6 Jenis investasi Jangka Panjang, Menguntungkan & Bikin Kaya

13 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Tertarik berinvestasi sejak dini? Maka, investasi jangka panjang solusinya.

Investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang baru bisa menghasilkan keuntungan setelah beberapa waktu lama. Sehingga, investasi tersebut berguna untuk mempersiapkan dana yang dibutuhkan di masa depan.

Bahkan kabarnya investasi jangka panjang lebih menguntungkan daripada investasi lainnya, benarkah demikian? Nah, untuk lebih jelasnya, yuk simak faktanya di artikel berikut ini.


Pengertian investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang adalah produk investasi yang menanamkan modal atau aset dalam jangka waktu yang lama. Dana akan dikelola dan dapat dicairkan setelah lebih dari satu tahun, tergantung jangka waktu yang telah disepakati.

Sesuai dengan namanya, investasi ini cocok untuk simpanan dana di masa mendatang. Sebab dana dan keuntungannya baru dapat dinikmati setelah bertahun-tahun.


Tujuan investasi jangka panjang

Karena jangka waktunya yang lama, investasi ini memiliki tujuan tersendiri yaitu:

  • Untuk mengalokasikan dana khusus, seperti biaya pernikahan, biaya pendidikan, dan dana pensiun.
  • Sebagai dana simpanan khusus yang menguntungkan.
  • Untuk mengendalikan perusahaan dengan kepemilikan modal.
  • Agar ketersediaan bahan baku produksi terjamin sehingga hasil produksi tetap berjalan.
  • Meminimalisir persaingan antara perusahaan yang sama.
  • Memperoleh passive income (penghasilan pasif) pada jangka waktu tertentu, contohnya royalti, bunga, deviden, atau uang sewa.
  • Sebagai pemenuhan kebutuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
  • Memperoleh keuntungan secara konsisten.
  • Ingin memperoleh profit yang besar.

Jenis-jenis investasi jangka panjang

Di pasaran, ada banyak macam macam investasi jangka panjang. Yuk intip jenis jenis investasi jangka panjang ada apa saja:

  1. Reksadana
    Reksadana adalah produk investasi dimana modal yang disetor oleh investor akan dikelola oleh manajer investasi pada instrumen investasi lain seperti pasar saham, obligasi, dan lainnya. Jenis investasi ini biasa dipilih oleh pemula sebab investor tidak perlu pusing dalam mengelolanya.

    Jangka waktu yang ditawarkan investasi reksadana beragam, salah satunya jangka panjang. Reksadana dengan jangka waktu yang lama dapat dijumpai pada produk reksadana saham dengan jangka waktu lima tahun, reksadana campuran selama 3-5 tahun, dan reksadana pendapatan tetap dengan masa 1-3 tahun.

  2. Saham
    Saham adalah surat berharga sebagai bukti pemilik modal juga menjadi bagian dari kepemilikan aset atau perusahaan yang mengeluarkan saham.

    Mengapa investasi saham merupakan investasi jangka panjang yang banyak diminati sebab produk keuangan ini cenderung memberikan profit yang lebih besar dibandingkan instrumen investasi lainnya.

    Walau keuntungan yang diperoleh tinggi, tetapi risiko kerugian juga tinggi. High Risk High Return.

  3. Obligasi
    Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan pemilik hutang untuk diperjual-belikan kepada masyarakat. Masyarakat adalah pemberi pinjaman atau pihak piutang sebagai pemegang obligasi. Jangka waktunya antara 1 sampai 10 Tahun.

    Obligasi menguntungkan dua pihak. Perusahaan yang mengeluarkan obligasi berkesempatan memperoleh modal dari piutang untuk meningkatkan bisnis. Sedangkan pihak piutang sebagai bentuk bentuk investasi yang mendatangkan profit di masa mendatang.

  4. Emas
    Emas adalah instrumen investasi yang lazim dijumpai di masyarakat. Jenis investasi ini sudah ada sejak zaman dulu dan masih eksis hingga saat ini. Pasalnya emas adalah produk investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang.

    Harga emas cenderung stabil, tetapi akibat inflasi sehingga harganya selalu meningkat setiap tahun. Apabila inflasi menurun, harga emas tidak akan turun secara drastis. Selain itu, tingkat likuiditas emas sangat tinggi.

    Anda akan memperoleh keuntungan berlipat-lipat saat menjual emas pada harga jualnya melambung tinggi.

  5. Properti
    Properti adalah contoh investasi jangka panjang dengan nilai yang sangat tinggi. Harga tanah dan bangunan cenderung meningkat setiap tahun dengan presentasi hingga 20%.

    Walaupun kelemahannya memang memerlukan modal yang besar untuk berinvestasi properti. Untuk membeli properti, Anda harus menyediakan uang ratusan juta hingga bermilyar. Tetapi keuntungan yang diperoleh juga sangat besar.

  6. Tabungan berjangka
    Tabungan berjangka adalah investasi yang jarang diketahui namun ternyata menawarkan profit yang tak kalah tinggi. Anda harus menabung secara rutin selama jangka waktu tertentu.

    Bunga yang ditawarkan cukup tinggi dibandingkan jenis tabungan lainnya. Setelah jatuh tempo, Anda baru bisa mencairkan dana dan menikmati keuntungannya. Oleh sebab itu tabungan berjangka tergolong investasi jangka panjang yang patut untuk dicoba.


Tips investasi jangka panjang

Agar keuntungan semakin berlipat, gunakan strategi untuk berinvestasi. Berikut tips berinvestasi jangka panjang yakni:

  1. Memahami setiap instrumen investasi
    Sebelum menyetorkan sejumlah dana dalam produk investasi, Anda harus mengetahui secara detail instrumen investasi yang dituju. Ketahui secara lengkap mulai dari pengelolaan dana, sistem profit, risiko kerugian, kelegalan produk investasi, dan sejenisnya.

    Jangan sampai Anda tidak mengetahui secara mendalam sehingga berakibat pada kerugian. Anda juga harus berhati-hati terhadap investasi bodong. Memulai berinvestasi harus dibekali dengan pengetahuan dan informasi yang cukup terkait produk investasi.

  2. Mengetahui kondisi dan kebutuhan pribadi
    Investasi jangka panjang memiliki banyak tujuan. Dalam memilih produk investasi, sebaiknya Anda mengenali dan mengetahui kondisi keuangan pribadi terlebih dahulu.

    Jangan sampai tren investasi membuat Anda ikut-ikutan tetapi dana darurat atau kebutuhan pokok belum tercukupi. Alokasikan dana khusus untuk investasi dimana keuangan untuk kebutuhan pokok telah tercukupi.

    Selain itu pilih jenis investasi jangka panjang sesuai tujuan dan kebutuhan pribadi. Apabila Anda sudah berkeluarga maka tujuan berinvestasi dalam jangka panjang untuk kebutuhan pendidikan, dana pensiun, dan lain-lain.

    Jika Anda pengusaha ingin mengembangkan bisnisnya, maka investasi obligasi menjadi pilihan tepat. Jadi sesuaikan jenis investasi dengan kondisi dan kebutuhan pribadi.

  3. Berinvestasi dengan strategi
    Bekal utama sebelum berinvestasi selain modal uang adalah pengetahuan. Apalagi jika Anda berinvestasi pada saham. Butuh strategi dalam mengelola dana investasi agar menghasilkan keuntungan.

    Tetapkan strategi sesuai dengan target dan tujuan investasi Anda. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan ahli keuangan di bidang investasi.

  4. Bersikap sabar
    Keuntungan investasi jangka panjang akan dirasakan setelah bertahun-tahun. Sehingga Anda harus sabar dalam berinvestasi.

    Tanpa kesabaran, kemungkinan besar Anda akan menarik sejumlah dana sebelum jatuh tempo. Akibatnya bukan menuai keuntungan tetapi kerugian. Sebab biasanya ada konsekuensi dari produk investasi jika mencairkan dana sebelum periodenya.

Itulah pembahasan dan fakta lengkap seputar investasi jangka panjang. Produk investasi ini merupakan pilihan tepat untuk menuai keuntungan di masa depan. Tertarik mencoba investasi jangka panjang?

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 19 Jan 2022

Jurus Jitu Mengatur Keuanganmu

Baca

Edukasi - 19 Jan 2022

Apa itu Intan? Ini Sifat-Sifat dan Cara Mengenalinya

See All