi pembelian.

Dalam praktiknya, proses ini diibaratkan seperti suatu perjalanan mulai dari Anda sebagai penjual memancing target pasar untuk tertarik pada suatu produk.

Kemudian Anda memperoleh kontak target pasar dan mengubahnya menjadi sebuah peluang agar adanya transaksi bisnis. Anda berusaha mengajak, mendorong, dan memberi keyakinan kepada calon pembeli hingga terjadinya transaksi pembelian.


Tujuan sales funnel

Tujuan sales funnel adalah sebuah strategi untuk mengedukasi dan mengarahkan calon pembeli agar melakukan aksi hingga berakhir pada transaksi produk.

Sebenarnya, yang utama dari tujuan sales funnel adalah untuk mengatasi masalah target pasar. Apabila Anda mengetahui masalahnya, kemudian membuat konten yang menarik dan menawarkan produk atau jasa sebagai solusi masalah tersebut tentu calon pembeli akan datang.

Biasanya dari keseluruhan calon target pasar yang hadir dalam promosi bisnis tersisa sebagian saja. Kemudian sisa calon pembeli yang tertarik harus selalu diawasi, diajak, dan diberikan dukungan hingga mereka melakukan transaksi terhadap produk yang ditawarkan.

Tidak seluruh target pasar potensial dengan mudah diarahkan agar melakukan transaksi. Dalam melakukan follow up konsumen, penting bagi Anda untuk selalu memperhatikan pola pemasaran.

Jika tidak berpotensi adanya kebocoran pelanggan sehingga tidak jadi membeli. Oleh sebab itu konsep ini hadir untuk membantu Anda mengatasi hal tersebut.


Tahapan sales funnel

Terdapat empat tahapan yang perlu dikerjakan agar tujuan sales funnel tercapai. Langkah-langkahnya disebut metode AIDA. AIDA merupakan singkatan dari awareness (kesadaran), interest (ketertarikan), decision (keputusan), dan action (aksi).

Keempat tahapan tersebut mewakili alur berpikir target market. Pada setiap langkah dibutuhkan closing atau pendekatan agar transaksi bisa terjadi. Yuk simak langkah-langkah sales funnel meliputi:

  1. Awareness (kesadaran)
    Langkah awal yang wajib diberi perhatian untuk mewujudkan tujuan sales funnel adalah awareness. Awareness merupakan kesadaran dari target pasar terkait keberadaan bisnis Anda dengan rangkaian pemasaran yang dilakukan.

    Dari awal calon pembeli sadar akan kebutuhan dan masalah yang dimiliki sehingga mencari cara bagaimana mengatasinya. Proses tersebut hadir dimana target pasar mencari solusi pada platform atau media pemasaran yang sesuai.

    Setelah mencari pada media pemasaran, maka mereka akan mengunjungi website Anda, baik melalui sosial media, iklan, pencarian Google, dan media lainnya. Ketika target pasar telah hadir, pastikan Anda memberikan penawaran yang menarik terkait produk agar calon pembeli tertarik.

    Dengan demikian, munculnya awareness pada konsumen. Setelah sukses membangun awareness target pasar, berikutnya Anda perlu membangun ketertarikan. Membangun ketertarikan calon konsumen dapat dilakukan dengan membangun hubungan yang kuat bersama mereka.

  2. Interest (ketertarikan)
    Setelah muncul awareness pada target pasar, berikutnya Anda harus membuat konsumen tertarik pada produk atau jasa yang ditawarkan. Bentuk ketertarikan atau interest dari konsumen dapat dilihat dari aksi mereka mengikuti media sosial atau melakukan subscribe email.

    Setelah itu, jadikan target pasar untuk terus mengunjungi konten atau media promosi bisnis yang Anda miliki. Jika calon pelanggan nyaman dengan sajian konten maka secara tidak sadar mereka akan mengingat brand dan produk Anda.

  3. Decision (keputusan)
    Decision adalah langkah dimana calon pembeli siap membeli. Setelah diberikan berbagai penawaran, saatnya target pasar mengambil keputusan untuk menggunakan solusi yang ditawarkan.

    Biasanya calon pembeli akan mempertimbangkan berbagai penawaran dan keuntungan yang didapatkan jika menggunakan produk atau jasa Anda. Alangkah baiknya Anda memberikan penawaran terbaik dan terlihat menguntungkan calon pembeli.

  4. Action (aksi)
    Apabila hasil keputusan calon pembeli adalah menggunakan produk atau layanan jasa yang Anda tawarkan maka konsumen telah sampai pada tahap aksi. Target pasar akhirnya melakukan transaksi atas pembelian dari produk atau jasa yang Anda tawarkan.

    Namun tidak berhenti sampai sini, tugas Anda selanjutnya ialah meningkatkan kualitas produk dan layanan sehingga konsumen menjadi pelanggan setia.


Contoh sales funnel yang efektif

Tadi, telah dijelaskan tujuan sales funnel adalah untuk menggiring pembeli sampai ke aktivitas transaksi paling terakhir. Nah, agar hal itu terwujud, berikut adalah contoh penerapan sales funnel yang bisa Anda contoh.

Misalkan Anda memiliki usaha jasa yang menawarkan e-modul menulis. Anda menyasar audiens yang menggunakan instagram dengan target pasar berusia 20-25 tahun baik perempuan dan laki-laki.

Anda menjalankan Iklan Instagram yang mengarahkan pengunjung lalu lintas pada landing page. Di halaman tersebut, Anda akan memberikan salah satu e-modul secara gratis dimana pengunjung harus melakukan subscribe email. Saat ini Anda memiliki calon pembeli yang siap diberikan berbagai penawaran menarik.

Selama beberapa minggu ke depan, Anda membuat konten edukasi untuk calon pembeli dan mengirimkan email marketing. Konten-konten yang disajikan dibuat agar calon konsumen merasakan manfaat dari konten Anda. Sehingga usahakan membuat konten yang menarik dan berisi konten kepenulisan.

Setelah beberapa kali mengirimkan konten bermanfaat maka muncul awareness pada konsumen akan produk dan layanan Anda. Pada akhir email Anda memberi penawaran diskon atau potongan harga spesial apabila membeli produk Anda segera.

Calon pembeli yang telah "dirawat" akan mempertimbangkan penawaran yang diberikan. Sehingga akhirnya mereka bersedia membeli dan melakukan transaksi.

Sobat OCBC NISP bagaimana dengan penjelasan lengkap terkait sales funnel di atas? Pastinya sekarang Anda telah memahami lebih dalam tujuan sales funnel adalah untuk mengarahkan pembeli agar ia mau melakukan transaksi sampai akhir.

Di mana, hal tersebut berarti penjualan produk Anda pun semakin meningkat begitu pula dengan keuntungan yang diperoleh. Jadi, terapkan strategi sales funnel sekarang juga, yuk!

Cerita untuk inspirasi

Read

Daily Update, Education, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

Read
Investasi Reksa Dana

Education, Daily Update, Investment - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

View All

Related Product

Nyala Bisnis

Nyala Bisnis

Layanan saldo gabungan untuk mengatur keuangan pribadi dan bisnis secara terpadu
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja

Solusi pinjaman untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi

Download ONe Mobile