Pengertian Emiten, Tujuan, Fungsi, Contoh, & Syarat Listing

2 Aug 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Apa itu emiten? Sebelum terjun ke dunia investasi, pelajari dulu yuk!

Emiten adalah istilah yang digunakan untuk menyebut perusahaan penjual saham. Bisa dibilang, perusahaan emiten adalah lembaga yang membuat aktivitas bursa efek dapat terselenggara. Tanpa adanya perusahaan emiten, masyarakat tidak akan bisa menginvestasikan kelebihan dana untuk mengembangkan kekayaan.

Selain bagi investor, emiten juga punya berbagai tujuan dan fungsi untuk pelaku pasar modal lainnya. Jika Anda ingin tahu apa itu emiten dengan lebih mendalam, pastikan membaca ulasan dari OCBC NISP ini sampai habis ya!


Apa Itu Emiten Saham?

Menurut OJK, emiten adalah pihak yang melakukan Penawaran Umum, yakni penawaran saham atau efek kepada masyarakat sesuai tata cara dalam undang-undang. Dalam proses pelaksanaan perannya, istilah emiten adalah istilah umum untuk perseorangan, pemerintah, asosiasi, ataupun badan usaha penjual saham di pasar modal.

Emiten saham dapat menjual instrumen investasi apapun asalkan mengikuti peraturan perundang-undangan, mulai dari saham, surat utang, surat berharga, obligasi, unit penyertaan, dan sebagainya. Laku tidaknya instrumen-instrumen tersebut selanjutnya akan dipengaruhi demand investor terhadap saham perusahaan emiten.


Cara Kerja Emiten dalam Pasar Modal

Pada dasarnya, perusahaan emiten adalah urat nadi dari segala aktivitas bursa efek. Tanpa adanya emiten saham, investor dan lembaga penunjang lainnya tidak akan bisa memenuhi kepentingan mereka. Jika diibaratkan sebagai pasar, perusahaan emiten adalah pedagangnya.

Sebelum resmi mendapat izin melakukan Penawaran Umum, emiten wajib memenuhi beberapa syarat terlebih dulu. Selain itu, calon perusahaan emiten juga harus berusia minimal 36 bulan dan punya buku laporan keuangan teraudit tiap tahunnya.

Setelah semua syarat terpenuhi, perusahaan emiten saham perlu melakukan penunjukan underwriter yang akan membantu pendaftaran ke BEI. Selama proses pengajuan, calon emiten saham bisa melakukan promosi kepada masyarakat.

Begitu proses pendaftaran disetujui BEI, perusahaan emiten akan menerima tanggal efektif perilisan saham dan harga awal penawarannya.


Syarat Menjadi Emiten

Faktanya, tidak semua perusahaan bisa mengajukan diri menjadi emiten saham. Ada ketentuan tertentu yang wajib dipenuhi sebelum bisnis Anda bisa listing di bursa. Berdasarkan peraturan BEI, beberapa syarat menjadi emiten adalah sebagai berikut:

  • Badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT), bukan CV atau bentuk badan usaha lainnya

  • Memiliki komisaris independen minimal 30% dari jajaran dewan komisaris

  • Memiliki direktur independen minimal 1 orang dari jajaran direksi

  • Memiliki komite audit (internal dan eksternal) serta sekretaris internal perusahaan

Sementara itu dari segi kelembagaan, syarat menjadi perusahaan emiten adalah:

  • Beroperasi pada core business yang sama minimal 36 bulan (3 tahun)

  • Memiliki bukti laba usaha tertentu dalam 1 tahun terakhir (semakin besar semakin baik)

  • Membukukan laporan keuangan teraudit selama 3 tahun terakhir, dengan opini “Wajar Tanpa Pengecualian”

  • Memiliki aset berwujud di atas Rp100 milyar

  • Jumlah pemegang saham minimal 1000 orang


Manfaat Pasar Modal Bagi Emiten

Setelah membahas apa itu emiten saham, cara kerja, dan syaratnya, kali ini OCBC NISP akan membahas manfaat pasar modal bagi emiten, di antaranya:

  1. Tempat Menemukan Investor yang Tepat
    Poin pertama manfaat pasar modal bagi emiten adalah menjadi tempat perusahaan emiten saham dalam menemukan investor. Dengan adanya pasar modal, emiten berkesempatan mendapatkan sebanyak-banyaknya investor yang tertarik menanamkan modalnya.

  2. Penjamin Keamanan Transaksi Modal
    Manfaat pasar modal bagi emiten berikutnya adalah sebagai penjamin keamanan transaksi permodalan. Dalam proses penyelenggarannya, pasar modal dilindungi dan diawasi langsung oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan OJK. Oleh sebab itu, segala transaksi antara emiten dan investor terjamin bebas penipuan dan wanprestasi.

  3. Penyedia Lembaga-Lembaga Penunjang Investasi
    Manfaat pasar modal bagi emiten poin terakhir adalah sebagai pihak penyedia institusi penunjang investasi, mulai dari underwriter, pialang, bank kustodian, lembaga kliring, agen, dan masih banyak lagi. Pada dasarnya, proses Penawaran Umum emiten adalah sebuah proses kompleks yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pihak perusahaan emiten saham.


Tujuan Emiten

Di dalam bursa, kepentingan utama perusahaan emiten adalah mendapatkan bantuan permodalan sebanyak-banyaknya dengan menawarkan sebagian porsi kepemilikan perusahaan. Tapi selain itu, ada beberapa tujuan emiten saham yang tak kalah penting, di antaranya:

  1. Memperbaiki Struktur Modal Usaha
    Tujuan pertama emiten adalah untuk memperbaiki struktur modal atau capital structure mereka. Bagi sebuah bisnis, memiliki struktur modal sehat dengan ekuitas dan liabilitas seimbang adalah kondisi paling ideal. Apabila suatu perusahaan mempunyai lebih banyak hutang daripada arus kas, maka melakukan emisi saham bisa jadi solusinya.

  2. Melakukan Ekspansi Bisnis
    Tujuan berikutnya emiten adalah melakukan ekspansi bisnis. Setiap usaha memiliki ambisi guna menguasai seluas-luasnya pangsa pasar. Jika arus kas perusahaan tidak cukup untuk membiayai ekspansi, perusahaan dapat melakukan Penawaran Umum ke masyarakat.

  3. Melindungi Perusahaan dari Risiko Bangkrut
    Emiten adalah salah satu jalan pintas yang bisa dilakukan Anda untuk melindungi perusahaan dari kebangkrutan. Likuidasi dana dari investor dapat dimanfaatkan perusahaan guna menambal sektor-sektor penyebab kebangkrutan.

  4. Mengalihkan Kepemilikan Saham
    Tujuan terakhir emiten adalah mengalihkan kepemilikan saham pada orang lain. Apabila seorang investor dengan persentase saham tinggi sudah mulai bosan/terlibat masalah dengan internal perusahaan, maka investor tersebut dapat melepaskan kepemilikan sahamnya dan menjualnya ke orang lain.


Fungsi Emiten Bagi Pelaku Pasar Modal Lainnya

Selain bermanfaat bagi perusahaan emiten saham itu sendiri, faktanya Penawaran Umum juga menguntungkan berbagai pihak, tidak hanya investor saja. Beberapa fungsi emiten di antaranya:

  1. Tumpuan Aktivitas Bursa Efek
    Emiten adalah pihak penyedia instrumen yang diperjualbelikan dalam bursa efek. Oleh sebab itu, segala tumpuan aktivitas bursa bergantung pada seberapa banyak emiten melakukan listing saham di sana. Banyaknya perusahaan emiten saham bisa jadi salah satu tanda tingginya gairah investasi di suatu negara.

  2. Menyediakan Pilihan Lot Saham Bagi Masyarakat
    Fungsi berikutnya emiten adalah menyediakan lot saham untuk dibeli investor. Dengan tersedianya lot saham dengan berbagai harga, masyarakat bisa menyesuaikan budget investasi dengan anggaran keuangan masing-masing.

  3. Memanfaatkan Jasa Underwriter dan Pelaku Pasar Modal Lainnya
    Selain investor dan emiten, pasar modal memiliki berbagai macam pelaku pasar lain yang membantu kelancaran perdagangan saham. Dengan adanya emiten, para pelaku pasar ini punya sumber pendapatan sebagai mata pencaharian.

  4. Meningkatkan Kesejahteraan Investor
    Fungsi terakhir perusahaan emiten adalah meningkatkan kesejahteraan investor. Setiap tahunnya, emiten akan mencairkan pembagian profit pada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Persentase keuntungan tersebut dapat membantu investor meningkatkan kesejahteraan hidupnya.


Efek yang Bisa Diperjualbelikan Emiten

Setelah mengetahui apa itu emiten, syarat, tujuan, dan fungsinya, di bawah ini ada beberapa jenis efek yang bisa diperjualbelikan perusahaan emiten, yaitu:

  1. Saham
    Efek utama yang menjadi obyek jual beli emiten adalah saham, atau persentase pembagian kepemilikan perusahaan. Sebagai gantinya, emiten perlu memberikan dividen pada investor tiap tutup buku (bisa 3, 4, 6, atau 12 bulan sekali).

  2. Obligasi Korporat
    Efek lainnya untuk dijual emiten adalah obligasi korporat, yaitu surat tanda utang yang dijual ke masyarakat dengan perjanjian pengembalian dalam waktu tertentu. Agar lebih menarik, biasanya penjualan obligasi korporat disertai dengan coupon rate atau pertambahan nominal pengembalian dana.

  3. Reksadana
    Produk efek perusahaan emiten berikutnya adalah reksadana, yaitu surat-surat berharga, properti, atau aset lainnya yang dijual pada masyarakat. Sebagian besar emiten reksadana adalah perusahaan properti.Exchange Traded Fund (ETF)

  4. Exchange Traded Fund (ETF)
    ETF adalah perpaduan antara saham dan reksadana, yaitu kontrak investasi kolektif yang diperjualbelikan layaknya saham di dalam bursa. Ini merupakan salah satu jenis efek paling sering dijadikan transaksi perusahaan emiten.

  5. Saham Derivatif
    Efek terakhir yang dapat dijual emiten adalah saham derivatif, yaitu segala jenis turunan saham selain dari instrumen sudah disebutkan di atas, contohnya seperti deposito berjangka, valas berjangka, dan sebagainya.


Contoh Emiten di Indonesia

Di Indonesia, ada sangat banyak contoh emiten yang dapat Anda pilih sebagai tempat menaruh modal. Contoh-contoh emiten tersebut bisa langsung dicek melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia atau dengan membaca-baca berita investasi di internet. Misalnya di BEI, OCBC NISP juga merupakan salah satu contoh emiten saham, dengan kode emisi NISP.


Itulah bahasan lengkap tentang apa itu emiten, fungsi, tujuan, syarat, dan contoh efek yang bisa diperjualbelikannya! Sebagian besar perusahaan emiten adalah bisnis-bisnis dengan kinerja terbukti dan terpercaya. Jadi jika Anda ingin menjadi emiten saham, pastikan perusahaan Anda punya reputasi dan tingkat profitabilitas menjanjikan ya!

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Perjanjian Pra Nikah: Proses, Fungsi, Isi dan Cara Membuat

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Cek! Ini Dia Daftar Biaya Rontgen Lengkap dan terbaru

View All