Startup unicorn dan decacorn melantai di IHSG

30 Jul 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Perusahaan rintisan (start up) bermula pada akhir tahun 90an dan awal tahun 2000-an, dimana mulai banyak perusahaan yang memiliki website dengan domain dot com, sehingga fenomena ini sering disebut dengan fenomena bubble dot com (.com).

Perusahaan rintisan (start up) bermula pada akhir tahun 90an dan awal tahun 2000-an, dimana mulai banyak perusahaan yang memiliki website dengan domain dot com, sehingga fenomena ini sering disebut dengan fenomena bubble dot com (.com).

Seiring dengan kemajuan teknologi dan maraknya penggunaan internet, memang sangat mempermudah dalam mengakses informasi sampai berbelanja, sehingga beberapa perusahaan start up Indonesia pun dilirik oleh investor asing, sampai menjadikan start up tersebut berskala unicorn dan decacorn, yang akhirnya siap bergabung untuk melantai di Bursa Efek Indonesia.

IPO dari start up tersebut disambut dengan antusias yang tinggi oleh investor domestik, apalagi OJK akhirnya menambahkan klasifikasi sektor teknologi ke dalam IHSG, untuk lebih memudahkan investor dalam menganalisa saham-saham dengan basis teknologi. IDXTECHNO adalah suatu index yang tergabung di dalam IHSG yang mengidentifikasi seluruh saham perusahaan berbasis sektor teknologi.

Sejalan dengan tema investasi global yang berfokus pada sektor teknologi, Indonesia sudah memiliki startup perusahaan teknologi berskala unicorn dan decacorn yang segera melakukan IPO dengan total market cap yang besar dan memberikan sumbangan sebesar 15 % ke bursa saham IHSG, serta meningkatkan bobot saham Indonesia pada Morgan Stanley Capital International (MSCI) Index. MSCI Index dalah indeks yang dibuat oleh Morgan Stanley untuk mengukur performa pasar di area tertentu.




Terlihat pada tabel di bawah ini menunjukan bahwa tren pergerakan sektor teknologi di dalam JCI Index atau IDXTECHNO ini menunjukan kenaikan yang sangat signifikan dan memberikan sumbangsih kenaikan terhadap IHSG. Secara YTD, sektor IDXTECHNO ini sudah memberikan imbal hasil sebesar 494,11%. Maka dari itu, optimisme bahwa IHSG akan meingkat masih terbuka lebar kedepannya.



Dengan Indonesia yang mulai mengadaptasi pemakaian index saham sektor tekologi diharapkan dapat memberikan kenaikan signifkan untuk bursa saham domestik. Terlebih dengan rencana beberapa perusahaan yang akan melakukan IPO, maka terlihat sentimen positif ini akan memberikan dorongan IHSG naik lebih lanjut.

Mari akses fitur pembelian reksa dana di One Mobile OCBC NISP, karena reksa dana saham yang terdapat di OCBC NISP memiliki bobot terhadap saham-saham teknologi yang akan segera IPO seperti Bukalapak dan GoTo.


Buka Rekening Investasi dengan cara berikut:


Dan beli reksa dana dengan cara berikut:


Promo Reksa Dana Saham yang bisa Anda gunakan sebagai berikut:


Cash Rebate Rp 25.000 untuk investasi pertamamu.

Periode hingga 31 Agustus.

Syarat dan ketentuan:
  1. Berlaku untuk pembelian Reksa Dana Lump Sum
  2. Berlaku untuk pembelian Reksa Dana secara Lump Sum mulai dari Rp25 Ribu
  3. Hanya berlaku jika pembukaan rekening Reksa Dana dan subscripton/ pembelian reksa dana dilakukan melalui ONe Mobile
  4. 1 Nasabah hanya berhak mendapatkan 1 Cash Rebate (tidak berlaku kelipatan)
  5. Periode hingga 31 Agustus 2021

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Perjanjian Pra Nikah: Proses, Fungsi, Isi dan Cara Membuat

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Cek! Ini Dia Daftar Biaya Rontgen Lengkap dan terbaru

View All