Pengertian Kurs, Jenis-Jenis & Faktor yang Memengaruhinya

14 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Kurs adalah nilai tukar mata uang asing. Akrabkah Anda dengan istilah tersebut?

Sobat OCBC NISP, saat hendak pergi ke luar negeri Anda tentu akan menukarkan uang rupiah dengan uang asing sesuai negara tujuan agar bisa dijadikan alat pembayaran. Nah, ketika menukarkan dua mata uang yang berbeda inilah Anda akan menemukan istilah kurs.

Lantas bagaimana sistem nilai tukar ini? Yuk cari tahu jawabannya melalui penjelasan berikut ini.


Pengertian Kurs

Kurs adalah perbandingan harga atau nilai dari mata uang suatu negara yang diukur dalam mata uang negara lain. Dalam penukaran uang asing, kurs sangat berperan penting. Sebab kurs adalah alat yang menerjemahkan berbagai harga dengan mata uang asing.

Istilah lain kurs adalah nilai tukar mata uang. Banyak bidang kehidupan yang membutuhkan kurs adalah kegiatan transaksi yang melibatkan dua mata uang asing, kegiatan dalam pasar valuta asing (forex), dan kegiatan ekspor-impor.


Perubahan Kurs

Ada dua macam perubahan kurs adalah apresiasi dan depresiasi. Berikut ulasannya.

  1. Apresiasi
    Perubahan apresiasi merupakan suatu penambahan mata uang terhadap mata uang asing lainnya. Hal ini terjadi karena adanya daya tarik yang sangat kuat antara permintaan dan penawaran pada pasar valuta asing.

    Kegiatan ekspor akan mahal dan impor menjadi murah jika mata uang dari negara lain mengalami perubahan apresiasi pada mata uang dari negara lain.

  2. Depresiasi
    Depresiasi terjadi jika adanya penurunan pada nilai mata uang terhadap mata uang asing. Kondisi ini adalah kebalikan dari apresiasi. Kegiatan ekspor menjadi lebih murah sedangkan impor akan mahal. Sebab mata uang lokal mengalami proses depresiasi terhadap mata uang asing.


Jenis-jenis kurs

Ada 3 jenis-jenis kurs adalah kurs jual, beli, dan tengah. Simak perbedaannya di bawah ini.

  1. Kurs jual
    Kurs jual adalah kurs yang digunakan untuk menukarkan mata uang rupiah ke dalam mata uang asing. Jenis kurs jual biasa digunakan oleh money changer atau tempat penukaran mata uang pihak bank, dan pedagang valuta asing. Istilah lain kurs jual adalah harga jual mata uang asing.

    Contoh perhitungan kurs jual:
    OCBC NISP akan berlibur ke Jerman. Mata uang Jerman adalah euro. Sehingga OCBC NISP harus menggunakan mata uang euro selama di Jerman. Ia perlu menukarkan rupiah dengan euro sebelum berangkat. Berikut perhitungannya.

    Kurs jual euro sebesar 1 EUR = 14.500 IDR.
    Jumlah euro yang akan diterima jika menukarkan Rp50 juta adalah:
    IDR Rp 50 juta : Rp 14.500 = €3.448,3.

  2. Kurs beli
    Sedangkan kurs beli adalah kurs yang dipakai saat membeli uang asing atau menukarkan uang asing dengan rupiah. Biasanya dilakukan oleh money changer, pihak bank, dan pedagang mata uang asing.

    Contoh perhitungan kurs beli:
    OCBC NISP akan kembali ke Indonesia. Rupanya masih tersisa €300. Ia ingin menukarkan kembali uang tersebut ke dalam rupiah, maka nilai kurs adalah:

    Kurs beli EURO sebesar 1 EUR = 14.030 IDR.
    Jadi besaran rupiah yang akan diterima adalah
    300 EUR x 14.030 IDR = Rp 4.209.000

  3. Kurs Tengah
    Kurs tengah adalah tingkat kurs yang berada di antara kurs beli dan jual. Jenis kurs ini didapatkan dengan menjumlahkan nilai kurs beli dan kurs jual, kemudian hasilnya dibagi menjadi dua.


Jenis-jenis transaksi kurs dalam pasar valuta asing

Ada berbagai macam transaksi kurs di pasar valuta asing. Yuk cari tahu ada apa saja.

  1. Transaksi swap (Swap Transaction)
    Transaksi swap adalah transaksi pembelian dan penjualan valuta asing yang dilakukan secara bersamaan secara berjangka. Jadi setelah melakukan penjualan akan dibeli kembali, begitupun sebaliknya.

  2. Transaksi Berjangka (Forward Transaction)
    Transaksi berjangka adalah transaksi valas dengan menyerahkan sejumlah uang asing secara berjangka. Uang valas tidak diserahkan hari transaksi tersebut, namun dibayarkan setelah dua hari kerja atau lebih dari tanggal transaksi.

    Pembayaran dilakukan pada waktu berbeda untuk mengantisipasi fluktuasi kurs valuta asing, kebutuhan pembayaran hutang dalam mata uang asing, dan pembiayaan kegiatan ekspor-impor dalam valas.

  3. Transaksi Spot (Spot Transaction)
    Transaksi spot adalah proses transaksi jual beli valas dimana pembayaran langsung dilakukan pada waktu dan lokasi pertukaran terjadi. Biasanya transaksi spot digunakan untuk kebutuhan yang mendesak.


Faktor-faktor yang mempengaruhi kurs

Nilai kurs tentu tidak selalu tetap, tetapi berubah. Ada banyak faktor yang memengaruhi perubahan kurs adalah:

  1. Neraca pembayaran
    Nilai tukar mata uang sangat dipengaruhi oleh kegiatan neraca pembayaran. Jika neraca pembayaran aktif maka permintaan dari pihak debitur asing akan meningkat sehingga nilai mata uang lokal juga iku naik.

    Apabila neraca pembayaran pasif menyebabkan nilai tukar mata uang asing menurun. Karena debitur dalam negeri menjual seluruh asetnya dengan menggunakan mata uang asing.

    Ternyata tingkat keterbukaan ekonomi berperan penting dalam mengukur dampak dari neraca pembayaran dengan nilai tukar mata uang. Contoh dampak nyata yang dirasakan terlihat dari efek perubahan tarif, subsidi ekspor, pembatasan barang impor, kuota perdagangan, dan sebagainya.

  2. Inflasi
    Tingkat inflasi memengaruhi perubahan kurs. Apabila inflasi suatu negara rendah maka nilai tukar mata uang asing mengalami apresiasi. Akibat inflasi yang rendah membuat permintaan barang tinggi di pasar internasional. Sehingga kegiatan ekspor bertambah memengaruhi permintaan mata uang asing meningkat.

    Jika tingkat inflasi suatu negara tinggi maka mata uang asing atau nilai kurs mengalami depresiasi. Sebab permintaan produk sedikit, kegiatan ekspor menurun.

  3. Suku bunga
    Apabila suku bunga bank dalam negeri tinggi, maka investor tertarik untuk menanamkan modalnya. Adanya modal yang ditanamkan oleh investor menyebabkan kurs atau nilai tukar mengalami apresiasi.

    Sebaliknya, saat suku bunga bank dalam negeri rendah maka investor tidak akan tertarik untuk menanamkan modalnya dan lebih memilih negara lain sebagai tempat investasi. Akibatnya nilai kurs mengalami depresiasi.

  4. Neraca perdagangan
    Perdagangan internasional tentu membutuhkan pembayaran antar uang asing. Sehingga neraca perdagangan mempengaruhi nilai tukar mata uang. Jika kegiatan ekspor tinggi atau surplus perdagangan maka permintaan rupiah meningkat.

    Sehingga nilai rupiah mengalami apresiasi. Jika kegiatan impor lebih tinggi, maka permintaan rupiah menurun dan mengalami depresiasi.

  5. Kebijakan pemerintah
    Kebijakan pemerintah turut memengaruhi keseimbangan nilai kurs. Mulai dari upaya pemerintah mengatasi masalah nilai tukar valas, mengontrol perdagangan internasional agar tetap berjalan seimbang, dan campur tangan dalam pasar uang.


Nah setelah membaca uraian di atas, pasti Anda jadi memahami apa itu kurs dan hal-hal seputarnya, bukan? Yup, kurs adalah alat transaksi yang wajib Anda ketahui. Jadi, sekarang sobat OCBC NISP tidak perlu bingung saat akan menukarkan uang dengan mata uang asing.

Story for your Inspiration

Baca

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

Baca
Investasi Reksa Dana

Edukasi, Daily Update, Investasi - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

See All

Produk Terkait

Valas

Valas

Download ONe Mobile