Mengenal Mata Uang Fiat dan Bedanya dengan Uang Kripto

31 Jan 2022 Written by: Redaksi OCBC NISP

Yuk kenali apa itu uang fiat dan bedanya dengan uang digital (kripto). 

Pada dasarnya, mata uang fiat adalah mata uang fiat yang dikeluarkan pemerintah dan tidak memiliki nilai intrinsik. Jika mata uang konvensional, misalnya koin didukung oleh komoditas fisik seperti emas dan perak, uang kertas hanya didukung oleh kelayakan kredit dari negara penerbit.

Berapa nilai dalam mata uang fiat? Jawabannya ditentukan oleh adanya supply dan demand. Uang fiat diperkenalkan sebagai pengganti uang komoditas dan uang perwakilan. Komoditas uang adalah aset yang terbuat dari logam mulia seperti emas dan perak. Kenali lebih jauh tentang uang fiat berikut ini.


Apa itu Uang Fiat

Mata uang fiat adalah mata uang yang tidak memiliki nilai intrinsik, tetapi dalam perekonomian menjadi alat pembayaran resmi. Contoh nyata uang fiat adalah uang kertas yang kita gunakan sehari-hari.

Nilai nominal uang fiat adalah sebagaimana Anda lihat di atas kertas. Sementara itu, nilai sebenarnya adalah jumlah barang dan jasa yang dapat Anda beli dengan uang tersebut. Di Indonesia, uang fiat yang beredar adalah Rupiah.


Sejarah Kemunculan Uang Fiat

Negara pertama yang memperkenalkan uang fiat adalah China pada abad ke 10, atau tepatnya saat masa jayanya Dinasti Yuan, Song, Ming dan Tang. dimulai dari tahun 618 - 907 masehi. Kala itu, permintaan terhadap uang koin sangat besar hingga melebihi pasokan bahan utamanya.

Situasi yang menyebabkan masyarakat China kekurangan uang koin tersebut, memaksa pemerintah untuk menggantinya dengan uang kertas. Hingga pada masa dinasti Yuan, uang kertas menjadi satu-satunya alat pembayaran yang resmi sekaligus menjadi mata uang pertama.

Mata uang ini kemudian menyebar hingga ke negara lain, dan mulai digunakan oleh dunia barat sejak abad ke 18. Tepat pada abad ke 20, uang fiat kemudian menjadi begitu populer karena disahkannya UU yang membatalkan konversi Dolar AS menjadi emas oleh Presiden Amerika, Richard Nixon.

Sesampainya peran dunia berlangsung kala itu, sudah banyak negara yang menggunakan mata uang fiat sebagai alat pembayaran. Misalnya seperti AS, menggunakan mata uang fiat bernama Greenbacks.


Fungsi Uang Fiat

Fungsi uang fiat adalah sebagai alat pembayaran utama dalam perekonomian. Fungsi ini dapat berjalan dengan efisien bila mampu memenuhi tiga peranan penting, diantaranya sebagai berikut.

  1. Alat pembayaran yang sah (medium of exchange)
    Anda dapat menggunakan uang fiat dalam pembayaran barang dan jasa tanpa harus menukarkannya dengan barang lain, layaknya transaksi barter. Cukup dengan mengeluarkan uang kerta sebesar harga barang/jasa yang ditentukan.

  2. Sebagai satuan hitung (unit of account)
    Selanjutnya, suatu uang dikategorikan sebagai fiat jika bisa dijadikan ukuran nilai suatu barang, jasa maupun transaksi lain. Dalam memproduksi barang, Anda bisa menentukan harga dengan nominal tertentu. Misalnya, harga 1 kg telur adalah Rp24 ribu.

  3. Menyimpan nilai (store of value)
    Uang fiat dapat Anda gunakan untuk media menyimpan kekayaan. Sehingga, di masa depan Anda bisa melakukan berbagai transaksi dengan uang tersebut. Atau sederhananya, sebagai investasi. Namun, adanya inflasi bisa mengancam kestabilan nilai uang fiat.


Perbedaan Uang Fiat dan Kripto

Meski sama-sama disebut sebagai mata uang, namun kedua instrumen aset ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Salah satu komponen perbedaanya adalah kripto sebagai uang digital. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. Penggunaan sistem
    Uang fiat menggunakan sistem sentralisasi, yang artinya mata uang tersebut dikendalikan oleh pemerintah melalui bank sentral. Sedangkan, uang kripto sebagai uang digital menggunakan sistem desentralisasi, atau tidak terikat dengan otoritas pemerintahan.

  2. Cetakan Aset
    Uang fiat dicetak dalam bentuk kertas oleh bank sentral sebagai lembaga keuangan resmi yang ditunjuk negara, proses distribusinya melalui lembaga keungan atau perbankan, sementara kripto adalah uang berbentuk digital yang bisa didapatkan melalui mining pada sistem blockchain.

  3. Pengaruh inflasi
    Berbicara mengenai inflasi, mata uang fiat adalah uang yang bersifat fluktuatif dan rentan mengalami inflasi atas kebijakan moneter negara. Sebaliknya, kripto mempunyai nilai lebih volatil, namun pasokannya sangat terbatas.

    Tetapi, saat ini uang kripto mempunyai stabilitas yang hampir sama dengan fiat, atau disebut dengan stablecoin. Hal ini karena nilai stablecoin didasari oleh mata uang resmi bank sentra, contohnya nilai 1 USDT sama dengan 1 USD.


Kelebihan dan kekurangan Uang Fiat

Beberapa kelebihan dari uang fiat adalah sebagai berikut:

  • Dapat diterima secara luas oleh masyarakat untuk membeli semua jenis produk. Bahkan, bisa dilakukan tukar menukar antar mata uang fiat di dunia.
  • Bentuk fisiknya lebih praktis karena kertas bisa dengan mudah disimpan.
  • Pemerintah lebih mudah mencetak uang baru dan meningkatkan jumlah beredarnya.

Sementaram beberapa kekurangan dari uang fiat adalah sebagai berikut:

  • Sangat rentan terhadap inflasi, daya belinya terhadap produk atau jasa bisa saja jatuh dalam jangka waktu singkat.
  • Bank sentral yang berperan sebagai pemasok tunggal menimbulkan adanya monopoli pasokan. Jika bank sentral terlalu banyak mencetak uang, maka akan terjadi hiperinflasi, dan menyebabkan nilai uang fiat tidak berharga.

Nah, itu dia penjelasan OCBC NISP mengenai apa itu uang fiat secara lengkap. Mulai dari sejarah, cara kerja, kurang lebih hingga bedanya dengan kripto. Dengan memahami tentang uang fiat, Sobat OCBC diharapkan bisa memilih instrumen keuangan yang tepat dalam menyimpan aset.


Baca Juga:

Cerita untuk inspirasi

Read

Daily Update, Education, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

Read
Investasi Reksa Dana

Education, Daily Update, Investment - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

View All

Related Product

ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile