Pasar Modal: Pengertian, Sejarah, Fungsi, & Instrumennya

2 Aug 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Pasar modal adalah salah satu sarana mencari pendanaan bisnis, pelajari yuk!

Demi mendapat lebih banyak cash flow, perusahaan dapat memanfaatkan berbagai sarana, pasar modal adalah salah satunya. Di dunia bisnis, mencari investasi di pasar modal adalah cara termudah untuk mendapat bantuan pendanaan. Dalam bahasan kali ini, OCBC NISP akan mengupas lebih jauh tentang pengertian pasar modal, instrumen, sejarah, fungsi, manfaat, dan contoh-contoh produknya.


Pengertian Pasar Modal

UU pasar modal Indonesia diatur dalam UU No. 8 Tahun 1995 menjelaskan pengertian pasar modal adalah aktivitas yang berhubungan dengan perdagangan efek dan penawaran umum antara pelaku dan perusahaan emiten.

Jadi secara umum, pengertian pasar modal adalah kegiatan dalam melakukan transaksi jual beli surat berharga atau efek antara investor dan perusahaan emiten serta pelaku pasar modal lainnya. Sementara, tempat yang dijadikan sebagai pasar modal adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).


Sejarah Pasar Modal di Indonesia dan Dunia

Sejarah pasar modal di dunia dimulai oleh Negara Perancis pada abad ke-12. Kemudian di Bruges, Flemish, Belgia juga memulai perdagangan komoditas pada abad ke-13. Perkembangan jual beli efek baik komoditas atau surat berharga terus meningkat di berbagai negara Eropa, termasuk Belanda.

Sejarah pasar modal Indonesia diawali dari penjajahan kolonial VOC Belanda. Pada tanggal 14 Desember 1912 di Batavia, pasar modal di Indonesia resmi berdiri dengan nama Vereniging voor de Effectenhandel (asosiasi perdagangan efek).

Sayangnya, pada tahun 1918 pasar modal Indonesia tersebut harus ditutup karena muncul gejolak ekonomi sebagai akibat dari Perang Dunia I dan II. Pasar modal Indonesia kembali dibuka tahun 1977 oleh Presiden Soeharto dengan nama Bursa Efek Jakarta. Akhirnya, pasar modal di Indonesia semakin berkembang dan diperbaharui kebijakan dan namanya menjadi Bursa Efek Indonesia.


Fungsi Pasar Modal

Fungsi pasar modal terdiri dari dua jenis yaitu fungsi secara ekonomi dan keuangan. Penjelasan masing-masing akan dibahas di bawah ini.

  1. Fungsi Ekonomi
    Pada dasarnya, fungsi pasar modal adalah mempertemukan dua pihak berkepentingan, yaitu investor dan perusahaan emiten. Investor ingin berinvestasi demi mendapat keuntungan, sedangkan perusahaan emiten membutuhkan tambahan permodalan dari investor.

    Tak hanya itu, fungsi pasar modal adalah membuka kesempatan para pengusaha untuk memperoleh modal sehingga terciptanya kestabilan likuiditas dalam perusahaan melalui penjualan surat berharga atau surat utang di IPO/Obligasi. Adanya tambahan modal mampu mendorong perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya, sehingga tercipta lapangan pekerjaan dan mempengaruhi perekonomian suatu negara.

  2. Fungsi Keuangan
    Sedangkan ditinjau dari segi keuangan, fungsi pasar modal adalah menyediakan sarana pemerataan pemasukan baik dari investor dan emiten. Pihak investor berpotensi mendapatkan imbal hasil dari instrumen yang dipilih.

    Di sisi lain, perusahaan emiten mendapatkan suntikan modal sehingga produktivitas bisnis menjadi meningkat. Ekspansi bisnis yang meluas akan membuka kesempatan lapangan pekerjaan, sehingga keuangan masyarakat jadi lebih lancar.


Manfaat Pasar Modal

Keberadaan pasar modal membawa dampak yang besar bagi banyak kalangan. Adapun manfaat pasar modal adalah sebagai berikut.

  1. Menambah Pendanaan Modal Bagi Pengusaha
    Uang yang diinvestasikan dalam pasar modal oleh investor mampu membantu pengusaha untuk mendapatkan tambahan pendanaan modal sehingga bisnisnya semakin berkembang dan menghasilkan profit besar. Oleh karena itu, manfaat pasar modal adalah sebagai ruang para pengusaha untuk mendapatkan modal usaha.

  2. Meningkatkan Kapasitas Produksi Bisnis
    Pasar modal mampu memberikan pengaruh pada peningkatan produksi bisnis. Perusahaan yang mendapatkan suntikan modal dari investor membuat produktivitas bisnisnya semakin meningkat. Sehingga manfaat pasar modal demi keberlangsungan bisnis sangatlah besar.

  3. Mendukung Simbiosis Mutualisme Antara Investor dan Emiten
    Salah satu manfaat pasar modal adalah menimbulkan simbiosis mutualisme antara investor dan emiten. Karena kedua belah pihak yang saling membutuhkan dipertemukan dalam wadah bernama pasar modal untuk memenuhi keperluan masing-masing. Investor sebagai pemilik modal menginvestasikan dananya, sedangkan pihak emiten mencari dana memperoleh bantuan modal dari investor.

  4. Memeratakan Pendapatan Masyarakat
    Aktivitas pasar modal membuat banyak kalangan merasa diuntungkan karena adanya arus pemasukan masing-masing pihak. Pihak investor mendapatkan passive income atas bagi hasil, pihak emiten mampu meningkatkan profit usahanya dengan suntikan modal, dan masyarakat lain bisa memperoleh pekerjaan sehingga mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu, manfaat pasar modal adalah meratakan pendapatan masyarakat.

  5. Mendorong Terciptanya Lebih Banyak Tenaga Kerja
    Modal yang diperoleh oleh pengusaha bisa meningkatkan produktivitas dan meningkatkan ekspansi bisnis. Ketika bisnis berkembang pesat, pastinya memerlukan SDM lebih banyak. Sehingga tenaga kerja dapat terserap dengan baik dan mengurangi tingkat pengangguran.

  6. Membantu Meningkatkan Pendapatan Pajak
    Tidak hanya masyarakat dan pengusaha saja yang merasakan manfaat pasar modal, tetapi pemerintah juga merasa diuntungkan. Karena peningkatan pendapatan masyarakat dan hasil produktivitas usaha menyebabkan pendapatan pajak semakin naik.

  7. Memberi Kontribusi dalam Memajukan Ekonomi Negara
    Terakhir, manfaat pasar modal adalah memberi kontribusi dalam kemajuan ekonomi suatu negara. Banyak sekali pihak terlibat dan berpengaruh atas dampak pasar modal ini. Sehingga hal ini membuat masyarakat yang berkontribusi dalam pasar modal telah ikut serta dalam meningkatkan perekonomian suatu negara.


Instrumen Pasar Modal

Selanjutnya kita akan membahas produk pasar modal yang bisa Anda pilih sebagai instrumen investasi untuk meraih keuntungan maksimal. Di bawah ini, beberapa instrumen pasar modal adalah berikut ini.

  1. Saham
    Contoh pasar modal yang banyak digandrungi oleh investor yaitu saham. Saham merupakan surat berharga yang diterbitkan sebagai bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan. Anda sebagai investor yang menginvestasikan sebagian uang dalam instrumen pasar modal ini akan mendapatkan imbal hasil berupa dividen.

  2. Reksadana
    Reksadana merupakan produk pasar modal yang tepat bagi Anda dengan tipe investor anti-ribet. Karena reksadana adalah contoh pasar modal yang pengelolaan dana investor dilakukan oleh manajer investasi untuk dikelola dalam portofolio efek sehingga hasil return dapat maksimal.

  3. Surat Utang/Obligasi
    Selanjutnya, instrumen pasar modal adalah surat utang atau obligasi. Obligasi merupakan produk pasar modal dengan penerbitan surat utang oleh pemilik perusahaan kepada investor yang membelinya. Contoh pasar modal dari surat utang ini seperti Surat Utang Negara, Sukuk, dan sejenisnya.

  4. Surat Berharga EFT
    Surat berharga EFT merupakan instrumen pasar modal mirip seperti reksadana dengan sistem pengumpulan dana secara kolektif dan dikelola oleh ahli profesional. Namun, surat berharga EFT ini dapat diperdagangkan dalam Bursa Efek Indonesia.

  5. Saham Derivatif
    Contoh pasar modal yang jarang diketahui yaitu saham derivatif. Saham ini merupakan bentuk turunan dari saham terbagi dalam dua jenis antara lain right dan warrant. Bentuknya tetap seperti surat berharga, hanya saja mekanismenya yang berbeda dengan saham pada umumnya.


Pelaku Pasar Modal

Aktivitas pasar modal tak luput dari peran berbagai pihak di dalamnya sehingga tetap bisa berjalan. Tapi, siapa saja pelaku pasar modal? Berikut daftar lengkap pelaku pasar modal di Indonesia

  1. Emiten
    Poin pertama pelaku pasar modal adalah emiten. Pihak ini sebagai pemilik surat berharga atau portofolio efek yang diterbitkan dalam pasar modal untuk mendapatkan modal dari investor. Sehingga dapat dikatakan emiten akan mengelola uang investor untuk kemajuan bisnisnya. Nantinya, hasil pengelolaan dana tersebut berupa dividen atau imbal hasil yang akan diterima oleh investor.

  2. Investor
    Investor merupakan pelaku pasar modal terpenting, sebab keberlangsungan pasar modal terjadi ketika investor menginvestasikan uangnya dalam berbagai produk pasar modal. Investor akan menanamkan modalnya dan bertransaksi terhadap perdagangan efek untuk meraih keuntungan.

  3. Penjamin Emisi (Underwriter)
    Berikutnya, pelaku pasar modal adalah penjamin emisi. Pihak ini bertugas dalam melakukan kontrak perjanjian dengan perusahaan emiten untuk melakukan penawaran terhadap sisa efek tidak terjual. Lembaga ini berfungsi dalam menjamin keberlangsungan kegiatan emiten di bursa efek.

  4. Agen Perantara
    Agen perantara adalah pihak yang bertugas untuk mencari investor agar mau menginvestasikan sejumlah uangnya pada instrumen pasar modal tertentu. Nantinya, agen perantara akan mendapatkan keuntungan berupa kompensasi dana ketika berhasil membawa investor untuk melakukan transaksi perdagangan efek.

  5. Pialang (Broker)
    Terakhir, pelaku pasar modal adalah pialang atau broker. Lembaga ini sebagai perantara antara penjual dan pembeli saham di pasar modal. Pihak pialang harus melalui ujian kelulusan WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek) dan lolos sertifikasi CFA (Certified Financial Analyst).


Struktur Pasar Modal

Selain pelaku, Anda juga perlu mengetahui struktur pasar modal dengan berbagai lembaga yang berfungsi membantu Anda saat melakukan jual beli di pasar modal. Selengkapnya tentang struktur pasar modal di Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM)
    Di poin pertama, struktur pasar modal di Indonesia yang tertinggi diduduki oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) berdasarkan persetujuan Kementerian Keuangan RI. BAPEPAM berfungsi dalam mengawasi dan membuat kebijakan terkait peraturan pasar modal.

  2. Perusahaan Emiten
    Perusahaan emiten menempati struktur pasar modal tingkat dua. Lembaga ini menerbitkan dan memiliki surat berharga yang kemudian diperdagangkan dalam pasar modal. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memperoleh modal guna meningkatkan produktivitas perusahaan.

  3. Self-Regulatory Organizations (SRO)
    Self Regulatory Organizations (SRO) merupakan lembaga dengan wewenang memproduksi kebijakan dan aturan sendiri bagi aktivitas bisnisnya di pasar modal. Dalam hal ini, struktur pasar modal SRO terdiri dari Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP), Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP).

    Bursa efek adalah pihak yang bertanggungjawab menyediakan sarana perdagangan efek. Sedangkan LKP merupakan lembaga yang melayani jasa kliring dan menjamin penyelesaian masalah transaksi di Bursa Efek. Terakhir, LPP yaitu badan penyelenggaran dan pengawas aktivitas bagi Bank Kustodian.

  4. Perusahaan Efek
    Poin keempat struktur pasar modal adalah perusahaan efek. Lembaga ini bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan untuk disalurkan dalam bentuk efek atau surat berharga. Perusahaan efek terdiri dari 3 badan yakni penjamin emisi efek, perantara pedagang efek, dan manajer investasi.

    Penjamin emisi efek merupakan perusahaan yang menyusun kontrak perjanjian bersama emiten. Sedangkan perantara pedagang efek bertugas melakukan perdagangan jual beli efek bagi kepentingan pribadi atau nasabah. Terakhir, manajer investasi adalah ahli profesional pengelola dana investor nasabah.

  5. Penasihat Investasi
    Di bawah posisi perusahaan efek, berikutnya struktur pasar modal adalah penasihat investasi. Badan ini bertugas untuk memberikan jasa konsultasi kepada investor yang memerlukan nasihat dan perspektif terkait pengambilan keputusan dalam pasar modal.

  6. Lembaga Penunjang Pasar Modal
    Lembaga penunjang pasar modal adalah pihak krusial yang menjaga stabilitas dan kelancaran transaksi dalam pasar modal. Badan ini terdiri dari bank kustodian, Biro Administrasi Efek, dan Wali Amanat.

    Bank kustodian adalah bank penyimpanan aset, surat berharga, dan instrumen lain berbentuk non-saham. Biro Administrasi Efek adalah fasilitator bagi perusahaan emiten dan investor dalam menjalankan aktivitasnya di bursa efek. Sementara itu, wali amanat berperan sebagai wakil investor atas transaksi pasar modal.

  7. Profesi Penunjang Pasar Modal
    Level terakhir dari struktur pasar modal adalah profesi penunjang. Adanya profesi penunjang lainnya yang mendukung kegiatan pasar modal karena banyak kepentingan yang harus diselesaikan oleh profesi lainnya. Contoh profesi penunjang seperti notaris, konsultan hukum, audit, dan akuntan.


Demikian pembahasan dari OCBC NISP tentang pengertian pasar modal, instrumen, struktur, fungsi, dan manfaatnya! Pasar modal adalah salah satu sarana krusial penentu maju tidaknya perekonomian negara. Sehingga akan lebih baik lagi jika kita sebagai warga negara terlibat aktif di dalamnya.


Baca Juga:

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Perjanjian Pra Nikah: Proses, Fungsi, Isi dan Cara Membuat

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Cek! Ini Dia Daftar Biaya Rontgen Lengkap dan terbaru

View All