Apa itu Swing Trading? Definisi, Tujuan, Risiko, dan Taktik

9 Mar 2022 Written by: Redaksi OCBC NISP

Swing trading adalah strategi untuk memperoleh keuntungan maksimal pada trading.

Keuntungan tentu menjadi tujuan umum dalam melakukan investasi agar uang yang disimpan dapat berkembang di pasar modal. Swing trading adalah satu dari banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh untung dalam dunia investasi dan trading. Sesuai namanya, konsep swing trading adalah melakukan swing pada momen tertentu di pasar modal.

Maknanya, swing trading adalah aktivitas yang mengacu pada transaksi beli saat harga rendah dan jual ketika harga naik. Meski terdengar sederhana, swing trading adalah strategi yang membutuhkan analisa tinggi, baik secara teknikal maupun fundamental. Lalu sebenarnya, apa itu swing trading?


Apa itu swing trading?

Swing trading adalah sebuah strategi transaksi saham untuk memperoleh keuntungan maksimal. Strategi ini banyak digunakan untuk tipe trading karena konsepnya memang berusaha mendapat untung dalam waktu sesingkat mungkin. Jika dilihat dari namanya, swing trading memiliki konsep dasar "beli saat swing low dan jual saat swing high".

Maknanya, swing trading adalah strategi yang akan membeli suatu saham ketika harganya rendah dan menjual saham tersebut ketika harganya naik. Tidak semua jenis kondisi bisa mengimplementasikan swing trading karena ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan.

Trader perlu melakukan analisa teknikal dengan cermat dan tepat untuk mengidentifikasi waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Analisa teknikal juga akan membantu trader untuk mendapatkan penilaian risiko yang objektif dan terukur dan menghindari penilaian yang subjektif, seperti aspek emosional.

Selain itu, trader juga perlu memperhatikan karakter saham yang diinginkan serta menggunakan analisa fundamental, kondisi penyebaran harga di pasar modal, dan tren pasar.

Ketika kondisi tidak memungkinkan untuk suatu penjualan, tidak jarang trader akan menahan atau menyimpan dulu saham mereka. Hal ini bisa saja dalam waktu harian, mingguan, atau bulanan untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dari harga saham yang fluktuatif.


Tujuan swing trading

Sesuai definisi apa itu swing trading, tujuan strategi ini yaitu memperoleh capital gain sebesar-besarnya dari transaksi jual-beli saham dalam waktu sesingkat mungkin. Konsep singkat inilah yang membuat swing trading menjadi banyak diminati. Padahal, untuk mendapatkan keuntungan dari swing trading membutuhkan teknik analisa yang mendalam.

Selain swing trading, dunia investasi dan trading juga mengenal day trading. Lantas, apa perbedaan swing trading vs day trading?

Pada day trading, transaksi jual dan beli umumnya terjadi dalam satu hari. Artinya, jika seseorang membeli saham di pagi hari maka ia akan menjualnya di siang hari. Jadi, siklusnya hanya terjadi dalam satu hari tersebut.

Sedangkan, swing trader biasanya akan menyimpan aset saham mereka selama beberapa waktu, baik hari, minggu, atau bulan. Hal ini tentu bertujuan untuk menunggu momentum yang tepat saat akan menjual saham.

Baca Juga:

  • Mengenal Stock Split dalam Saham dan Untungnya Bagi Investor
  • Risiko swing trading

    Risiko swing trader adalah salah satu yang dinilai signifikan terhadap potensi baik kerugian maupun keuntungan. Oleh karena itu, melakukan strategi dan analisa secara tepat akan sedikit membantu. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena telah ada dua cara untuk meminimalisir terjadinya kerugian. Berikut penjelasannya:


    Average down

    Konsep strategi average down pada swing trader adalah membeli suatu saham yang sedang mengalami penurunan harga secara bertahap. Jika dianalogikan, hal ini sama seperti mengimplementasikan kembali konsep "beli saat swing low dan jual saat swing high".

    Namun, hal ini tentu menjadi sebuah kerugian besar jika harga saham terus menurun dan tidak ada tanda akan mengalami kenaikan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisa fundamental dengan cermat. Hal tersebut bermanfaat dalam memastikan performa, kinerja, dan prospek perusahaan kedepannya.

    Stop loss

    Strategi stop loss pada swing trading adalah nilai terendah yang telah ditetapkan untuk suatu saham yang dinyakan merugi sehingga membatasi kerugian pada trader itu sendiri. Hal ini biasanya umum dilakukan ketika harga suatu saham memburuk dan Anda telah mengalami kerugian besar. Maka langkah yang perlu diambil adalah melakukan stop loss.


    Teknik swing trading

    Terdapat dua hal utama yang bisa Anda lakukan dalam teknik swing trading. Berikut penjelasan teknik swing trading adalah:

    Teknik entry

    Teknik entry pada swing trading adalah strategi membeli suatu saham yang sedang berada dalam tren. Pada pasar modal terdapat tiga jenis tren, yaitu tren kenaikan (uptrend), penurunan (downtrend), dan mendatar (sideways). Jika Anda dapat membaca dan memahami kondisi tren tersebut, penentuan untuk waktu masuk (entry) akan semakin mudah. Dengan demikian risiko kerugian juga semakin kecil.

    Salah satu cara untuk meningkatkan teknik swing trading entry adalah membuat checklist. Hal ini berguna untuk menentukan level support atau resistance yang dianggap penting, estimasi level entry, sinyal trading dengan probabilitas tinggi, reward/risk ratio, dan lainnya.

    Teknik exit

    Berbalik dari teknik entry, teknik swing trading satu ini mengarah pada ketepatan momen untuk keluar dari pasar. Terlepas dari kenaikan harga suatu saham, Anda tetap tidak boleh lengah akan potensi terjadinya penurunan harga. Oleh karena itu, menentukan kapan harus keluar sangat penting untuk meminimalisir kerugian.

    Teknik exit biasanya dilakukan ketika Anda sudah mencapai nilai saham yang telah ditargetkan. Dengan kata lain, teknik exit pada swing trading adalah pengingat agar trader tidak terlena dengan kenaikan harga dan menanggung kerugian yang terlalu besar jika terjadi penurunan.

    Itu dia penjelasan mengenai apa itu swing trading, tujuan, dan risikonya. Pada intinya, swing trading adalah strategi yang dilakukan, baik investor maupun trader untuk memperoleh keuntungan. Hal yang dilakukan adalah memperhatikan kondisi pasar dengan membeli di harga rendah dan menjual saat harga naik. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba strategi ini?

    Baca Juga:

  • Apa itu Insider Trading? Pengertian, Unsur dan Contoh Kasus
  • Cerita untuk inspirasi

    Read

    Daily Update, Education, Tips & Trick - 28 Jun 2022

    Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

    Read
    Investasi Reksa Dana

    Education, Daily Update, Investment - 23 Jun 2022

    Berinvestasi dengan Reksa Dana

    View All

    Related Product

    ONe Mobile
    ONe Mobile

    ONe Mobile

    Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

    Download ONe Mobile