Related Product

ONe Mobile

ONe Mobile

Perbedaan Dinar dan Dirham, Alat Transaksi atau Investasi?

19 Jan 2022 Written by: Redaksi OCBC NISP

Apa perbedaan dinar dan dirham? Simak penjelasannya di bawah ini!

Dirham adalah mata uang berbahan perak yang banyak digunakan di negara Arab dan Timur Tengah. Kini koin logam tersebut telah didistribusikan sebagai koleksi maupun instrumen investasi. Selain itu, sebagian orang menggunakannya sebagai zakat, mahar, dan simpanan.

Meskipun tidak bisa digunakan untuk bertransaksi, investasi menggunakan mata uang dirham cukup menguntungkan karena nilainya cenderung stabil. Nah, pada artikel kali ini, OCBC akan membahas mengenai pengertian, keberlakuan, dan bagaimana nilai serta konversi dirham ke rupiah. Tunggu apa lagi? Yuk simak!


Apa itu Dirham?

Dirham adalah mata uang koin terbuat dari perak yang banyak digunakan sebagai alat pembayaran di negara Arab dan Timur Tengah.

Bentuk mata uang tersebut yakni bundar dengan dua sisi bertata letak melingkar. Di permukaannya tercantum kalimat “La Ilaha ill’Allah” dan “Alhamdulillah”. Sedangkan pada sisi lainnya tertulis nama penguasa serta tanggal pencetakkan.

Selain dinar, mata uang logam yang banyak dikenal masyarakat adalah dirham. Perbedaan keduanya terletak pada material pendukung serta kadar logam mulia dalam koin.

Dinar adalah koin berbahan dasar logam mulia dengan kandungan emas mulai dari 91.7 hingga 99.99 persen. Sedangkan dirham adalah mata uang bermaterial perak yang kadarnya 99.95 persen.


Sejarah Dinar dan Dirham

Awal mula penggunaan dinar dan dirham adalah sejak masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Kedua koin berbahan emas dan perak itu digunakan sebagai alat tukar karena dianggap bernilai tinggi serta berharga. Mata uang tersebut resmi menjadi pengganti sistem barter yang dulunya diterapkan oleh masyarakat Arab.

Adapun istilah dinar berasal dari bahasa Romawi, yaitu “Denarius”. Sedangkan awal mula istilah dirham adalah dari bahasa Persia, “Drachma”. Beredarnya koin ini bermula ketika terjadinya perdagangan antara bangsa Arab dengan Syam yang waktu itu berada di bawah kekuasaan Romawi dan Yaman atau Persia.

Pada masa Rasulullah hidup, penentuan bobot dinar dan dirham adalah melalui standar yang diciptakan oleh beliau dan sahabatnya, Arqam bin Abi Arqam, yakni 7 dinar beratnya setara dengan 10 dirham.

Adapun dalam sejarah pemerintahan Islam, pertama kalinya penggunaan dirham adalah pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan dengan bobot logam yang didasarkan pada ukuran solidus, yakni mata uang Byzantium.


Penggunaan Dinar dan Dirham di Indonesia

Dikarenakan emas dan perak yang merupakan komponen dinar dan dirham adalah logam mulia berharga, maka penggunaan kedua mata uang ini dibatasi hanya untuk kepentingan sebagai berikut.

  1. Sebagai Koleksi
    Dinar dan dirham adalah barang koleksi favorit banyak kolektor karena ornamen indahnya, sehingga cocok digunakan sebagai hiasan. Selain itu, bentuknya yang kecil dan tipis membuat Anda tidak perlu menyiapkan ruang penyimpanan terlalu besar.

    Karena material penyusun dinar dan dirham adalah logam mulia berupa emas atau perak sehingga selain menjadi koleksi, mata uang ini juga bisa dijadikan tabungan untuk dijual sewaktu-waktu.

  2. Instrumen Investasi
    Emas dan perak adalah logam mulia yang tidak terpengaruh fluktuasi sehingga nilainya cenderung stabil. Hal ini membuat dinar dan dirham dapat digunakan sebagai instrumen investasi bagi pemula dan investor berprofil risiko konservatif.

  3. Kado, Cenderamata, dan Maskawin
    Dirham adalah koin yang juga cukup populer untuk dijadikan hadiah, cenderamata, atau maskawin. Selain karena memiliki nilai jual cukup tinggi, dirham merupakan salah satu jenis hadiah pernikahan dari mempelai laki-laki yang disunnahkan oleh Islam.


Dirham Sebagai Instrumen Investasi

Sebagaimana telah dijabarkan di atas, dirham adalah salah satu instrumen investasi yang cukup menjanjikan bagi investor pemula karena nilainya cukup stabil. Berikut penjelasannya.


Nilai Dirham Jika Dikonversi ke Rupiah

Sebelum melakukan investasi, pastikan Anda mengetahui terlebih dahulu konversi nilai dirham ke rupiah. Salah satu koin yang paling banyak beredar dan digunakan sebagai instrumen berinvestasi adalah dirham Uni Emirat Arab. Simak cara mengkonversi nilainya di bawah ini.

  1. Buka situs currency converter, misalnya www.xe.com atau www.valutafx.com.
  2. Untuk mengetahui nilai 1 dirham berapa rupiah, pada bagian “Amount”, masukkan jumlah yang ingin Anda ketahui nilainya.
  3. Lalu, pada kolom “from”, ketikkan “Dirham” dan pilih nama negara pemilik mata uang tersebut.
  4. Jangan lupa untuk memilih “Indonesia” pada kolom “to”.
  5. Nah, sekarang nilai konversi dirham ke rupiah dapat diketahui.

Cara Investasi Dirham

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa dirham adalah instrumen investasi yang cukup menjanjikan karena desainnya menarik dan nilai jualnya pun stabil. Namun sebelum berinvestasi, perhatikan beberapa hal penting di bawah ini.

  1. Tentukan Apa Tujuan Investasi
    Pastikan Anda mengetahui tujuan berinvestasi dirham. Misalnya, untuk biaya pendidikan, tabungan pensiun, dan sebagainya. Hal ini dapat memacu semangat Anda agar lebih konsisten.

  2. Ketahui Aturan Terkait Dirham
    Meskipun dirham adalah salah satu mata uang yang terkenal, namun koin ini tidak boleh dijadikan alat transaksi jual beli di Indonesia.

    Mengenai hal tersebut, Anda dapat menemukan aturan hukumnya dalam pasal 2 ayat 1 serta 21 ayat 1 UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, yang mengatur bahwa alat tukar dan transaksi sah di Indonesia hanyalah Rupiah.

  3. Beli Dirham pada Perusahaan yang Terpercaya
    Lakukan pembelian dirham hanya di PT Antam, UBS, dan perusahaan tambang lain yang sudah dikenal kredibilitasnya oleh masyarakat luas. Selain itu, pastikan bahwa dirham yang Anda beli sudah disertai sertifikat sehingga keasliannya terjamin.

  4. Mulai dengan Nominal Kecil
    Meskipun nilainya cenderung stabil, berinvestasilah pada nominal kecil terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko sekaligus memantau terlebih dahulu bagaimana fluktuasi dirham.

  5. Gunakan Uang Tidak Terpakai
    Hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan investasi dirham adalah menyisihkan anggaran untuk kebutuhan sehari-hari, biaya kesehatan, uang cadangan, dan sebagainya. Baru kemudian gunakan dana “menganggur” untuk berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kerugian atau munculnya kebutuhan mendesak.


Keuntungan Investasi Dirham

Beberapa keuntungan yang dapat Anda rasakan sebagai investor dirham adalah sebagai berikut.

  1. Dirham memiliki desain yang cantik sehingga cocok menjadi koleksi atau hadiah.
  2. Ukurannya seragam, yakni dengan berat 2,975 gram, berdiameter 25 mm, dan kadar perak bernilai 91 hingga 99.95%
  3. Bisa diperjual belikan secara global karena dirham masih digunakan sebagai alat tukar di beberapa negara, misalnya Uni Emirat Arab dan Maroko.
  4. Dapat dijual per keping, berbeda dengan emas batangan yang harus Anda jual seluruhnya.
  5. Tidak ada potongan ongkos pembuatan ketika Anda menjual dirham.
  6. Mudah didapatkan karena PT Antam telah memproduksi koin logam ini.

Kekurangan Investasi Dirham

Selain kelebihan di atas, mata uang ini juga memiliki beberapa kelemahan. Nah, kekurangan dirham adalah sebagai berikut.

  1. Dikenai PPN 10% karena dikategorikan sebagai perhiasan.
  2. Harga jualnya ditentukan oleh desain dan motif meskipun kadar perak di dalamnya sama.
  3. Merupakan investasi jangka panjang dan harga jualnya cenderung stabil sehingga Anda baru dapat merasakan keuntungan setelah 5 sampai 10 tahun berinvestasi.
  4. Persediaannya dipengaruhi oleh produksi perak dunia.

Berdasarkan penjelasan OCBC di atas, dapat kita simpulkan bahwa dirham adalah mata uang yang tidak bisa dijadikan sebagai alat tukar di Indonesia namun bisa digunakan untuk investasi dan berbagai kepentingan lain. Oleh karena itu, sebelum membeli koinnya, pastikan Anda tahu tujuan pembelian tersebut, ya!


Baca Juga:

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Investment - 9 May 2022

investasi-bertahap-dengan-RD

Read

Investment - 9 May 2022

pasar-saham-sell-or-buy

View All