Related Product

ONe Mobile

ONe Mobile

Manajemen Aset: Siklus, Tujuan & Manfaatnya bagi Perusahaan

6 Jan 2022 Written by: Redaksi OCBC NISP

Pahami apa itu manajemen skill, siklus, dan manfaatnya untuk perusahaan.

Sesuai namanya, manajemen aset adalah kegiatan pengelolaan aset milik individu, organisasi, ataupun perusahaan secara lebih efektif untuk mencapai suatu tujuan. Lebih dari itu, keberadaan manajemen aset juga dianggap sebagai salah satu cara dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

Lalu apa saja tahapan yang perlu dilakukan dalam siklus manajemen aset? Yuk simak selengkapnya di artikel OCBC kali ini!


Apa itu Manajemen Aset

Semakin terbukanya akses terhadap industri keuangan mungkin membuat Anda tidak lagi asing dengan istilah ini. Sejak pertama kali dikenalkan, beberapa ahli mencoba memberikan pengertian sederhana agar istilah manajemen aset mudah dipahami.

Danylo dan Lemer pada tahun 1999 menjelaskan pengertian manajemen aset adalah metodologi distribusi sumber daya atau aset agar dapat digunakan secara efisien demi memenuhi tujuan tertentu.

Ahli lainnya, Gima Sugiama (2013), mendefinisikan manajemen aset adalah seni memandu kekayaan atau aset. Seni memandu ini termasuk proses perencanaan, audit, pemeliharaan, serta penghapusan dan pengalihan aset yang tidak sesuai.

Lalu bagaimana pengertian manajemen aset secara umum?

Secara umum, manajemen aset adalah proses pengelolaan aset milik individu, organisasi, atau perusahaan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.


Manfaat Manajemen Aset

Penerapan manajemen aset pada perusahaan bermanfaat untuk mengurangi pengeluaran tak optimal dan meningkatkan pemasukan. Sementara itu, manfaat lain dari manajemen aset bagi perusahaan adalah sebagai berikut.

  1. Mempertahankan nilai aset
    Manfaat pertama dari manajemen aset adalah untuk mempertahankan nilai aset perusahaan. Dengan perencanaan yang matang, perusahaan dapat mengurangi risiko kehilangan nilai asetnya karena rugi atau rusak. Oleh karena itu nilai aset perusahaan tetap tinggi serta bisa bertahan bahkan di situasi kurang menguntungkan.

  2. Meningkatkan keamanan
    Mengingat jumlah aset perusahaan tidak sedikit, penerapan manajemen aset bermanfaat untuk menjaga aset agar tetap aman serta terhindar dari risiko hilang atau rusak. Adanya tim khusus yang bertugas untuk menanganinya membuat perusahaan tidak perlu khawatir karena aset telah terdata dan tersimpan dengan aman.

  3. Memudahkan penyusunan anggaran
    Manajemen aset bekerja dengan sistem khusus sehingga bisa memudahkan penyusunan anggaran perusahaan. Sistem informasi manajemen aset perusahaan memungkinkan perusahaan untuk mengetahui kondisi aset sehingga proses penyusunan anggaran lebih praktis dan fleksibel.

  4. Mencegah pembelian berlebih
    Manfaat lainnya dari manajemen aset adalah mencegah pembelian aset berlebih. Berbekal data dari tim manajemen aset, perusahaan dapat menyusun anggaran berdasarkan prioritas serta menekan pengeluaran biaya.

  5. Membuat manajemen risiko
    Meski dapat mengelola aset dan mencegah perusahaan mengalami kerugian, manajemen aset tidak bisa memprediksi ancaman di masa depan. Oleh karena itu, penerapan manajemen aset harus dilengkapi dengan pembuatan manajemen risiko guna membantu perusahaan untuk mengelola ketidakpastian asetnya di masa mendatang.

  6. Memonitor penyusunan aset
    Penyusutan aset adalah hal yang harus diwaspadai perusahaan. Jika digunakan terus menerus, aset akan menurun kualitasnya baik dari segi fungsi maupun nilai. Maka dari itu, peran manajemen aset adalah untuk memonitor aset sangat dibutuhkan tersebut.

    Penyusutan aset penting dipantau karena wajib dituliskan dalam laporan keuangan perusahaan.


Tujuan Manajemen Aset

Nah, setelah mengetahui arti dan manfaat manajemen aset, ada baiknya Anda juga mengerti tujuan manajemen aset pada perusahaan.

  1. Sebagai bentuk pengamanan aset dan dana
    Manajemen aset adalah upaya perusahaan untuk mengalokasikan aset agar dapat digunakan secara efisien dalam jangka panjang. Dengan begitu, perusahaan bisa mencegah nilai aset turun atau pemborosan penggunaan aset dan dana.

  2. Menjaga nilai aset dalam jangka panjang
    Melakukan manajemen aset adalah upaya untuk membangun kesadaran para pemilik agar terus menjaga nilai asetnya. Dalam manajemen aset, pemilik akan belajar jika naik atau turunnya nilai aset bergantung pada bagaimana perusahaan atau seseorang mengelolanya.

  3. Mengetahui status dan kondisi aset
    Tujuan manajemen aset adalah untuk mengetahui status dan kondisi aset. Saat mulai melakukan perencanaan dan pemeliharaan, pemilik bisa tahu apakah aset masih memiliki nilai tinggi dan dapat terus meningkat di masa mendatang.

    Pengelolaan aset juga bertujuan guna menghapus aset bila dinilai tidak lagi menguntungkan atau berpotensi menimbulkan kerugian di masa depan.

  4. Sebagai bagian penting penyusunan neraca akuntansi

  5. Memaksimalkan keuntungan aset
    Selanjutnya, tujuan manajemen aset adalah untuk mendapatkan keuntungan maksimum dari aset yang dimiliki.

    Pengelolaan aset secara berkala membuat perusahaan lebih cermat sebelum membeli aset, sehingga perusahaan hanya akan memilih aset dengan tingkat keuntungan yang terus bertambah di masa depan.

  6. Memilih investasi aset yang benar
    Menurunkan angka kerugian menjadi tujuan sekaligus manfaat dilakukannya manajemen aset. Dengan membuat skala prioritas dan membelanjakan anggaran pada aset terbaik, perusahaan dapat mengurangi risiko kerugian di kemudian hari.


Siklus Manajemen Aset

Saat melakukan pengelolaan aset, perusahaan harus mengikuti beberapa tahapan atau siklus tertentu secara runtut agar proses manajemen memberikan hasil yang maksimal. Berikut siklus manajemen aset yang harus dilakukan perusahaan.

  1. Merencanakan kebutuhan aset
    Tahapan pertama dalam proses manajemen aset adalah merencanakan kebutuhan aset perusahaan. Dalam tahap ini, tim manajemen aset bertugas untuk menjelaskan kebutuhan aset tetap perusahaan baik dalam jangka panjang maupun pendek serta rencana pengelolaannya.

    Proses tersebut diharapkan dapat meminimalisir kerugian serta meningkatkan keuntungan perusahaan.

  2. Pengadaan aset
    Setelah rencana disetujui, siklus selanjutnya dari manajemen aset adalah perusahaan melakukan pengadaan aset dengan membeli aset sesuai kebutuhan. Proses pengadan ini dapat dilakukan sendiri oleh perusahaan atau meminta bantuan pihak lain yang menyediakan aset.

  3. Legal audit aset
    Legal audit aset atau uji tuntas hukum adalah tahapan manajemen aset yang bertujuan memeriksa status kepemilikan, prosedur pengadaan, dan alur pengalihan aset. Selain itu, legal audit set juga berfungsi untuk mencari solusi jika aset terjerat masalah hukum.

  4. Pemeliharaan dan pengoperasian aset
    Setelah semua proses pencatatan dan legalitas selesai, perusahaan dapat menggunakan aset untuk keperluan bisnis sesuai dengan fungsi masing-masing. Perusahaan juga harus melakukan pemeliharaan agar aset dapat digunakan dalam jangka panjang.

  5. Penilaian aset
    Tim manajemen aset perlu melakukan penilaian aset secara berkala guna mengetahui secara rinci nilai kekayaan perusahaan. Tahap ini juga bermanfaat mengetahui histori aset yang telah dialihkan maupun dihapus.

  6. Pembaruan aset
    Setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu, nilai atau fungsi aset dapat menurun. Jika aset tersebut dapat diperbaiki, perusahaan akan melakukan pembaharuan atau peremajaan supaya aset bisa kembali digunakan secara optimal.

  7. Penghapusan aset
    Apabila nilai aset terus menurun dan tidak dapat diperbarui, tim manajemen aset harus menghapusnya dengan cara menghancurkan atau menggunakannya agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.


Tips manajemen aset

Manajemen aset adalah proses pengelolaan aset yang harus dilakukan berdasarkan aturan atau siklus yang berlaku. Namun jika perusahaan Anda baru akan memulai proses manajemen aset, berikut beberapa tips bermanfaat untuk diterapkan agar pengelolaan kekayaan semakin efisien dan perusahaan bisa mencapai tujuan bisnis.

  1. Cek seluruh aset yang dimiliki
    Saat baru memulai manajemen aset, penting bagi perusahaan untuk rutin memeriksa nilai aset yang dimiliki. Pemeriksaan ini dilakukan guna menghindari risiko adanya pengeluaran-pengeluaran tak terduga akibat beban dari kepemilikan aset yang tidak tercatat.

    Contoh manajemen aset adalah melakukan pemeriksaan tiap bulan sehingga perusahaan tidak harus membayar pajak dari mobil atau motor yang sudah rusak.

  2. Pahami siklus hidup aset
    Memahami siklus hidup aset dapat memudahkan perusahaan untuk mengelola dan menggunakan asetnya. Selain itu, perusahaan juga bisa menghemat waktu dalam pengambilan keputusan untuk memperbarui atau menghapus aset.

  3. Buat jadwal arus kas masuk dan keluar
    Banyaknya arus kas masuk dan arus kas keluar dalam perusahaan tak jarang membuat seseorang lupa jika hal tersebut sangat berhubungan dengan jumlah aset perusahaan. Agar tetap terkontrol, Anda dapat membuat jadwal yang menunjukkan waktu arus kas masuk dan keluar. Jadwal ini bermanfaat untuk menjaga keseimbangan aset kas dan kewajiban bisnis.

  4. Tentukan penanggung jawab aset
    Saat bekerja, tentu pemilik aset tidak dapat terus-terusan memantau kondisi asetnya. Banyaknya kewajiban lain dan bisnis yang terus berkembang membuat waktu seseorang untuk mengawasi aset semakin terbatas. Oleh karena itu, Anda bisa menunjuk seseorang sebagai penanggung jawab aset.

    Jika bisnis Anda semakin besar, ada baiknya untuk membuat tim khusus yang bertugas mengelola aset perusahaan.

  5. Pelajari depresiasi aset
    Mengetahui depresiasi atau penyusutan aset menjadi salah satu poin terpenting dalam manajemen aset. Dengan begitu, perusahaan bisa menghindari kerugian serta memudahkan pengambilan keputusan saat aset tidak lagi bisa digunakan secara optimal.

  6. Gunakan solusi manajemen aset pintar
    Kemajuan teknologi sangat membantu proses pengelolaan aset yang dimiliki perusahaan. Kini, proses manajemen aset tidak perlu lagi dilakukan secara manual, sebab telah tersedia sistem informasi manajemen aset perusahaan sehingga Anda tidak perlu lagi membolak-balik laporan yang tebal untuk melakukan pengelolaan kekayaan.


Kemajuan teknologi sangat membantu proses pengelolaan aset yang dimiliki perusahaan. Kini, proses manajemen aset tidak perlu lagi dilakukan secara manual, sebab telah tersedia sistem informasi manajemen aset perusahaan sehingga Anda tidak perlu lagi membolak-balik laporan yang tebal untuk melakukan pengelolaan kekayaan.


Baca Juga:

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Investment - 9 May 2022

investasi-bertahap-dengan-RD

Read

Investment - 9 May 2022

pasar-saham-sell-or-buy

View All