Apa itu Liabilitas? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya

10 May 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Liabilitas adalah salah satu komponen keuangan terpenting untuk menunjang perusahaan. Apa itu liabilitas? Apa saja contohnya? Simak bahasan berikut ini.

Pernah kaget karena tiba-tiba utang perusahaan lebih besar daripada pendapatan tanpa tahu bagaimana terjadinya? Jika ya, mempelajari liabilitas adalah solusi agar Anda tidak mengalaminya lagi.

Meski memiliki bentuk fisik dan bernilai, liabilitas tidak dapat digolongkan sebagai aset. Sayangnya sampai saat ini masih banyak pengusaha gagal memahaminya.

Jadi apa itu liabilitas? Apa saja jenis-jenisnya? Berikut penjelasannya untuk Anda.


Apa itu Liabilitas?

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan mengeluarkan berbagai jenis biaya guna menjalankan operasional. Penggunaannya dalam jumlah besar, sehingga biasanya biaya ini tertagih tiap periode tertentu saja.

Selain terkait biaya, banyak pula perusahaan yang memiliki tagihan atas pinjaman modal eksternal, atau sederhananya disebut sebagai utang.

Kedua jenis tagihan ini dalam proses pelaporan neraca laba/rugi biasanya dijadikan satu, dan dinamai “liabilitas”.

Jadi jika didefinisikan, liabilitas adalah suatu kewajiban yang menjadi tanggungan perusahaan, baik berasal dari internal maupun eksternal, dan harus segera dibayarkan sebelum jatuh tempo pembayaran.


Perbedaan Aset dan Liabilitas

Liabilitas dapat memiliki bentuk dan nilai sama dengan aset, baik berupa modal maupun barang. Hal inilah yang sering membuat pengusaha salah paham dan menganggap liabilitas sebagai aset. Padahal faktanya, aset dan liabilitas adalah dua hal berbeda.

Aset adalah sumber-sumber ekonomi untuk menjalankan laju bisnis dan memastikan pertambahan nilai kekayaan bagi perusahaan. Aset ada dua jenis, yaitu:

  1. Aset lancar (mudah dicairkan), misalnya sertifikat tanah, mesin, gedung, brand, dan sebagainya.
  2. Aset tak lancar (sulit dicairkan), misalnya surat berharga, piutang, kas, barang dagangan, dan sebagainya.

Sementara itu, liabilitas adalah sumber-sumber ekonomi untuk menjalankan laju bisnis yang perlu dibayar perusahaan ke pihak eksternal dalam tempo tertentu.

Liabilitas tidak dapat ditinggalkan, karena akan menimbulkan masalah. Sementara itu, aset adalah hak milik perusahaan (atau investor) sehingga dapat dikelola sesuka hati demi kemajuan perusahaan.

Selain di atas, perbedaan aset dan liabilitas lainnya antara lain:

  • Aset termasuk sumber daya keuangan yang memiliki manfaat ekonomi di masa depan. Sementara liabilitas adalah hal yang wajib dilunasi dalam waktu dekat.
  • Nilai aset setiap tahun mengalami depresiasi atau penurunan, sedangkan liabilitas nilainya tidak akan berkurang dan bisa bertambah karena suku bunga.
  • Pada neraca keuangan, aset berada di bagian kanan, dan liabilitas berada di sisi kiri.

Karakteristik Liabilitas

Setelah memahami apa itu liabilitas, kali ini kita akan mempelajari karakteristik liabilitas, yaitu:

  • Memiliki jatuh tempo pembayaran.
  • Sebagai kejadian atau transaksi yang telah terjadi sehingga mewajibkan entitas.
  • Harus diselesaikan dengan melunasinya.
  • Memerlukan aset dan entitas lain untuk menyelesaikan liabilitas.

Jenis-Jenis Liabilitas

Secara garis besar, ada dua jenis liabilitas, yaitu liabilitas jangka panjang dan liabilitas jangka pendek. Penjelasan lengkap tentang keduanya adalah sebagai berikut.

  1. Liabilitas Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
    Liabilitas jangka panjang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan dengan tempo lama, yaitu dalam satu siklus laporan keuangan perusahaan.

    Liabilitas ini dapat disebut juga sebagai utang tidak lancar, karena perusahaan tidak dapat membayarkan kewajiban ini kurang dari periode satu tahun.

    Contoh liabilitas jangka panjang misalnya utang bank, utang hipotik, utang obligasi, kredit noveltasi, utang subduersi, utang pemegang saham, dan utang sewa.

  2. Liabilitas Jangka Pendek (Current Liabilities)
    Liabilitas jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang pembayarannya kurang dari setahun, misalnya per bulan, per kuartal, atau per semester.

    Istilah lain untuk menyebut liabilitas ini adalah utang lancar, karena perusahaan perlu membayarkannya beberapa kali dalam satu tahun.

    Contoh liabilitas jangka pendek antara lain kredit rekening koran, tagihan listrik, tagihan air, cicilan mesin, dan pajak penghasilan (PPh).

    Dalam neraca keuangan, pelaporan liabilitas jangka pendek biasanya digabung menjadi satu. Misalnya tagihan listrik 3 bulan sekali, maka dalam neraca keuangan adalah total pembayaran yang dilakukan 4 kali dalam setahun.


Cara Menganalisis Liabilitas Perusahaan

Salah satu fungsi liabilitas adalah membantu untuk menganalisis laporan keuangan dan menyimpulkan kondisi perusahaan di akhir tahun pelaporan.

Apabila liabilitas lebih besar daripada ekuitas, maka artinya sebagian besar aset perusahaan terbiayai dengan hak milik eksternal. Kondisi seperti ini tentunya tidak sehat untuk perusahaan.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi rasio liabilitas - aset tidak seimbang, analisis liabilitas adalah sesuatu yang perlu Anda lakukan, berikut ini komponennya.

  1. Rasio Utang terhadap Ekuitas
    Komponen liabilitas pertama yang perlu dianalisis adalah rasio utang terhadap ekuitas (pendapatan/pertambahan nilai perusahaan).

    Sebelum memulai, tanyakan pada diri Anda sendiri tentang hal berikut: apakah ekuitas yang perusahaan dapat cukup untuk membayar semua utang?

    Apabila jumlah utang mencapai 50% atau lebih, maka keuangan perusahaan dalam kondisi tidak sehat. Sehingga di tahun berikutnya perusahaan perlu berusaha mengurangi liabilitas atau meningkatkan ekuitas.

  2. Rasio Utang terhadap Aset
    Analisis liabilitas yang selanjutnya perlu Anda lakukan adalah rasio utang terhadap aset. Komponen ini lebih penting, karena menyangkut izin operasional perusahaan.

    Apabila setelah analisis ditemukan jumlah utang mencapai 50% atau lebih, maka aset perusahaan Anda terancam terkena hipotik (apabila gagal membayar liabilitas).

    Jumlah ideal untuk rasio utang adalah 40%, atau kurang dari itu. Semakin rendah rasio utang terhadap aset, maka operasional perusahaan juga akan semakin aman.


Contoh Liabilitas Perusahaan

Liabilitas adalah komponen akuntansi yang tidak terlalu sulit dipahami, sehingga Anda bisa menghitung jumlahnya dengan mudah. Tapi, agar semakin mudah memahami liabilitas, berikut kami sajikan contoh liabilitas perusahaan.

LAPORAN KEUANGAN LIABILITAS

PT JAYA MAKMUR TBK.
31 Desember 2020


LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha ¾ Pihak ketiga : 105.980.775
Utang lain-lain ¾ Pihak ketiga : 859.657
Utang pajak : 799.999
Beban masih harus dibayar: 50.956.390

Pinjaman bank : 48.900.000
Utang jangka panjang: –
Sewa pembiayaan: 67.345.098
Liabilitas jangka pendek lainnya: 5,991

Total liabilitas jangka pendek: 274.847.910


LIABILITAS JANGKA PANJANG

Liabilitas imbalan kerja: 49.553.900
Senior notes : 32.456.988
Pinjaman bank: 85.688.900
Sewa pembiayaan: 151.990.800

Total liabilitas jangka panjang : 319.690.588

Total liabilitas keseluruhan: 594.538.498


Liabilitas adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari, terutama bagi perusahaan baru berkembang. Akan tetapi, jika manajemen liabilitasnya tertata rapi, maka Anda tidak perlu khawatir perusahaan akan kolaps karena terlalu banyak liabilitas.

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Perjanjian Pra Nikah: Proses, Fungsi, Isi dan Cara Membuat

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Cek! Ini Dia Daftar Biaya Rontgen Lengkap dan terbaru

View All