6 Cara Investasi Reksadana Bagi Pemula Agar Untung Maksimal

12 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bingung cara investasi reksadana yang menguntungkan? Coba tips di bawah.

Demi menunjang kondisi finansial masa kini dan esok hari, banyak orang mulai sadar akan pentingnya berinvestasi. Salah satu instrumen investasi yang naik daun adalah reksadana. Namun, karena masih awam, seringkali orang meraba-raba bagaimana cara investasi reksadana yang menguntungkan dan tepat.

Mengapa perlu belajar cara investasi reksadana? Sebab, tujuan utama investasi adalah mengembangkan dana sehingga meraih keuntungan yang diinginkan. Jika Anda berinvestasi reksadana asal-asalan dan tanpa ilmu, bisa jadi Anda malah merugi.

Lantas, bagaimana cara investasi reksadana untuk pemula? Apa saja tahapan yang perlu dijalankan agar mendapatkan keuntungan maksimal? Nah, agar tidak bingung, yuk simak penjelasannya sampai habis!


Pengertian Reksadana

Reksadana adalah sebuah instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari berbagai investor kepada manajemen investasi untuk dikelola ke dalam berbagai instrumen lain. Dari pengelolaan tersebut, reksadana terbagi dalam 4 jenis, yaitu reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran.

Investasi reksadana bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, sobat OCBC NISP yang ingin mencoba berinvestasi reksadana bisa memulainya secara online.

Reksadana umumnya digemari oleh para investor pemula karena Anda hanya perlu menyetorkan sejumlah dana kepada lembaga penyedia reksadana, kemudian menunggu manajer investasi memprosesnya hingga menghasilkan laba.

Sebagai contoh, sobat OCBC NISP tidak harus memiliki modal puluhan juta untuk mulai berinvestasi. Anda bisa memulai investasi mulai dari Rp10.000 pada berbagai platform penyedia reksadana. Pilih jenis reksadana sesuai tujuan keuntungan Anda, dan akhirnya sobat OCBC NISP tinggal menunggu laporan saja dari manajer investasi.


Bagaimana Cara Investasi Reksadana Bagi Pemula?

Cara investasi reksadana secara umum terbagi menjadi 6. Cara investasi reksadana online ataupun offline secara umum masih menggunakan cara di bawah ini. Mulai dari memilih lembaga penyedia reksadana hingga menetapkan rentang waktu Anda berinvestasi. Berikut penjelasan detailnya:

  1. Memilih penyedia investasi reksadana
    Cara investasi reksadana untuk pemula yang pertama adalah memilih penyedianya. Sobat OCBC NISP bisa memilih berbagai penyedia reksadana online yang menawarkan beragam produk.

  2. Pelajari berbagai macam reksadana
    Di samping memilih platform atau penyedia reksadana, cara investasi reksadana bagi pemula berikutnya adalah mempelajari berbagai macam pilihan reksadana. Di Indonesia, secara umum terdapat 4 jenis reksadana yang bisa dipilih, yaitu:

    1. Reksadana pasar uang
      Jika Anda berinvestasi pada reksadana jenis ini, dana Anda akan dialokasikan seluruhnya pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), serta obligasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun.

        Keuntungan:
      • Anda bisa menginvestasikan modal pada reksadana pasar uang mulai dari Rp100 ribu.
      • Risiko yang Anda hadapi relatif sangat rendah.
      • Sobat OCBC NISP bisa mencairkan dana dari reksadana pasar uang kapan saja. Pencairan tersebut juga tidak dikenai biaya penalti ataupun potongan.
      • Hasil keuntungan yang bisa Anda dapatkan lebih besar dibanding deposito di bank.
      • Jangka waktu investasi bisa disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan Anda. Sehingga jenis ini sesuai untuk investasi jangka pendek.
    2. Reksadana saham
      Pada jenis ini, modal reksadana dialokasikan dananya minimal 80% pada bermacam efek saham, sedangkan 20% sisanya ditempatkan pada pasar uang.

        Keuntungan:
      • Sobat OCBC NISP bisa memulai investasi dengan modal sebesar Rp10 ribu.
      • Hasil keuntungan reksadana saham jauh lebih tinggi dibanding jenis reksadana yang lain. Namun, risikonya juga berbanding lurus dengan hasil keuntungan.
      • Secara umum, jangka waktu investasi untuk jenis ini paling tidak di atas 5 tahun.
      • Reksadana ini sesuai dengan investor yang sudah berpengalaman dan mampu mengukur risikonya.
        Risiko:
      • Terdapat biaya investasi yang biasanya langsung dikurangi dari hasil investasi. Biaya investasi akan lebih kecil jika sobat OCBC NISP berinvestasi secara online.
      • Anda bisa mendapatkan rugi ataupun keuntungan yang besar. Semuanya bergantung pada kemampuan manajer investasi.
      • Pencairan umumnya dilakukan selama 3-5 hari.
    3. Reksadana pendapatan tetap
      Pada jenis ini, alokasi modal ditempatkan pada obligasi atau surat utang dengan komposisi sebesar 80%. Sementara itu, 20% sisanya diberikan pada reksadana pasar uang.

        Keuntungan:
      • Sesuai dengan namanya, hasil keuntungan yang didapatkan terbilang stabil. Sebab, hasil keuntungan berasal dari kupon/bunga yang wajib dibayarkan oleh pengutang secara berkala. Keuntungan tersebut juga cenderung bernilai tetap.
      • Modal awalnya mulai dari Rp100 ribu.
      • Hasil keuntungan umumnya lebih besar dari reksadana pasar uang.
      • Waktu investasi umumnya antara 1-3 tahun. Biasanya untuk investor dengan karakter moderat.
      • Risikonya relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang.
    4. Reksadana campuran
      Reksadana campuran merupakan jenis investasi yang modalnya dialokasikan pada instrumen campuran. Mulai dari deposito, pasar uang, surat utang/obligasi, hingga saham.

      Persentase alokasi dana bergantung pada sub-jenisnya. Jika campuran defensif, maka alokasi dana diterapkan pada obligasi serta pasar uang. Jika berimbang, maka 50% pada pasar saham dan obligasi. Sedangkan jika dinamis bergantung pada keputusan manajer investasi.

  3. Perhatikan legalitas lembaga penyedia reksadana
    Cara investasi reksadana yang ketiga adalah memperhatikan legalitas lembaga penyedia reksadana saat sudah memutuskan pilihan. Setiap perusahaan keuangan selalu diwajibkan meminta izin berusaha pada lembaga pemerintah. Di Indonesia, perusahaan investasi reksadana biasanya harus diverifikasi terlebih dulu OJK.

    Saat proses verifikasi selesai dan penyedia reksadana mendapatkan surat izin, maka penyedia tersebut termasuk lembaga yang legal.

  4. Tentukan tujuan keuntungan investasi
    Cara investasi reksadana yang keempat adalah menentukan tujuan keuntungan investasi. Contohnya seperti berapa modal awal Anda, berapa besar keuntungan yang diinginkan, dan sebagainya.

  5. Pahami potensi keuntungan reksadana
    Cara investasi reksadana selanjutnya adalah memahami potensi keuntungan reksadana. Sesuai dengan yang sudah disinggung sebelumnya, setiap jenis reksadana memiliki keuntungan dan risiko masing-masing. Jika Anda masih pemula, maka pilihlah pasar uang.

    Jika Anda sudah siap dengan risiko yang lebih besar, pilihlah reksadana pendapatan tetap. Jika ingin risiko yang tinggi dan dengan keuntungan tinggi, maka pilihlah reksadana saham.

  6. Tetapkan rentang waktu Anda berinvestasi
    Cara investasi reksadana yang terakhir adalah menentukan seberapa lama waktu investasinya. Sobat OCBC NISP bisa melihat ukuran waktu yang sudah dijelaskan pada jenis-jenis reksadana.

Berbagai hal yang dijelaskan di atas juga bisa dijadikan cara investasi reksadana untuk mahasiswa. Jika Anda masih pelajar, bukan berarti Anda tidak bisa berinvestasi pada instrumen reksadana.

Itulah penjelasan terkait pengertian reksadana dan cara investasi reksadana bagi pemula. Sobat OCBC NISP bisa mulai mempertimbangkan jenis reksadana apa yang sesuai dengan tujuan investasi dan mencari penyedia reksadana yang sesuai.

Jika Anda masih bingung, kantor cabang OCBC NISP akan selalu bersedia membimbing sobat OCBC NISP. Jadi, sudah siap berinvestasi reksadana?

Individu Education

Story for your Inspiration

Baca

News Update - 10 Mei 2021

The Fed doesn't fear inflation

Baca

Education - 10 Mei 2021

Apa itu Market Share - Pengertian, Jenis, dan Cara Mengukur

See All