8 Perbedaan Saham dan Obligasi, Ini yang Paling Untung!

22 Mar 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Salah satu perbedaan saham dan obligasi terletak pada risikonya. Jadi, lebih menguntungkan yang mana? Berikut ulasannya.

Saham dan obligasi adalah dua jenis investasi yang memiliki tingkat kepopuleran dan peminat cukup tinggi. Meskipun sama-sama memberi keuntungan bagi pelakunya, terdapat beberapa perbedaan saham dan obligasi yang patut Anda ketahui terlebih dahulu sebelum menggeluti hal tersebut. Apa itu? Simak penjelasannya di bawah.

Sebenarnya, dua jenis investasi ini sama-sama berupa dokumen penting. Akan tetapi, jika dilihat dari pengertian saham dan obligasi berikut, maka Anda pasti dapat mengidentifikasi satu perbedaannya.

Saham adalah surat berharga yang menandakan kepemilikan dari sebuah perusahaan. Sedangkan obligasi adalah surat utang untuk diperjualbelikan. Sudah sedikit terlihat bukan perbedaannya? Nah, untuk lebih jelasnya, baca artikel berikut sampai habis, ya!

3 Persamaan Obligasi dan Saham

Sebelum membahas perbedaan obligasi dan saham, akan lebih baik apabila Anda memahami persamaan kedua produk ini. Nah, dalam dunia keuangan, terdapat 3 persamaan antara obligasi dan saham yakni:

  • Bentuk dokumen
  • Kedua instrumen tersebut merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan, baik itu dari pemerintah (BUMN) ataupun swasta. Bukti kepemilikan bisa dalam bentuk cetak maupun digital.

  • Memberi keuntungan
  • Karena keduanya merupakan surat berharga, dua instrumen ini mampu memberikan keuntungan terhadap pemegang surat yang diterbitkan oleh perusahaan.

  • Memiliki hak tebus
  • Persamaan terakhir antara keduanya adalah memiliki hak tebus. Sobat OCBC NISP dapat menukarkan saham ataupun obligasi dengan uang. Perusahaan juga harus bisa memberikan uang sesuai dengan nilai yang dimiliki.

8 Perbedaan Saham dan Obligasi

Setelah memahami persamaan obligasi dan saham, sekarang waktunya Anda mengulik 8 perbedaan obligasi dan saham. Perbedaan obligasi dan saham ini bisa terlihat dari segi fungsi hingga besarnya keuntungan.

  1. Fungsi
  2. Perbedaan saham dan obligasi yang pertama terletak pada fungsinya. Jika sobat OCBC NISP membeli saham sebuah perusahaan, maka artinya Anda memiliki sebagian porsi perusahaan.

    Sementara itu, obligasi adalah tanda bukti pengakuan utang antara penerbit surat dan pemegang surat. Penerbit surat sebagai pemilik utang dan pemegang surat sebagai investor.

    Sehingga bagi pemegang saham, surat saham berfungsi sebagai bukti sah kepemilikan perusahaan. Sedangkan bagi pemegang obligasi, surat obligasi bukan berfungsi sebagai kepemilikan sah porsi perusahaan, melainkan bukti piutang saja.

  3. Harga jual-beli surat berharga
  4. Perbedaan obligasi dan saham yang kedua adalah harga jualnya. Jika terjadi inflasi, perubahan kondisi politik, atau gejolak kondisi ekonomi dalam suatu negara, harga jual-beli saham akan mengalami perubahan yang signifikan. Harga saham rentan terhadap perubahan kondisi, sehingga risiko yang Anda hadapi biasanya lebih besar.

    Sebaliknya, obligasi menawarkan harga yang lebih stabil meskipun menghadapi berbagai kondisi keuangan. Sehingga, tingkat risiko kerugiannya pun tergolong kecil.

  5. Masa berlaku
  6. Perbedaan saham dan obligasi yang ketiga adalah masa berlaku surat berharga yang dipegang. Masa berlaku saham tidak terbatas. Jika Anda membeli saham, maka itu akan menjadi milik Anda seterusnya. Hak kepemilikan bisa hilang saat Anda menjual saham tersebut.

    Sementara itu, obligasi memiliki rentang waktu yang telah ditetapkan pada awal perjanjian yakni sampai tanggal jatuh tempo.

  7. Kepastian pembagian keuntungan
  8. Perbedaan obligasi dan saham yang berikutnya adalah kepastian pembagian keuntungan.

    Pemegang saham akan mendapatkan dividen. Dividen adalah persentase keuntungan berdasarkan jumlah saham yang dimiliki dan pendapatan perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Dividen jumlahnya tidak tentu, bergantung pada laba yang didapatkan perusahaan.

    Sedangkan obligasi berbeda karena bunga dan pokok pinjaman wajib dilunasi tanpa melihat keuntungan maupun kerugian perusahaan penerbit surat.

  9. Besarnya keuntungan
  10. Perbedaan obligasi dan saham yang kelima adalah nilai keuntungan yang Anda dapatkan.

    Besaran keuntungan yang didapatkan dari saham diambil berdasarkan jumlah saham yang dimiliki serta laba perusahaan.

    Sementara itu, penerbit obligasi harus membayarkan seluruh pokok pinjaman beserta bunganya berdasarkan perjanjian yang telah disepakati sejak awal.

    Umumnya, pemegang saham akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pemegang obligasi karena risiko yang dihadapi juga lebih besar.

  11. Pajak
  12. Perbedaan saham dan obligasi yang keenam adalah nilai pajak yang ditanggung investor. Pemegang saham dikenai pajak karena dividen/laba perusahaan tergolong ke dalam pendapatan. Namun, pajak tersebut sudah terpotong otomatis ketika investor memperoleh dividen.

    Sedangkan pembayaran obligasi termasuk dalam biaya perusahaan, sehingga dapat dianggap tidak dikenakan pajak.

  13. Hak campur tangan perusahaan
  14. Perbedaan saham dan obligasi yang ketujuh adalah hak Anda terhadap perusahaan. Pemilik saham mempunyai hak suara untuk menentukan kebijakan perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena ia memiliki sebagian porsinya.

    Sementara itu, obligasi merupakan surat utang dan Anda tidak memiliki hak apapun atas perusahaan penerbit surat tersebut. Sehingga, sobat OCBC NISP tidak bisa ikut campur tangan dalam kebijakan perusahaan.

  15. Kebijakan saat likuidasi
  16. Perbedaan saham dan obligasi yang terakhir adalah kebijakan perusahaan saat likuidasi. Likuidasi adalah proses pembubaran perusahaan serta penyelesaian urusan perusahaan seperti, menjual harta perusahaan, menagih piutang ke rekan bisnis, melunasi utang, juga pembagian sisa harta kepada para pemilik perusahaan.

    Saat perusahaan pailit, pemilik utang dan obligasi akan diprioritaskan. Anda akan mendapatkan modal serta bunga sesuai dengan perjanjian.

    Sedangkan bagi pemilik saham, mereka akan mendapatkan keuntungan sesuai porsi kepemilikan setelah kewajiban utang perusahaan saat likuidasi dilunasi.

Obligasi dan Saham, Pilih yang Mana?

Setelah mempelajari persamaan serta perbedaan kedua instrumen investasi tersebut, manakah yang akan Anda pilih? Obligasi atau saham?

Jika hendak memilih, pastikan Anda memiliki tujuan investasi yang jelas. Rencanakan seberapa lama Anda perlu berinvestasi dan ukur keuntungannya.

Kemudian, bandingkan risikonya. Apabila Anda tidak mampu menghadapi risiko yang tinggi, maka obligasi bisa jadi solusi. Sebaliknya, jika Anda punya kemampuan untuk menghadapi risiko tinggi, saham jawabannya.

Apabila Anda mampu dan tertarik berinvestasi di kedua instrumen tersebut, tak ada salahnya bagi sobat OCBC NISP untuk mencoba obligasi serta saham di waktu bersamaan. Namun, yang pasti adalah berinvestasilah dengan rencana matang dan ambil setiap keputusan secara bijak.

---

Itulah informasi lengkap tentang perbedaan saham dan obligasi yang tak boleh dilewatkan. Meskipun sama-sama memberi keuntungan, namun dua jenis investasi tersebut tetap memiliki kelebihan serta kekurangannya tersendiri. Jadi, apa yang akan sobat OCBC NISP pilih?

Story for your Inspiration

Baca

Investasi, Announcement, News Update, Edukasi - 18 Okt 2021

Sudah Optimalkah Kinerja Portfolio Investasi Anda?

Baca

Edukasi - 18 Okt 2021

Bayar Netflix, Spotify, Grab dan Gojek Pakai Kartu Debit Online OCBC NISP

See All