Pentingnya Punya Dana Darurat

1 Agt 2020 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Membahas pentingnya punya dana darurat

Hidup itu kayak menyeberangi lautan. Kesannya datar-datar aja, tapi sebenarnya ada banyak rintangan yang menunggu. Pada akhirnya, kita harus mempersiapkan diri. Perkirakan risikonya dan rancang antisipasinya, supaya kita nggak tenggelam ketika badai menerjang.

Nah, salah satu cara mengantisipasi risiko dalam hidup adalah dengan mempersiapkan dana darurat, yang mirisnya sering terlupakan karena khilaf.  Hari ini khilaf jajan boba dan pizza, besoknya khilaf jalan-jalan, besoknya lagi checkout belanjaan online, dan seterusnya. Akhirnya, gajian belum tiba, tapi saldo ATM-nya udah saingan sama temperatur kulkas. Gawat, kan?

Dari sini, kita semua tahu bahwa dana darurat itu super-duper penting. Pertanyaan berikutnya adalah, gimana cara mengumpulkan dana darurat yang kesannya mudah, tetapi prakteknya susah. Oleh karenanya, OCBC NISP merangkum empat tips yang bisa kamu jalankan untuk mengumpulkan dana penyelamat ini. Check it out!

1. Kenali kondisi keuanganmu sendiri

Orang gagal menabung seringkali karena nggak paham sama kondisi keuangannya, nggak pernah ngecek saldonya, nggak dihitung dulu kalau mau beli sesuatu. Akibatnya, gagal menabung sampai akhir bulan. Jadi, poin nomor 1 ini penting banget. Selalu cek kondisi saldomu, cek prioritasmu, catat pengeluaranmu. Intinya, jaga agar jangan sampai bocor di tengah jalan. Kamu adalah satpam bagi uangmu sendiri.

2. Tentukan jumlah dana emergency yang harus kamu simpan

Biasanya orang menyisihkan uangnya sekitar 5%-20% perbulan sebagai dana yang tidak bisa diganggu gugat, kecuali untuk keperluan genting. Nah, dari rentang persentase itu bisa kamu jadikan patokan. Misalnya, gaji kamu 5 juta per bulan. Jika kamu ingin menyimpan 10%-nya setiap bulan, maka kamu akan punya dana darurat sebesar Rp500 ribu. Meskipun persentase ini disesuaikan dengan kebutuhanmu, tetapi harus kamu lakukan saat menerima pemasukan. Jadi, jangan terbalik mengalokasikan dana darurat dari “uang sisa” bulanan, ya.

 

3. Bikin rekening khusus dana darurat

Kalau kita nggak memisahkan dana darurat di akun yang berbeda, seringkali nggak efektif. Rencana awalnya mau nyimpen Rp500 ribu per bulan, tapi ternyata setiap bulan kepake juga buat ini-itu. Ini akibat kita terlena, tidak memisahkan rekening dana darurat. So, pisahkan rekeningmu dari sekarang, supaya kamu punya tabungan yang jelas dan terpantau.

4. Kurangi pengeluaran

Yang namanya menabung itu terjadi karena dua hal: adanya pemasukan dan kontrol pengeluaran. Prinsip dari menabung sebenarnya menyisihkan sebagian dari pengeluaran kita, jadi kita punya “uang sisa” setiap bulannya. Nah, kalau kamu pengen punya dana darurat, kamu harus mulai belajar gimana caranya mengendalikan diri saat mengeluarkan uang dan tentunya menyisihkan uang di awal bulan. Kalau nggak urgent, nggak perlu laper mata pengen beli ini itu.

 

Nah, kalau mau punya dana darurat dan disiplin nabung setiap bulannya, apalagi untuk jangka panjang, kamu bisa mencoba Tabungan Berjangka Online atau TAKA Online di OCBC NISP. TAKA ini didesain bagi kamu buat menyimpan uang untuk keperluan jangka panjang, dana darurat salah satunya. Jumlah dana per bulannya bisa disesuaikan dengan kemampuan kamu, plus bunganya juga lebih besar. Tapi nggak cuma buat jangka panjang aja, bisa juga buat keperluan jangka pendekmu, karena jangka waktunya ada yang mulai dari 1 tahun.

Diintegrasikan dengan aplikasi ONe Mobile, kamu bahkan bisa buka rekening TAKA Online lewat aplikasi. Enak, deh. Praktis. Semudah membuka smartphone, kamu bisa menentukan rencana dana daruratmu sendiri dan langsung kami kelola kebutuhanmu.

Nah, kalo mau tau lebih lanjut soal TAKA Online, coba baca lebih lengkapnya di sini: LINK TAKA

Individu Life Series

Story for your Inspiration

Baca

Education - 6 Mei 2021

10 Produk Jualan Online Paling Laris dengan Untung Berlipat

Baca

Education - 6 Mei 2021

5 Cara Memulai Bisnis Properti Paling Jitu untuk Pemula

See All