Related Product

ONe Mobile

ONe Mobile

Mengenal Apa itu Rentenir, Cara Kerja & Tips Menghadapinya

9 Mar 2022 Written by: Redaksi OCBC NISP

Terlilit hutang rentenir? Simak pengertian dan cara menghadapi rentenir di sini!

Rentenir adalah istilah yang tentunya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Bagaimana tidak, saat ini banyak sekali orang terjerat tagihan pinjaman dari rentenir lantaran memiliki keperluan dana mendesak. Ya, rentenir adalah jalan pintas untuk sebagian orang ketika ingin memenuhi kebutuhan tersebut dengan cepat.

Namun, sebetulnya tahukah Anda apa itu rentenir? Lalu, bagaimana cara mengatasi hutang rentenir dengan tepat? Untuk lebih jelasnya, di bawah ini telah OCBC ulas secara lengkap mengenai hukum rentenir hingga tips menghadapinya. Check it out!


Apa itu Rentenir?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rentenir adalah orang yang mencari nafkah dengan membungakan uang. Sementara menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rentenir adalah seseorang yang memberikan pinjaman uang guna memperoleh keuntungan dengan cara menarik sejumlah bunga.

Dalam kata lain, rentenir artinya ialah sebuah profesi yang bekerja meminjamkan sejumlah uang kepada masyarakat dan menarik bunga sebagai keuntungannya. Umumnya, rentenir akan menawarkan pinjaman tersebut melalui berbagai tempat, mulai dari pesan whatsapp, SMS, ataupun media sosial.

Bisa dikatakan, rentenir adalah alternatif bagi masyarakat yang mampu memberikan kemudahan dalam melakukan pinjaman. Ya, berbeda dengan bank ataupun lembaga keuangan formal lainnya dengan sejumlah prosedur, hukum rentenir adalah tanpa adanya jaminan maupun agunan sebagai syarat dana pinjaman.

Dengan memanfaatkan jasa rentenir, Anda tidak perlu memberikan keterangan surat-surat identitas maupun jenis usaha lainnya. Maka dari itu, tak heran bila pinjaman rentenir adalah pilihan bagi banyak orang lantaran kecepatan dan kepraktisan dalam proses pencairannya. Sehingga, dalam keadaan mendesak sekalipun, rentenir adalah solusinya.

Meski demikian, otoritas keuangan seperti OJK sebetulnya tidak menyarankan menggunakan jasa rentenir. Sebab, tingkat bunga dari jasa rentenir adalah hal yang sangat berisiko. Ya, beban bunga rentenir bisa dibilang cukup besar dibandingkan bunga perbankan.

Misalkan saja, Anda meminjam dana kepada rentenir senilai Rp2.000.000 dengan bunga Rp250.000 setiap bulannya. Jika demikian, dalam waktu singkat, utang Anda di bulan depan sudah sebesar Rp2.250.000. Saat telah jatuh tempo dan utang Anda belum dibayar, maka rentenir umumnya akan memberikan bunga lagi pada bulan selanjutnya.

Sehingga, pada bulan berikutnya, pinjaman Anda akan bertambah menjadi sebesar Rp2.500.000. Lalu, bulan ketiga bertambah kembali menjadi Rp2.700.000, dan begitu seterusnya. Tidak seperti bunga perbankan yang hanya berkisar 6 sampai 13 persen.

Selain itu, penagihan pinjaman rentenir pun dikenal cukup sewenang-wenang jika memang peminjam melewati batas jatuh tempo cicilan. Pasalnya, pinjaman dari jasa rentenir pada dasarnya tidak memiliki syarat jaminan ataupun agunan. Sehingga, bila Sobat OCBC tak berkeinginan menghadapi masalah tersebut, ada baiknya jangan coba-coba meminjam kepada rentenir.


Cara Mengatasi Hutang Rentenir

Akan tetapi, apabila nyatanya Sobat OCBC terlanjur melakukan pinjaman kepada rentenir dan mengalami sejumlah kendala untuk melunasinya, Anda sebaiknya jangan khawatir ataupun panik. Sebab, Anda bisa menerapkan beberapa cara menghadapi rentenir berikut ini.

  1. Hitung Jumlah Hutang Secara Rinci
    Salah satu cara mengatasi hutang rentenir adalah membicarakannya secara baik-baik. Ya, ketika rentenir datang untuk menagih pinjaman, cobalah sikapi dengan tenang, lalu negosiasikan dan hitung kembali hutang beserta bunga yang harus Anda lunasi.

    Jangan lupa minta rincian tagihan tersebut agar semuanya dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga, apabila nominal hutang sudah jelas dan disepakati, Anda bisa menghindari biaya tagihan yang kurang wajar.

  2. Negosiasikan Perpanjangan Waktu Pelunasan
    Cara lainnya menghadapi rentenir adalah negosiasikan perpanjangan waktu pelunasan pinjaman jika memang Anda memiliki kendala untuk membayarnya. Coba saja minta kelonggaran terkait tenggat waktu tersebut sehingga Anda berkesempatan melunasinya.

    Anda bisa sepakati batas waktu pelunasan bersama rentenir sesuai kemampuan. Jangan lupa juga pastikan bahwa jangka waktu tersebut tidak terlalu lama demi menghindari beban bunga yang semakin meningkat.

  3. Minta Penghapusan Bunga
    Cara berikutnya menghadapi rentenir adalah negosiasikan beban bunga. Ya, Anda bisa meminta kelonggaran beban bunga mengingat hal tersebut merupakan bagian yang cukup memberatkan proses pelunasan. Tak ada salahnya meminta penghapusan kebijakan bunga ataupun sekadar potongan maupun keringanan kepada rentenir. Sebab, mungkin saja permintaan Anda dikabulkan.

  4. 4. Minta Pendampingan Seorang Ahli
    Cara menghadapi rentenir lainnya yang bisa Anda coba ialah dengan meminta pendampingan dari seorang ahli, terutama jika Anda merupakan orang awam biasa dan kurang mengerti mengenai kasus utang piutang.

    Cobalah minta bantuan pada seseorang yang lebih mengerti guna menghindari penagihan sewenang-wenang oleh rentenir, seperti ancaman ataupun penyitaan barang. Dengan adanya pendamping ini, Anda tidak perlu lagi takut menghadapi rentenir.


Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu rentenir beserta cara-cara mengatasinya dengan tepat. Perlu diingat, meskipun rentenir adalah solusi mudah dan cepat dalam melakukan pinjaman, ada baiknya Anda pertimbangkan kemampuan dalam pelunasan utang tersebut. Jangan sampai Anda malah terjebak dalam masalah pinjaman rentenir lantaran tak mampu membayar bunga yang cukup tinggi.



Baca Juga:

Download ONe Mobile

Cerita untuk inspirasi

Read

Investment - 9 May 2022

investasi-bertahap-dengan-RD

Read

Investment - 9 May 2022

pasar-saham-sell-or-buy

View All