Apa itu B2B Pengertian dan Contohnya

19 Apr 2022

Pahami pengertian business to business (B2B) dan bedanya dengan B2C!

Business to business adalah salah satu model bisnis yang melibatkan dua entitas bisnis. Dalam artian, target yang disasar bukan hanya konsumen biasa tetapi pelaku bisnis. Business to business atau B2B ini kebalikan dari B2C (Business to Customer).

 

Lalu, apa perbedaan dari kedua model bisnis tersebut? Bila ingin tahu lebih lanjut, yuk simak artikel berikut ini sampai tuntas!

Pengertian Business to Business (B2B)

Pengertian business to business adalah transaksi bisnis baik secara elektronik maupun fisik antar entitas bisnis. Entitas bisnis yang dimaksud bisa berupa perusahaan, CV, dan sebagainya. Singkatan dari business to business adalah B2B. Dalam pengertian yang mudah dipahami, B2B merupakan bisnis yang sasarannya yaitu bisnis lainnya, bukan konsumen secara langsung.

Adapun contoh kegiatan business to business adalah jika Anda menjalankan bisnis ternak lele. Anda menjual lele Anda ke restoran yang menyediakan menu lele. Di sini, Anda menjualnya kepada pemilik restoran lele, bukan ke konsumen terakhir. Transaksi bisnis inilah yang disebut Anda disebut business to business atau B2B karena sasarannya adalah entitas bisnis lain.

Perbedaan B2B dan B2C

Ada dua perbedaan business to business (B2B) dan business to customer (B2C). Sebelumnya Anda telah mengetahui bahwa business to business adalah transaksi antar entitas bisnis. Sedangkan, yang dimaksud business to customer adalah transaksi jasa atau produk kepada konsumen secara langsung baik perorangan maupun kelompok.

Contoh B2C yaitu penjual sembako yang menjual dagangannya ke masyarakat umum. Masyarakat merupakan konsumen terakhir dari rantai ekonomi. Sebenarnya, produk atau jasa yang ditawarkan oleh pemilik bisnis B2B dan B2C bisa saja sama. Yang menjadi pembedanya adalah target pasarnya.

Berikut beberapa poin perbedaan B2B dan B2C dari segi target pasar, daya beli, dan strategi marketing yang tepat.

1. Target pasar

Target pasar business to business adalah bisnis atau perusahaan lain. Sedangkan, target pasar business to customer yaitu konsumen baik perorangan maupun grup.

2. Daya beli

Pemilik B2B memiliki potensi menggaet calon pelanggan berdaya beli tinggi. Sedangkan pada B2C, daya beli calon pelanggan tidak bisa diprediksi.

3. Strategi marketing

Pegiat B2C dapat memasarkan bisnisnya melalui media digital seperti media sosial dan website. Memasarkan produk melalui Facebook, Instagram, Twitter, hingga YouTube bisa dicoba untuk meraih banyak calon pelanggan.

Sedangkan, pada model B2B, cara ini mungkin kurang efektif. Saat volume pembelian tinggi, perusahaan akan tertarik pada produk atau jasa yang ditawarkan. Mereka dapat melakukan proses inbound pada target pasar mereka hingga mendapat prospek-prospek berkualitas.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa model bisnis B2C cenderung lebih customer-centric. Sedangkan, model business to business adalah fokus pada suplai industri.

Karakteristik Business to Business

Mengetahui pengertiannya saja belum cukup. Pahami pula karakteristik business to business. Terdapat enam karakter B2B yang perlu Anda ketahui.

  • Pertama, transaksi bisnis antar perusahaan B2B tidak sesederhana membeli jajan di warung. Ada sejumlah tahapan perusahaan yang harus dilalui agar transaksi dapat berjalan. Salah satunya tahap pencocokan antara perusahaan yang menyuplai dan perusahaan yang menggunakan produk atau jasanya.
  • Kunci dari kegiatan business to business adalah relasi yang didasarkan pada hubungan baik antar dua perusahaan. Keuntungan dari relasi jenis ini yaitu perusahaan tidak perlu menyeleksi lagi produsen mana yang akan menyuplai barang untuk mereka.
  • Kontrak perjanjian dalam kegiatan business to business adalah hal yang harus diperhatikan di awal. Karena masing-masing perusahaan tentu tidak mau mengalami kerugian setelah kontrak disepakati. Untuk itu, negosiasi dan penandatanganan kontrak harus dicermati secara seksama.
  • Karakteristik business to business adalah perjanjiannya bersifat lama. Selain itu, pembelian juga dilakukan dalam jumlah besar karena untuk menjaga rantai pasokan dan keberlangsungan produksi.
  • Terdapat prosedur baku dari tahun ke tahun yang mengatur transaksi antar perusahaan B2B. Prosedur tersebut harus memenuhi standar yang ditentukan. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal di luar aturan yang telah disepakati.
  • Hubungan bisnis antar perusahaan B2B berlangsung untuk jangka panjang, wajar bila banyak tahapan prosedur yang harus diterapkan. Kompleksitas tahapan tersebut bertujuan meminimalisasi risiko bisnis yang mungkin terjadi.

Contoh Business to Business

Salah satu contoh business to business adalah ketika produsen pakaian membeli benang dari perusahaan produksi benang. Pembelian tentu dilakukan dalam jumlah besar karena akan digunakan untuk memproduksi pakaian dalam skala partai.

Perusahaan produsen pakaian dan benang pun menjalani sejumlah tahapan sebelum menyepakati kontrak perjanjian mereka. Dalam hal ini, perusahaan hanya menyuplai pabrik-pabrik produsen pakaian tanpa menjualnya ke konsumen terakhir.

Dalam kondisi ini, yang dimaksud perusahaan business to business adalah perusahaan yang menyuplai benang untuk perusahaan pakaian. Dari paparan tersebut, apakah Anda sudah memahami contoh perusahaan business to business?

Itu dia penjelasan mengenai pengertian business to business (B2B), karakteristik, contoh serta bedanya dengan model bisnis B2C (business to customer). Ingin tahu informasi dan tips bisnis lainnya? Yuk simak lebih lengkap di OCBC NISP!

Baca juga:

Cerita untuk inspirasi

Read

Daily Update, Education, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

Read
Investasi Reksa Dana

Education, Daily Update, Investment - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

View All

Related Product

Deposito

Deposito

Kelola keuangan bisnis jadi lebih cepat dan mudah
Individu

Individu

OCBC NISP banking solutions are ready to help you fulfill all aspirations in life. #TAYTB

Download ONe Mobile