Pengertian Pasar Uang, Fungsi, dan 8 Contoh Instrumennya

2 Aug 2021 Written by: Redaksi OCBC NISP

Pasar uang adalah salah satu sarana investasi yang menjadikan uang sebagai objek jual beli. Kenali instrumen pasar uang dan fungsi-fungsinya.

Selain pasar modal, dunia investasi punya satu lagi sarana jual beli instrumen, yaitu pasar uang. Secara fungsional, pasar uang adalah tempat transaksi jual beli dimana investor meminjamkan dana ke pihak lain dengan perjanjian imbalan tertentu. Ingin tahu lebih banyak tentang topik ini? Selengkapnya mengenai pengertian pasar uang, fungsi, dan instrumen-instrumen pasar uang akan OCBC NISP jelaskan di bawah ini.


Pengertian Pasar Uang

Di dunia investasi, pengertian pasar uang adalah kegiatan perdagangan surat berharga (efek) untuk memenuhi permintaan dan penawaran dana dalam jangka waktu pendek tanpa batasan tempat. Karena periode tempo pasar uang sangat pendek dan tujuan utamanya untuk membantu orang yang memerlukan dana, sehingga nama lain pasar uang adalah pasar kredit jangka pendek.

Ciri-ciri pasar uang adalah periode temponya sangat pendek sehingga hanya bisa memenuhi permintaan dan penawaran dana dibutuhkan dalam jangka pendek. Mekanisme pasar uang dikhususkan untuk menjembatani antara pihak memerlukan dana dengan orang dengan dana berlebih.

Seiring berkembangnya waktu, pasar uang syariah juga mulai dikonsumsi beberapa pihak sebagai sarana jual beli efek dengan sistem syariah. Pasar uang syariah adalah perdagangan surat berharga dalam jangka waktu pendek dengan menerapkan prinsip syariah sesuai agama Islam.


Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Setelah membahas pengertian pasar uang kali ini kita akan membahas perbedaan pasar uang dan pasar modal. Pasar uang dan pasar modal sekilas mirip, tapi sebenarnya keduanya cukup berbeda dari beberapa aspek.

Perbedaan pasar uang dan pasar modal yang pertama terletak pada waktu dan tempat perdagangan. Transaksi pasar modal biasanya memiliki waktu efektif tertentu serta hanya bisa terjadi dalam bursa efek. Sedangkan pasar uang dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

Sementara itu secara prinsip dan mekanisme transaksi, perbedaan pasar uang dan pasar modal tidak terlalu signifikan. Kedua pasar tersebut sama-sama membutuhkan pihak-pihak perantara dan pengawas guna menjamin kelancaran transaksi.


Fungsi Pasar Uang

Keberadaan pasar uang membawa manfaat pada banyak pihak, baik investor, pengusaha, dan pemerintah. Adapun fungsi pasar uang adalah sebagai berikut.

  1. Mempermudah Emiten Memperoleh Bantuan Dana Jangka Pendek
    Pertama bagi pihak emiten, fungsi pasar uang adalah membantu perusahaan dalam mendapatkan suntikan modal dalam jangka waktu pendek. Pihak emiten tidak perlu bingung dalam mencari tambahan modal atau investor. Karena adanya pasar uang membuat perusahaan dipertemukan dengan pemodal yang memiliki kelebihan dana.

  2. Meningkatkan Laju Pembangunan Negara
    Beberapa instrumen pasar uang adalah dijual dan diterbitkan oleh pemerintah dalam rangka mencari suntikan modal dari masyarakat untuk keperluan pembangunan negara. Ketika masyarakat berperan serta dalam menanamkan modalnya di instrumen pasar uang milik negara, maka mereka telah turut aktif dalam mendukung kemajuan pembangunan negara.

  3. Menghimpun Dana Masyarakat yang Berlebih
    Pasar uang adalah sarana tepat dalam mempertemukan pengusaha sebagai pihak yang memerlukan modal dan masyarakat sebagai pihak kelebihan dana. Sehingga kebutuhan antara investor dan perusahaan emiten dapat terpenuhi dengan adanya pasar uang. Tidak heran jika salah satu fungsi pasar uang adalah menghimpun dana masyarakat yang berlebih.

  4. Mencegah Terjadinya Krisis
    Keberhasilan pasar uang mampu mempengaruhi mobilitas keuangan dan kebijakan moneter. Pasar uang dalam bank sentral berfungsi untuk mengendalikan kestabilan laju sistem perbankan. Sehingga fungsi pasar uang adalah mencegah terjadinya krisis uang atau ekonomi dalam suatu negara.

  5. Menyediakan Opsi Investasi Low Risk Bagi Investor
    Terakhir, fungsi pasar uang adalah menyediakan opsi investasi minim risiko, utamanya bagi investor risk averse. Tidak seperti pasar modal, transaksi di pasar uang jauh lebih stabil dengan laba pasti. Hal tersebut dikarenakan sistem investasinya mirip dengan hutang piutang, tapi dengan janji pertambahan bunga hingga masa redemption-nya tiba.


Transaksi yang Terjadi dalam Pasar Uang

Di dalam pasar uang terdapat berbagai macam transaksi yang dijadikan opsi dalam melakukan perdagangan. Jenis transaksi yang dapat Anda pilih dalam pasar uang adalah di bawah ini.

  1. Pasar Uang Antar Bank
    Pasar uang antar bank merupakan salah satu transaksi dalam pasar uang paling sering dijumpai. Perdagangan pasar uang sebagian besar melibatkan lembaga-lembaga perbankan yang saling meminjam dana satu sama lain demi memenuhi kebutuhan nasabahnya.

  2. Jual Beli Sertifikat Utang
    Transaksi pasar uang berikutnya yaitu melakukan jual beli sertifikat utang. Pihak pemerintah atau bank sentral menerbitkan surat utang (efek) kepada bank umum untuk dibeli sebagai suntikan modal bank sentral. Begitu pula sebaliknya, bank umum menjual surat utang kepada bank sentral agar memperoleh dana.

  3. Transaksi Sertifikat Deposito
    Sebuah transaksi dimana pihak bank menerbitkan surat berharga untuk dibeli nasabah dengan nominal tertentu, namun sertifikat tersebut dapat dipindahtangankan. Sehingga jenis transaksi tersebut dalam pasar uang adalah sertifikat deposito.

  4. Pasar Valuta Asing
    Pasar valuta asing adalah transaksi jual beli valuta asing untuk ditukarkan dalam mata uang rupiah atau sebaliknya. Karena investor tidak hanya dari dalam negeri saja, sehingga pasar valuta asing membantu proses transaksi pasar uang antar negara.


Macam-Macam Instrumen Pasar Uang

Setelah mengetahui pengertian pasar uang, fungsi, serta perbedaan pasar uang dan pasar modal, apakah Anda sudah tertarik berinvestasi di pasar uang? Ada beberapa macam instrumen pasar uang di Indonesia yang dapat Anda pilih, di antaranya:

  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
    Pihak pemerintah mengeluarkan instrumen pasar uang adalah berupa Sertifikat Bank Indonesia (BSI). Surat utang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dalam jangka waktu 1-3 bulan menggunakan sistem diskonto dan imbal hasilnya berupa bunga.

    Anda yang berinvestasi dalam instrumen ini tidak sekedar mendapat profit saja. Namun turut membantu Bank Indonesia dalam mengontrol nilai rupiah agar tetap stabil. Karena penjualan SBI mengakibatkan peredaran uang menurun.

  2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
    Surat Berharga Pasar Uang adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh bank sebagai surat pelunasan utang atas persetujuan (tanda tangan) nasabah. Proses penerbitan instrumen ini melibatkan Bank Indonesia, bank umum atau lembaga keuangan lainnya yang menerapkan sistem diskonto.

  3. Call Money
    Call money merupakan instrumen pasar uang yang berfungsi untuk mengalihkan sementara kelebihan uang jangka pendek dari bank. Jatuh tempo call money sangat singkat hanya tujuh hari saja.

  4. Sertifikat Deposito
    Sertifikat deposito adalah surat berharga yang diterbitkan oleh bank dengan jumlah tertentu dan bisa dipindahtangankan. Instrumen ini sangat mudah diperjualbelikan karena surat atas tunjuk. Oleh sebab itu, instrumen yang mudah diperjualbelikan dalam pasar uang adalah sertifikat deposito.

  5. Treasury Bills
    Treasury Bills atau T-Bills merupakan instrumen pasar uang berupa penerbitan surat utang oleh pemerintah untuk dibuka kepada masyarakat luas dalam jangka waktu pendek. Instrumen ini seringkali disebut sebagai surat obligasi pemerintah.

  6. Commercial Paper
    Commercial Paper merupakan perdagangan inventaris atau biaya pengelolaan modal kerja dalam waktu pendek. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai pilihan pengusaha untuk mendapatkan tambahan modal. Oleh karena itu, instrumen pasar uang adalah commercial paper.

  7. Banker’s Acceptance
    Banker’s Acceptance merupakan instrumen pasar uang sebagai solusi atas permasalahan gagal bayar dari perdagangan luar negeri seperti ekspor atau impor. Bentuk Banker’s Acceptance semacam wesel berjangka dilegalkan dengan cap accepted.

  8. Instrumen Pasar Uang Syariah
    Terakhir instrumen pasar uang adalah surat berharga bersifat syariah. Ada beragam pilihan pasar uang syariah antara lain Sertifikat Bank Indonesia Syariah SBIS, Repurchase Agreement (Repo) SBSN, Repurchase Agreement (Repo) SBIS, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Instrumen Pasar Uang Antarbank Syariah ( PUAS ), dan surat berharga lain yang mudah dicairkan.


Demikian pembahasan dari OCBC NISP tentang pengertian pasar uang, fungsi, perbedaan pasar uang dan pasar modal, serta macam-macam instrumen pasar uang yang bisa Anda pilih! Sudah siap melakukan investasi di pasar uang hari ini, sobat OCBC NISP?


Baca Juga:

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Perjanjian Pra Nikah: Proses, Fungsi, Isi dan Cara Membuat

Read

Education, Nyala - 20 Sep 2021

Cek! Ini Dia Daftar Biaya Rontgen Lengkap dan terbaru

View All