6 Ciri-Ciri Investasi Bodong yang Patut Diwaspadai

12 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pernah mendengar kasus investasi bodong? Ini ciri-cirinya.

Sobat OCBC NISP sudah terpikir untuk segera menanamkan modal dalam instrumen investasi tertentu? Waspadalah! Sebab, tidak semua instrumen investasi memberikan keuntungan yang dijanjikan. Ada banyak kasus investasi bodong yang kerap beredar dan menipu berbagai kalangan masyarakat.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu memberikan kabar terkait perusahaan mana saja yang termasuk menawarkan investasi bodong dan patut dihindari. Lantas, apa itu investasi bodong? Bagaimana ciri-ciri investasi bodong dan apa yang bisa Anda lakukan untuk menghindarinya? Yuk simak penjelasannya hingga habis.


Pengertian Investasi Bodong

Investasi bodong adalah sebuah investasi yang berupaya untuk melakukan penipuan pada investor dengan meminta sejumlah dana untuk menanamkan modal dalam produk atau bisnis yang sebenarnya tidak ada.

Setelah dana diterima oleh pelaku, maka uang Andda tidak akan dikembalikan dan tidak memperoleh keuntungan sebab pelaku kabur membawa dana investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dan menyetorkan sejumlah dana, hati-hati dengan berbagai tawaran investasi yang mencurigakan.


Ciri-ciri Investasi Bodong

Agar terhindar dari kasus penipuan dalam berinvestasi, pastikan jenis investasi yang dipilih dengan berbagai pertimbangan matang. Untuk itu kenali ciri ciri investasi bodong di bawah ini.

  1. Informasi terbatas
    Sebelum berinvestasi, biasanya instrumen investasi akan memberikan informasi dan penjelasan secara detail. Calon investor juga akan dijelaskan mengenai model investasi dan pengelolaan dana hingga memperoleh keuntungan.

    Namun apabila Anda tidak mendapatkan informasi yang jelas tekait pegelolaan dana investasi dan sebagainya, Anda patut curiga dengan instrumen investasi tersebut. Kemungkinan besar Anda sedang dijebak dalam investasi bodong.

  2. Menjanjikan pengembalian dana yang tinggi dengan risiko kecil
    Setiap produk investasi memiliki risiko masing-masing. Biasanya semakin tinggi jumlah uang yang diinvestasikan maka semakin tinggi pula risiko yang didapatkan. Apabila ada pihak yang menawarkan investasi dengan janji pengembalian biaya yang besar tetapi risiko kecil, Anda perlu berhati-hati. Sebab jenis risiko yang ditawarkan berbeda dengan investasi legal pada umumnya.

  3. Tidak ada bukti rekam jejak
    Sebelum berinvestasi, kenali dan lihat portofolio atau rekam jejak perusahaan. Biasanya investasi bodong tidak memiliki rekam jejak yang jelas. Mereka tidak bisa memberikan bukti atas pertanggungjawaban investasi sebelumnya. Pelaku investasi hanya mengklaim dengan promosi kualitas produk yang baik seperti mengaku memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam dunia investasi. Nyatanya tidak ada bukti pendukung.

  4. Tidak memiliki izin resmi
    Untuk mengenali ciri ciri investasi bodong paling mudah dengan melihat perizinannya. Apakah pihak instrumen investasi tersebut telah memiliki izin yang dikeluarkan oleh badan resmi seperti OJK atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka komoditi (Bappebti). Untuk memastikan legalitas suatu instrumen investasi tidak cukup dengan klaim telah berbadan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT).

  5. Tidak memiliki aset dasar yang jelas
    Setiap investasi seharusnya memiliki aset dasar seperti pada reksa dana saham memiliki aset dasar berupa saham. Sehingga dana para investor dalam produk reksa dana saham akan dikelola oleh manajer investasi agar dapat berkembang menuai profit.

    Berbeda dengan investasi bodong yang tidak jelas pengelolaan dana investasinya. Tidak ada transparansi yang jelas terkait dana investor akan diputar dan dikelola seperti apa. Aset dasar juga tidak dimiliki.

  6. Sikap mendesak untuk segera bergabung investasi bodong
    Saat mempromosikan investasi, biasanya pelaku akan berusaha keras mendesak dan memaksa calon korbannya untuk segera berinvestasi dalam produk mereka. Jika terjadi kondisi demikian, Anda patut curiga terkait produk investasi yang ditawarkan.


Tips Menghindari Investasi Bodong

Maraknya investasi bodong jangan sampai membuat Anda takut dan tidak ingin berinvestasi. Anda masih dapat menikmati manfaat investasi dengan tips berikut ini.

  1. Melakukan riset
    Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada suatu pihak, Anda harus melakukan riset mendalam terkait produk investasi. Lihat dan cari tahu lebih terkait sistem investasi, legalitas, cara pengelolaan dana, alokasi dana, profil risiko sampai keuntungan yang akan diperoleh.

  2. Diskusi dengan orang lebih ahli
    Setelah melakukan riset, Anda dapat mendiskusikannya dengan orang yang lebih ahli di bidang investasi seperti konsultan keuangan. Anda juga bisa bertanya dan meminta testimoni dari orang terdekat yang pernah berpengalaman dalam investasi.

  3. Mengecek dokumen terkait perusahaannya
    Perusahaan investasi yang legal akan menunjukkan beberapa dokumen yang berisi informasi terperinci mengenai prospek investasi kepada calon investor.

    Beberapa data perusahaan seperti profil perusahaan, model investasi, kondisi keuangan, keuntungan sampai risiko akan ditunjukkan kepada calon investor sebagai bentuk transparasi. Berbeda dengan investasi bodong yang akan menyembunyikan dan tidak menunjukkan dokumen perusahaan.

  4. Cek Melalui Situs OJK
    Tips yang menambah keyakinan Anda dengan produk investasi tersebut dengan melakukan konfirmasi kepada pihak OJK untuk mengecek legalitasnya. Bertanya terkait kredibilitas perusahaan yang menjalankan investasi tersebut ke pihak OJK. Anda dapat menghubungi OJk melalui call center 1500655 dan email ke waspadainvestasi@ojk.go.id.

  5. Jangan mudah tergiur penawaran menarik
    Tips terakhir agar tidak terjebak dalam tipuan investasi adalah dengan tidak mudah tergiur atas tawaran yang menarik. Investasi abal-abal akan memberikan penawaran yang menggiurkan seperti keuntungan yang besar dengan risiko kecil.

    Supaya terhindar dari investasi tersebut, sebelum menelan informasi sebaiknya menggunakan akal sehat untuk memikirkan dan mempertimbangkan penawaran tersebut.

Setelah membaca pembahasan di atas, tentu Anda sudah paham mengenai investasi bodong. Jangan sampai Anda mudah tertarik dengan penawaran profit yang besar, namun minim risiko. Jadi, lebih berhati-hati, ya!

Individu Education Investasi

Story for your Inspiration

Baca

News Update - 10 Mei 2021

The Fed doesn't fear inflation

Baca

Education - 10 Mei 2021

Apa itu Market Share - Pengertian, Jenis, dan Cara Mengukur

See All