Related Product

Nyala

Nyala

ONe Mobile

ONe Mobile

Reksa Dana

Reksa Dana

Wealth Management

Wealth Management

Apa itu Capital Gain? Ini Arti, Jenis, & Cara Menghitungnya

2 Jun 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Capital gain adalah salah satu hal terpenting bagi investor, ini bahasannya.

Tujuan utama investasi adalah untuk mencapai peningkatan jumlah modal investor. Dalam bahasa investasi, keuntungan ini disebut dengan capital gain, atau juga disebut dengan keuntungan modal. Jadi apa itu capital gain? Apa saja jenis keuntungan modal yang bisa didapat investor? Apa perbedaan dividen dan capital gain? Bagaimana rumus capital gain? OCBC NISP punya ulasan lengkapnya di bawah ini.


Apa Itu Capital Gain?

Capital gain adalah jumlah keuntungan seorang investor saat menjual kembali aset investasinya. Dalam bahasa Indonesia, arti capital gain disebut juga dengan keuntungan modal. Perolehan keuntungan dari capital gain adalah selisih harga dari penjualan dan harga beli produk investasi.

Kebalikan dari capital gain adalah capital loss. Capital loss merupakan kerugian investasi karena harga jual lebih rendah daripada harga beli. Sama seperti keuntungan modal yang jumlahnya bisa puluhan sampai ratusan juta, capital loss juga dapat terjadi dalam jumlah besar.


Perbedaan Capital Gain dan Dividen

Setelah membahas apa itu capital gain, kali ini kita akan membahas perbedaan capital gain dan dividen. Jujur saja, sampai saat ini masih banyak orang menganggap dividen dan capital gain adalah hal yang sama. Padahal keduanya berbeda, meskipun sama-sama menguntungkan investor. Apa saja perbedaan capital gain dan dividen? Ini jawabannya.

  1. Sifat Pendapatan
    Perbedaan dividen dan capital gain yang pertama adalah sifat pemerolehannya. Dividen investasi bersifat pasif. Sebab untuk mendapatkan keuntungan, investor tak perlu banyak melakukan kegiatan trading melainkan hanya menunggu profit perusahaan tiap jangka waktu tertentu.

    Sementara itu, capital gain bersifat aktif, karena investor harus rajin memainkan trading di pasar modal. Dalam hal ini investor dituntut untuk berpikir dan menganalisa pasar modal, karena mempengaruhi nilai keuntungan modalnya di masa depan.

  2. Jangka Waktu Investasi
    Perbedaan dividen dan capital gain selanjutnya terletak pada jangka waktu investasi. Investor penyuka dividen biasanya menyukai keuntungan dalam jangka panjang, karena pembagian dividen dilakukan hanya setahun sekali. Jika ingin dividennya lebih banyak, maka investasi di awal tahunnya juga harus lebih besar.

    Sementara itu, investor pengejar capital gain adalah mereka yang memiliki modal kecil, karena harga saham per lot di pasar modal lebih murah dibandingkan penanaman modal ke perusahaan langsung. Investor semacam ini mendapat untung saat saham-sahamnya mengalami kenaikan harga jual dibanding harga beli.

  3. Waktu Transaksi
    Perbedaan dividen dan capital gain berikutnya yaitu lama waktu transaksi. Untuk memperoleh keuntungan, investor harus pandai membaca dan menganalisis kondisi pasar. Dengan demikian, Anda dapat melihat waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham.

    Waktu yang tepat untuk melakukan pembelian instrumen investasi atau saham agar memperoleh dividen adalah sebelum batas waktu akhir cum date. Cum date merupakan waktu perolehan dividen bagi investor yang tercatat dalam kepemilikan saham.

    Sedangkan waktu yang tepat untuk menjual saham guna memperoleh capital gain adalah saat tiba masa ex date. Masa ex date merupakan rentang waktu setelah cum date, ketika investor tidak masuk dalam kepemilikan saham sehingga tidak mendapatkan dividen.

  4. Waktu Mendapatkan Keuntungan
    Perbedaan dividen dan capital gain yang terakhir adalah waktu pembagian keuntungannya. Pemerolehan laba atas dividen dan keuntungan modal dilakukan pada waktu berbeda.

    Bisanya dividen diperoleh secara rutin tiap setahun sekali. Besaran keuntungan ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Sedangkan periode mendapatkan profit dari keuntungan modal bisa kapan saja. Karena tidak terikat dengan kebijakan perusahaan, melainkan bergantung investor kapan menjual asetnya.


Jenis-Jenis Keuntungan Modal

Setelah membahas perbedaan dividen dan capital gain, kali ini kita akan membahas jenis-jenis keuntungan modal paling umum didapat investor. Jenis-jenis keuntungan modal adalah sebagai berikut.

  1. Keuntungan Modal Jangka Pendek (Short-Term Capital)
    Keuntungan modal jangka pendek adalah profit investasi dari penjualan saham-saham dalam jangka waktu kurang dari setahun. Keuntungan modal jenis ini biasanya dilakukan investor-investor penyuka risiko. Jika ingin memperoleh keuntungan modal jangka pendek, investor harus punya kemampuan analisa dan prediksi yang kuat.

  2. Keuntungan Modal Jangka Panjang (Long-Term Capital)
    Keuntungan modal jangka panjang adalah keuntungan dari kepemilikan saham dalam jangka waktu minimal satu tahun. Jenis keuntungan modal ini paling disukai investor-investor santai, yang tidak menghabiskan waktu memantau pasar modal.

    Jika ingin mendapat keuntungan modal jangka panjang, sebaiknya Anda tidak menjual saham setelah setahun memilikinya, melainkan lebih dari itu. Sebab, mayoritas harga saham tidak mengalami perubahan signifikan dalam satu tahun.


Rumus Capital Gain Berikut Perhitungan Pajaknya

Setelah membahas apa itu capital gain, perbedaan dividen dan capital gain, serta jenis-jenisnya, kali ini kita akan membahas rumus capital gain. Adapun rumus capital gain adalah sebagai berikut.

Capital Gain = Harga Jual – (harga beli x jumlah produk yang dibeli atau diinvestasikan)

Dalam menghitung keuntungan modal, Anda juga perlu memperhatikan adanya pengenaan pajak atas capital gain. Pajak atas capital gain adalah biaya pajak tambahan penghasilan yang dibebankan pada investor dan wajib dibayarkan sebagai pajak terutang.

Contoh perhitungan pajak atas capital gain adalah seperti di bawah ini:

Seseorang membeli saham pada tahun 2011 seharga Rp 100 juta dan mempertahankan aset tersebut hingga tahun 2021. Saat akan dijual, harga saham masa kini telah mencapai Rp 500 juta selama 10 tahun. Dari kasus tersebut, perhitungan rumus capital gain adalah:

Capital Gain = Harga Jual – (harga beli x jumlah produk yang dibeli atau diinvestasikan)
Capital Gain = Rp 500 juta – (Rp 100 juta x 1)
Capital Gain = Rp 400 juta

Jadi, diketahui besaran capital gain adalah Rp 400 juta. Sementar jumlah pajak atas capital gain yang harus dibayarkan saat persentase pajak masa itu sebesar 15% yaitu:

Besar Pajak = Rp 400 juta x 15% = Rp 60 juta.

Jadi berdasarkan kasus di atas, besaran pajak atas capital gain adalah Rp 60 juta.


Demikian bahasan tentang apa itu capital gain, jenis, rumus, serta perbedaannya dengan dividen. Capital gain adalah hal yang harus Anda pahami baik-baik, terutama jika Anda ingin menjadi investor. Sebab, bukan hanya dividen, capital gain juga termasuk faktor keberhasilan investasi. Semakin tinggi nilai capital gain Anda, semakin sukses pula investasi Anda. Jadi, selamat berinvestasi!

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Investment - 9 May 2022

investasi-bertahap-dengan-RD

Read

Investment - 9 May 2022

pasar-saham-sell-or-buy

View All