Apa itu JKP? Pengertian, Manfaat, hingga Cara Mendaftarnya

16 Jun 2022

JKP adalah program untuk pekerja yang mengalami PHK. Yuk, simak di sini!

Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau yang sering disingkat JKP adalah program yang memberikan jaminan kepada pekerja atau buruh. Di mana pekerja atau buruh tersebut baru saja mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK.

 

Biasanya pekerja atau buruh akan mendapatkan manfaat berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja. Lalu, kira-kira siapa saja yang bisa mendapatkan program JKP ini? Yuk, simak informasinya di artikel ini!

Apa itu JKP?

Evolusi kebutuhan perusahaan mempengaruhi nasib karyawannya. Sebut saja pemutusan hubungan kerja yang sering terjadi secara mendadak sehingga pekerja/buruh mengalami kesulitan finansial disebabkan oleh terbatasnya waktu dalam mencari pekerjaan lain.

 

Oleh karena itu, pemerintah membuat program bernama JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) untuk melindungi pekerja/buruh yang mengalami PHK. Program tersebut tercantum pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

 

JKP adalah program kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan RI dan BPJS Ketenagakerjaan atau sering disebut disebut BPJSAMSOSTEK sejak akhir tahun 2019.

 

JKP adalah solusi bagi para pekerja/buruh yang memiliki hambatan dalam menemukan pekerjaan baru. Melalui program ini pekerja/buruh bisa mendapatkan uang tunai, informasi lowongan kerja hingga pelatihan kerja.

 

Tapi, perlu dipahami bahwa JKP adalah jaminan yang murni diberikan oleh pemerintah dan tidak menggantikan kewajiban perusahaan yang melakukan PHK untuk membayar pesangon pekerja/buruh. Dengan kata lain, perusahaan wajib memberikan pesangon sesuai undang-undang.

 

Tujuan adanya JKP adalah agar para pekerja/buruh dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara layak serta mempertahankan kondisi finansialnya hingga menemukan pekerjaan baru.

 

Baca juga: Pengertian Melek Finansial & 7 Tips Ampuh Mewujudkannya

Siapa Saja yang Bisa Mendapatkan Program JKP?

JKP adalah program bantuan dari pemerintah untuk para pekerja/buruh yang mengalami PHK. Namun, hanya pekerja/buruh dengan syarat berikut yang bisa mengikuti program JKP:

 

  • Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Belum berusia 54 tahun ketika mendaftar program JKP
  • Merupakan pekerja PK/BU pada Usaha Skala Menengah dan Besar yang telah menjalani 4 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP)
  • Merupakan pekerja pada PK/BU pada Usaha Kecil dan Mikro yang minimal telah menjalani 3 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT)
  • Telah terdaftar sebagai Pekerja Penerima Upah pada Badan Usaha Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan

 

Setelah mengetahui syarat peserta yang dapat mengikuti program JKP, kini Anda juga perlu mengetahui kriteria penerima JKP. Berikut termasuk kriterianya:

 

  • Telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama 24 bulan dengan masa iuran program minimal 12 bulan dan sebelum mengalami PHK telah membayar iuran selama 6 bulan berturut-turut
  • Mengalami PHK disertai dokumen berisi bukti PHK
  • Belum kembali bekerja dan menerima upah
  • Bersedia untuk mencari pekerjaan secara aktif dengan dibuktikan dengan surat Komitmen Aktifitas Pencarian Kerja (KAPK)

 

Dalam proses verifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, syarat pencairan manfaat JKP dapat dibuktikan dengan bukti PHK yaitu:

 

  • Bukti diterimanya PHK oleh pekerja/buruh dengan adanya tanda terima laporan PHK dari dinas yang menangani bidang ketenagakerjaan di kabupaten/kota calon peserta.
  • Perjanjian bersama yang terdaftar di pengadilan hubungan industrial dan akta buktinya, atau
  • Putusan pengadilan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

 

Sedangkan, kriteria peserta yang tidak dapat menerima manfaat JKP adalah sebagai berikut:

 

  • Pekerja/buruh yang tercatat mengundurkan diri dari perusahaan
  • Pekerja/buruh yang cacat total tetap
  • Pekerja/buruh yang pensiun
  • Pekerja/buruh yang meninggal dunia
  • PKWT yang periode kerjanya tercatat sudah habis

Baca juga: 4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Lengkap dan Terbaru

Manfaat JKP

JKP adalah salah satu jalan keluar yang diciptakan oleh pemerintah demi menanggulangi permasalah pengangguran disebabkan oleh PHK mendadak. Diharapkan JKP adalah program bantuan bagi pekerja/buruh untuk menemukan motivasi bekerja.

 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, JKP memberikan beberapa manfaat bagi para pekerja/buruh untuk mendapatkan pekerjaan baru. Untuk pembahasan lebih detailnya, berikut manfaat JKP:

Uang Tunai

Para peserta JKP berhak mendapatkan uang tunai per bulannya dengan kurun waktu maksimal 6 bulan setelah peserta mengalami PHK dan telah terverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai penerima JKP.

 

Uang tunai yang didapatkan sebesar (45% x upah x 3 bulan) + (25% x upah x 3 bulan).

 

Yang dimaksud dari perhitungan tersebut adalah peserta berhak mendapatkan uang tunai sebesar 45% dari upah terakhir yang diterima selama 3 bulan. Selanjutnya, pada 3 bulan berikutnya, peserta mendapatkan uang tunai sebesar 25% dari upah akhir yang diterima.

 

Besaran upah yang digunakan adalah upah terakhir yang dilaporkan dengan batasan upah yang ditetapkan BPJS yaitu Rp5.000.000.

Akses ke informasi pasar tenaga kerja

Pada dasarnya JKP adalah program yang membantu pekerja/buruh yang mengalami PHK untuk kembali mendapatkan pekerjaan. Maka dari itu, selain mendapatkan dukungan finansial dari pemerintah, program ini juga memfasilitasi keterbukaan akses pada pasar tenaga kerja.

 

Melalui JKP, pekerja/buruh berhak mendapatkan informasi terkait lowongan pekerjaan yang sesuai. Selain itu, bimbingan jabatan juga diberikan dalam bentuk layanan konseling terkait karir selanjutnya serta penilaian diri untuk menemukan potensi diri masing-masing.

 

Kedua layanan tersebut dapat membantu pekerja/buruh menentukan karir yang baru demi meningkatkan taraf kehidupannya.

Pelatihan kerja

Selain informasi pasar tenaga kerja, peserta JKP juga akan memperoleh pelatihan kerja berbasis kompetensi kerja.

 

Untuk menyelenggarakan program ini, Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) milik pemerintah, swasta maupun perusahaan. Program berikut dapat dilaksanakan melalui daring atau luring sesuai kondisi.

 

Pelatihan kerja ini memberikan kesempatan untuk pekerja/buruh yang mengalami PHK dalam mengembangkan kemampuannya maupun menemukan keahlian baru yang dapat digunakan untuk membangun tujuan karir mereka.

Baca juga: Apa Perbedaan Gaji dan Upah? Pahami 6 Poin Penting Ini

Cara Daftar Program JKP

Telah disebutkan bahwa JKP adalah program kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJSAMSOSTEK. Sehingga untuk mendaftar JKP pasti diperlukan jaminan sosial. Bagaimana cara mendaftar JKP? Yuk simak caranya!

 

Bagi peserta yang telah terdaftar sebagai peserta jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan, maka secara otomatis telah menjadi peserta program JKP sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021.

 

Alur pendaftaran selanjutnya adalah pihak perusahaan yang telah mengikutsertakan pekerjanya dalam program jaminan sosial dapat menyerahkan dokumen hubungan kerja pada BPJS Ketenagakerjaan.

 

Sedangkan untuk perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja/buruhnya pada program jaminan sosial dapat mendaftar dalam kurun waktu maksimal 30 hari setelah pekerja/buruh bekerja.

 

Setelah itu, pekerja/buruh yang belum terdaftar jaminan sosial tersebut dapat mengisi formulir pendaftaran yang mencakup nama perusahaan, nama pekerja/buruh, NIK, tanggal lahir dan tanggal dimulai dan berakhirnya periode kerja bagi PKWT atau tanggal mulainya perjanjian kerja bagi PKWTT.

 

Kepesertaan pekerja/buruh ini akan diverifikasi dan divalidasi sesuai dengan persyaratan keikutsertaan program JKP oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan. Setelah persyaratan diverifikasi, bukti kepesertaan akan dikirim ke pekerja/buruh yang terintegrasi dalam 1 kartu program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dan sertifikat kepesertaan akan diberikan pada perusahaan.

Baca juga: Mudah! Ini Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Terlengkap

 

Itu tadi adalah informasi singkat mengenai apa itu Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau JKP. Mulai dari siapa saja yang bisa mendapatkannya hingga bagaimana cara mendaftar program JKP. Terakhir, Anda bisa temukan beragam informasi menarik terkait investasi dan manajemen keuangan dengan menelusuri laman OCBC berikut.

Cerita untuk inspirasi

Read
Investasi Reksa Dana

Education, Daily Update, Investment - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

Read
Mempersiapkan Dana Pensiun

Daily Update, Education, Investment - 23 Jun 2022

Mempersiapkan Dana Pensiun

View All

Related Product

Individu

Individu

OCBC NISP banking solutions are ready to help you fulfill all aspirations in life. #TAYTB

Download ONe Mobile