Apa Itu Lembaga Kliring dan Penjaminan? Pengertian & Fungsi

11 Mar 2022 Written by: Redaksi OCBC NISP

Apa itu lembaga kliring? Ini pengertian, fungsi, dan tugasnya. Yuk simak!

Dalam transaksi di bursa, terdapat istilah jasa kliring dan penjaminan. Lembaga kliring adalah badan yang mengatur kedua kegiatan transaksi tersebut. Dengan kata lain, lembaga kliring berperan dalam memfasilitasi penjaminan serta penyelesaian transaksi kliring.

Lalu, apa saja tugas dan fungsi lembaga kliring dan penjaminan? Serta siapa contoh lembaga kliring berjangka di Indonesia? Nah, untuk lebih jelasnya, simak artikel dibawah ini ya!


Pengertian Lembaga Kliring

Lembaga kliring adalah pihak yang menyediakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian untuk transaksi di bursa. Transaksi bursa tersebut merupakan hasil dari transaksi efek di BEI terkait proses penetapan hak dan kewajiban anggota kliring (Perusahaan Efek).

Sekarang, lembaga kliring adalah badan yang dinaungi oleh PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI. Adapun yang bisa melaksanakan kegiatan bisnis sebagai lembaga kliring adalah perseroan yang sudah mendapatkan izin usaha dari Bapepam LK.


Fungsi Lembaga Kliring

Hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui mengenai lembaga kliring adalah fungsinya. Terdapat beberapa fungsi lembaga kliring, di antaranya:

    ● Sebagai bentuk manajemen risiko untuk kerugian trading ● Menyeimbangkan transaksi dalam pasar ● Mengendalikan keinginan margin para anggota kliring ● Melakukan pengiriman dana secara terstruktur ● Melakukan penutupan secara teratur melalui kebijakan lelang terkait kewajiban kontrak pada pihak yang wanprestasi ● Khusus penyelesaian serah terima fisik, lembaga kliring berfungsi untuk menjamin hak/kewajiban dapat terpenuhi dari pembeli atau penjual komoditi

Peran dan Tugas Lembaga Kliring dan Penjaminan

Sejalan dengan apa yang tertulis dalam UU No. 10 Tahun 2011 pasal 26, tugas dari lembaga kliring adalah:

  • Mempersiapkan fasilitas guna terlaksananya penjaminan dan penyelesaian transaksi kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah, transaksi fisik komoditi, dan kontrak derivatif lainnya.
  • Selain kontrak berjangka dan kontrak derivatif syariah, lembaga kliring juga menerima pendaftaran dan penjaminan penyelesaian seluruh transaksi kontrak derivatif dari penyelenggara dan Pialang Peserta Sistem Perdagangan Alternatif.
  • Merancang tata tertib dan peraturan lembaga kliring berjangka.

Selanjutnya, peran dari lembaga kliring yaitu bertanggung jawab dalam menyelesaikan transaksi (settlement), menangani pembayaran margin serta membuat laporan lainnya yang berkaitan dengan pemenuhan kewajiban transaksi (contohnya: distribusi barang atau pencairan uang).

Tujuan dari tugas lembaga kliring adalah untuk mengantisipasi segala risiko yang mungkin terjadi di dalam transaksi komoditas (termasuk turunannya).

Lalu, hal berikutnya yang dilakukan lembaga kliring yaitu menyelesaikan dan memvalidasi transaksi. Seperti yang sudah disebutkan, peran dari lembaga kliring adalah mengantisipasi risiko yang memungkinkan mereka dapat mengambil peran pembeli maupun penjual pada transaksi kliring serta menjadi subjek default risk.

Maka dari itu, tugas lembaga kliring yang terakhir adalah memberikan syarat margin kepada pembeli dan penjual sebelum bertransaksi kliring sebagai bentuk jaminannya.


Contoh Lembaga Kliring Berjangka Indonesia

Berikutnya, lembaga kliring turut mengelola transaksi aset, termasuk juga transaksi komoditi berjangka. Salah satu contoh lembaga kliring adalah ICH atau Indonesia Clearing House yang bergerak di sektor perdagangan komoditi berjangka di Indonesia. ICH telah terhubung ke dalam ekosistem bursa ICDX bersamaan dengan pusat logistik berikat atau disebut ICDX Logistik Berikat (ILB).

ICH adalah lembaga usaha yang membantu serta menjamin dalam penyelesaian transaksi perdagangan berjangka khususnya di ekosistem bursa ICDX. Secara sederhana, cara kerja dari lembaga ini adalah ketika transaksi telah terjadi atau baru didaftarkan di bursa ICDX, maka transaksi tersebut akan diselesaikan oleh lembaga kliring ICH.

Secara umum, ada dua macam penyelesaian transaksi berjangka melalui ICH, antara lain:

  1. Serah Terima Fisik (Physical Delivery)
    Penyelesaian transaksi berjangka dengan cara pembayaran dana ke penjual serta pengiriman barang ke pembeli secara langsung.

  2. Penyelesaian Tunai (Cash Settlement)
    Penyelesaian transaksi berjangka dengan cara pembayaran atau penerimaan dana kepada pihak-pihak yang melakukan transaksi.


Demikian ulasan mengenai lembaga kliring dan penjaminan yang berhasil OCBC NISP rangkum untuk Anda. Untuk mengetahui informasi lainnya seputar layanan korporasi, sobat bisa cek di sini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa!



Baca Juga:

Cerita untuk inspirasi

Read
Investasi Reksa Dana

Education, Daily Update, Investment - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

Read
Mempersiapkan Dana Pensiun

Daily Update, Education, Investment - 23 Jun 2022

Mempersiapkan Dana Pensiun

View All

Related Product

ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile