3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko, Anda yang Mana?

24 Jun 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Mau terjun ke dunia investasi? Pelajari dulu tipe tipe investor yuk!

Berdasarkan analisa dan profil risikonya, terdapat 3 tipe investor yaitu konservatif (risk averse), moderat, dan agresif (risk taker). Selama ini, orang berpikir investor agresif adalah yang terburuk dan paling sering mengalami kerugian. Padahal, tipe-tipe investor tersebut punya kelebihan dan kelemahan sendiri lho! Simak penjelasan lengkap tentang 3 tipe investor menurut profil risiko berikut ini.


Tipe Investor Konservatif (Risk Averse)

Tipe tipe investor menurut profil risiko pertama adalah investor konservatif atau dikenal sebagai risk averse. Investor konservatif adalah mereka yang berinvestasi pada instrumen-instrumen investasi cenderung stabil dengan profil risiko rendah.

Orang-orang berinvestasi cenderung menghindari risiko tinggi, walaupun keuntungan yang didapat kecil. Sebab investor ini mengutamakan jaminan keamanan, asal tidak mengalami kerugian. Dalam praktiknya, terdapat kelebihan dan kekurangan dari risk averse. Berikut merupakan penjelasan lengkapnya..

Kelebihan Investor Konservatif

Kelebihan investor konservatif adalah kehati-hatiannya dalam memilih instrumen investasi karena menghindari produk investasi yang risikonya tinggi.

Mereka cenderung berinvestasi pada produk dengan potensi kerugian minim atau bahkan tidak berisiko sama sekali. Tujuan utamanya lebih memprioritaskan jaminan keamanan berinvestasi ketimbang imbal hasil.

Oleh karena itu, investor konservatif tidak masalah bila memperoleh profit sedikit, tetapi pemasukan rutin dan pasti. Dibandingkan tipe tipe investor lainnya, pemodal konservatif cocok untuk investor pemula.


Kekurangan Investor Konservatif

Selain kelebihan, investasi risk averse juga memiliki banyak kekurangan yang membuat Anda perlu berpikir dua kali sebelum menjadi investor jenis ini.

Adapun kelemahan investasi risk averse adalah jumlah keuntungan lebih sedikit, karena mereka cenderung berinvestasi pada instrumen berprofil risiko rendah. Sejalan dengan prinsip investasi, semakin tinggi risiko maka return semakin besar, begitu pula sebaliknya.

Kekurangan lain investor konservatif adalah kurang terlatihnya kemampuan analisis. Investasi merupakan sarana terbaik mempelajari kemampuan berpikir kritis dan analisa. Makin tinggi targetnya, investor akan dituntut bisa menganalisa dan mengambil keputusan lebih akurat. Akan tetapi, pengalaman seperti ini tidak akan bisa dimiliki seorang investor konservatif.


Baca Juga:


Tipe Investor Moderat (Moderate)

Tipe tipe investor menurut profil risiko berikutnya yaitu investor moderat (moderate). Investor moderat adalah julukan bagi mereka yang telah berani mengambil risiko dalam tingkat medium. Jenis investor ini memiliki kesadaran tinggi akan besarnya bagi hasil yang diterima bila mengambil risiko lebih tinggi, namun tetap memperhitungkan matang potensi kerugian yang timbul.

Di antara tipe tipe investor lainnya, jenis moderat merupakan risk neutral atau berada dalam posisi netral. Mereka akan berinvestasi pada instrumen dengan risiko tidak terlalu rendah dan tinggi.


Kelebihan Investor Moderat

Kelebihan investor moderat adalah pengambilan risikonya yang bijaksana, tidak terlalu hati-hati ataupun agresif. Investor moderat akan mengumpulkan berbagai instrumen investasi, melakukan kalkulasi, dan memilih instrumen dengan risiko dan potensi 50/50.

Dikarenakan sifat selektifnya, investor moderat umumnya punya banyak bahan bacaan. Sebelum mengambil keputusan, investor jenis ini akan membaca sebanyak mungkin referensi agar instrumen pilihannya menghasilkan return sesuai target tertentu.


Kekurangan Investor Moderat

Kelebihan investor moderat yang suka mengumpulkan referensi ternyata bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Proses pengambilan keputusan investor moderat umumnya terlalu lama, sehingga investor jenis ini sering kehilangan momen kenaikan harga saham.


Tipe Investor Agresif (Risk Taker)

Tipe tipe investor menurut profil risiko terakhir adalah risk taker atau investor agresif. Diantara jenis investor lainnya, risk taker cenderung lebih berani dan siap menerima konsekuensinya.

Ciri-ciri utama investor agresif adalah mereka mau mempertaruhkan modal besar dalam instrumen berisiko tinggi. Saat analisanya meleset, maka mereka akan mengalami kerugian besar. Akan tetapi, jika keputusannya akurat, maka untung mereka juga berkali lipat.

Investor-investor dengan sifat agresif biasanya tidak menyimpan dana di reksadana, surat utang negara, atau saham blue chip. Sebaliknya, mereka akan memilih investasi di sektor spesifik seperti mobil listrik, sains, dan cryptocurrency. Investor start-up juga termasuk dalam klasifikasi investor agresif.

Menjadi seorang investor agresif memiliki banyak kelebihan dan kelemahan, penjelasannya berikut ini.


Kelebihan Investor Agresif

Investor agresif adalah jenis investor yang dibanggakan karena kemauannya berpikir out-of-the-box. Investor jenis ini tidak akan takut mempertaruhkan dana dalam jumlah besar untuk membeli saham perusahaan dengan ide anti mainstream.

Di kemudian hari, saat perusahaan dengan ide anti mainstream tersebut akhirnya menjadi penguasa market share dunia, investor agresif pun akan mendapat keuntungan berkali-kali lipat. Bahkan membuat mereka jadi milyarder dalam waktu singkat.


Kekurangan Investor Agresif

Di balik potensi besarnya, menjadi tipe investor agresif punya banyak kekurangan. Selain balik modalnya lama, investor jenis ini juga sering mengalami kerugian, terutama jika proyek/perusahaan didanai mengalami kegagalan produk. Oleh sebab itu, di antara 3 tipe investor yang ada, investor agresif paling tidak cocok bagi pemula.


Demikian pembahasan tentang 3 tipe investor menurut profil risiko serta kekurangan dan kelebihannya. Apapun tipe tipe investor yang Anda minati, jangan lupa untuk selalu berhati-hati saat membuat keputusan investasi ya. Selain itu, jangan lupa memperdalam ilmu agar hasil analisa Anda lebih tajam dan menghasilkan profit maksimal. Selamat berinvestasi!


Baca Juga:

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Perjanjian Pra Nikah: Proses, Fungsi, Isi dan Cara Membuat

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Cek! Ini Dia Daftar Biaya Rontgen Lengkap dan terbaru

View All