Related Product

ONe Mobile

ONe Mobile

Candlestick pada saham, Jenis Pola dan Cara Membacanya

9 Mar 2022 Written by: Redaksi OCBC NISP

Apa itu candlestick dan bagaimana cara membacanya, yuk simak!

Jika Anda sudah lama berkecimpung dalam dunia trading, candlestick adalah istilah yang tidak asing lagi bahkan lekat dalam kehidupan seorang trader. Namun, sebagian besar orang awam mungkin masih bingung tentang apa itu candlestick.

Pada intinya, candlestick sangat berguna bagi para trader untuk menganalisa pergerakan saham di masa depan. Nah, bagi Sobat OCBC yang masih penasaran mengenai candlestick, yuk simak pembahasannya berikut ini.


Apa itu Candlestick

Candlestick adalah sebutan bagi grafik yang menunjukkan pergerakan harga saham dalam kegiatan trading. Memahami pergerakan candlestick menjadi salah satu metode yang wajib dipelajari oleh seorang trader bahkan investor.

Sedangkan, pola candlestick adalah pola atau bentuk grafik yang menunjukkan harga saham pada periode tertentu. Misalnya, pola candlestick dalam satu minggu terakhir. Dengan mempelajarinya, Anda bisa menentukan keputusan tepat saat melakukan trading.

Namun, mempelajari cara membaca sinyal candlestick adalah hal sulit. Pola ini sangat mengandalkan intuisi subjektif dalam analisanya. Sehingga akan lebih baik jika Anda banyak belajar, pengalaman dan memiliki jam terbang tinggi.


Sejarah Singkat Candlestick

Pada mulanya, candlestick adalah metode yang berasal dari Jepang. Dikembangkan pada abad ke-18 oleh seorang pedagang komoditas beras, Munehisa Honma. Selanjutnya, metode candlestick diperkenalkan oleh Steven Nison ke dunia barat.

Munehisa Honma terkenal karena mempergunakan data harga di masa lalu dalam memprediksi pergerakan harga di masa depan. Ia mencatat pergerakan harga beras, mulai dari pembukaan, tertinggi, terendah hingga harga penutupan di setiap harinya.

Kemudian Ia mulai menganalisa sinyal berulang dari balok-balok do catatan tersebut. Dari situlah kita mengenal adanya candlestick seperti saat ini.


Bagian Utama Candlestick

Agar Anda tahu lebih jauh mengenai candlestick, pertama-tama yang perlu diketahui adalah apa saja bagian utama dari lilin informatif ini. Berikut diantaranya:

  • Body candle, tubuh lilin berbentuk segi empat memiliki warna merah, hijau, hitam dan putih. Body ini yang menunjukkan harga pembukaan hingga penutupan pada periode tertentu.
  • Shadow candle, shadow atau wick adalah ekor candle yang menunjukkan harga saham terendah hingga tertinggi. Bagian ini menunjukkan harga dari garis lurus yang membentang di atas dan bawah candlestick saham.

Jenis Pola-pola Candlestick

Pola candlestick terdiri dari beberapa jenis dengan nama yang menarik agar mudah diingat oleh para trade maupun investor. Adapun pola-pola candlestick adalah sebagai berikut.

  1. Two Black Gapping
    Pola two black gamping terjadi ketika bearish muncul setelah puncak penting pada trend naik, dengan gap ke bawah memunculkan dua batang hitam dalam posisi a=paling rendah ke lebih rendah lagi.

    Jika terjadi pola ini, maka Anda bisa memprediksi bawah potensi penurunan akan berlanjut ke lebih rendah lagi. Bahkan, bisa saja memicu downtrend untuk skala lebih besar. Dari pola ini bisa diprediksi menghasilkan harga lebih rendah dengan akurasi 68%.

  2. Three Line Strike
    Pola three line strike terjadi apabila ada tiga garis bullish yang membuat tiga lilin hitam mengalami tren penurunan. Dimana setiap bar menunjukkan titik terendah yang paling rendah. Selanjutnya, bar-bar tersebut akan ditutup dengan intrabar rendah.

    Baru bar keempat akan terbuka lebih rendah tapi berbalik arah. Pola ini biasanya menunjukkan sinyal perbaikan arah harga ke lebih tinggi. Bahkan, tingkat akurasi prediksinya cukup tinggi mencapai 83%.

  3. Abandoned Baby
    Abandoned baby pada candlestick adalah pola yang muncul ketika ada bullish pada titik terendah dari turunnya ren, sesudah serangkaian candle hitam menghasilkan titik terendah paling rendah.

    Kesenjangan pasar yang terjadi di sini lebih rendah dari bar berikutnya. Namun, pola ini akan menghasilkan bar dengan pembukaan dan penutupan di harga sepadan. Gap bullish pada batang ketiga pola ini juga menandakan bahwa akan ada pemulihan ke harga tinggi dan memicu trend. Tingkat akurasi prediksinya mencapai 49,73%.

  4. Evening Stars
    Pola evening stars yang sedang bearish dimulai dengan batang berwarna putih membawa tren naik ke harga tertinggi. Pola ini bisa menghasilkan kesenjangan pasar tinggi pada bar selanjutnya karena adanya FOMO dari pembeli.

    Jika Anda melihat gap antar bar ke bawah maka akan diprediksi adanya penurunan harga ke posisi terendah, sehingga memicu turunnya trend pada skala lebih luas. Akurasi prediksi pola ini yaitu 72%.

  5. Three Black Crows
    Bearish three black crows merupakan pola kebalikan yang menunjukkan kemunculan tiga lilin warna hitam pada posisi rendah ke lebih rendah. Pola ini akan memprediksi bahwa penurunan harga akan terus berlanjut makin rendah. Tingkat akurasinya dalam memprediksi harga lebih rendah adalah 78%.


Cara Analisa Candlestick

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui tentang bagian utama serti jenis pola-pola. Namun, akan sia-sia bila Anda tidak mengetahui bagaimana cara membacanya. Adapun cara analisa candlestick adalah sebagai berikut.

  1. Melihat Panjang Pendek Body Candle
    Melihat panjang pendek body candle akan memiliki arti sebagai berikut:

    • Semakin pendek body candle maka pergerakan harga saham cukup minim dan terjadi konsolidasi pada harga saham.
    • Semakin panjang body candle maka berarti tekanan jual beli saham semakin tinggi
  2. Melihat Panjang Pendek Ekor Candle
    Melihat panjang pendek ekor candle akan memiliki arti sebagai berikut:

    • Semakin pendek ekor candle, berarti terdapat aktivitas trading yang banyak terjadi di dekat harga pembukaan dan penutupan pada periode tertentu.
    • Semakin panjang ekor candle, berarti aktivitas trading banyak terjadi jauh melampaui harga pembukaan dan penutupan pada periode tertentu.
  3. Ekor Atas dan Bawah Tidak Sama
    Lalu, bagaimana jika ekor candle per batang tidak sama? Jika sebuah lilin memiliki ekor atas lebih panjang, itu berarti pembeli banyak melakukan aktivitas trading dengan bidding harga tinggi. Sementara penjual menaikkan harga lebih rendah.

    Sebaliknya, jika ekor atas lebih pendek maka penjual banyak nenekan harga untuk turun sembentara pembeli tetap melakukan bid pada harga tertinggi di periode tersebut.


Yup, itu dia penjelasan mengenai pola-pola candlestick dan bagaimana cara belajar dalam menganalisanya. Jika Sobat OCBC tertarik untuk menekuni kegiatan trading, maka mempelajari pergerakan candlestick adalah hal wajib lho. Yuk semangat belajar trading lebih dalam lagi!



Baca Juga:

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Investment - 9 May 2022

investasi-bertahap-dengan-RD

Read

Investment - 9 May 2022

pasar-saham-sell-or-buy

View All