Investing at Home - Part III

24 Agt 2020 Ditulis oleh:OCBC NISP Wealth Management

Rilisan data ekonomi AS yang positif mendorong penguatan pasar

    Rilisan data ekonomi AS yang positif mendorong penguatan pasar. Tingkat penjualan rumah di AS melonjak 24.7% secara bulanan, sehingga tercatat sebanyak 5.86 juta unit terjual pada bulan Juli 2020. Angka tersebut merupakan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah sejak bulan Desember 2006. Kondisi ini tentunya dipengaruhi tingkat suku bunga pinjaman AS yang relatif rendah, sehingga mendorong appetite konsumen di sektor properti. Sama halnya dengan pertumbuhan di sector manufaktur dan jasa yang melaporkan pemulihan yang lebih cepat dari yang diperkirakan, berdasarkan survey awal dari Markit US Manufacturing PMI, sector manufaktur naik ke level 53.6 di bulan Agustus dari 50.9 di bulan Juli, dan mengalahkan estimasi pasar di 51.9. Meningkatnya permintaan akan barang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi paska pelonggaran karantina wilayah menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan di sektor manufaktur. Sama halnya dengan sektor jasa yang juga menunjukan akselerasi pemulihan, tercermin dari survei Markit US Service PMI yang berada di level 54.8 di bulan Agustus yang merupakan level tertinggi sejak Maret 2019, meningkat dari level 50.0 di bulan Juli. Pemulihan di sektor jasa juga didorong dari peningkatan aktivitas ekspor dan perbaikan di sektor ketenagakerjaan.


    Positifnya rilisan data pada penutupan perdagangan pekan lalu meningkatkan optimisme investor akan pemulihan ekonomi yang lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga indeks utama Wall Street mengalami penguatan ke level tertinggi sepanjang sejarah, tercatat indeks Dow Jones menguat 0.69% ke level 27,930.33, indeks S&P 500 naik 0.34% ke level 3397.16, sedangkan NASDAQ +0.4% ke level 11,312.

     

    Perkembangan Kasus COVID-19 secara global

    Jumlah penyebaran kasus COVID-19 secara global saat ini sudah menembus 23 juta dan mencatatkan korban jiwa sekitar 812 ribu. Berdasarkan data per tanggal 23 Agustus 2020, Amerika Serikat masih berada di peringkat pertama dengan jumlah kasus sekitar 5.8 juta, disusul oleh Brazil 3.6 juta, dan India 3.1 juta. Namun, Amerika Serikat melaporkan penurunan korban jiwa dari tren harian menjadi di bawah seribu, sama halnya dengan Texas, Florida dan Arizona, yang masing – masing juga melaporkan jumlah kasus harian dan korban jiwa yang mengalami penurunan.

    Sementara sebagian besar negara menunggu perkembangan dari hasil uji klinis vaksin COVID19 tahap akhir, Presiden Trump akan menerapkan jenis pengobatan baru dengan menggunakan plasma darah yang berasal dari penderita COVID-19 yang sudah sembuh. Walaupun efektivitas pengobatan ini masih belum terbukti penuh, namun memberikan harapan akan adanya pengobatan alternatif untuk para penderita virus tersebut.

     

    Pasar keuangan domestik dan potensi ke depan

    IHSG ditutup melemah -0.42% ke level 5,272.81 pada penutupan perdagangan hari Rabu pekan lalu, sehingga secara mingguan indeks berhasil menguat 0.48%. Investor terlihat memanfaatkan penguatan pada hari Selasa untuk merealisasikan keuntungan, seiring singkatnya jumlah hari perdagangan karena hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah. Investor turut mencermati keputusan BI dalam menetapkan tingkat suku bunga acuan dalam RDGBI hari Rabu pekan lalu. Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan jual bersih sebanyak sebanyak Rp319.94 miliardi pasar regular, dan Rp325 miliar di pasar keseluruhan.

    Pada pekan lalu, neraca perdagangan bulan Juli dirilis mengalami surplus sebesarUSD 3.26 miliar, naik dibandingkan bulan Juni pada angka USD 1.267 miliar. Angka surplus tercatat akibat penurunan impor bulan Juli sebesar-32.55%, dibandingkan nilai ekspor yang hanya turun -9.9%.

    Selain itu, hasil Rapat Dewan Gubernur BI, memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuan 7D RRR di level 4%, suku bunga deposit facility sebesar 3.25%, dan suku bunga lending facility sebesar 4.75%. Keputusan ini konsisten dengan perlunya menjaga stabilitas eksternal, di tengah inflasi yang diperkirakan tetap rendah. Selain mendukung pemerintah dalam hal penyediaan kuantitas likuiditas, BI juga menempuh kebijakan lain diantaranya, melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menurunkan batas bawah DP (Down Payment) kendaraan bermotorramah lingkungan dari kisaran 5-10% menjadi 0%.

    Dengan kebijakan pemerintah yang dinilai suportif terhadap pertumbuhan ekonomi domestik, hal ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan laba korporasi, sehingga pasar saham diperkirakan masih dapat melanjutkan penguatannya. Harapan akan keberhasilan vaksin COVID-19 dari Biofarma, yang saat ini sudah masuk dalam uji klinisfase 3 juga akan mendorong optimisme investor saham, yang diharapkan dapat mulai diproduksi masal pada awal tahun 2021.

    Untuk pasar obligasi, imbal hasil tenor 10 tahun terlihat stabil dikisaran 6.7%, seiring kebijakan BI untuk menjaga kuantitas likuiditas melalui skema burden sharing yang akan membatasi suplai obligasi di pasar sekunder, serta kebijakan BI yang akan mempertahankan tingkat suku bunga di level yang rendah di tengah inflasi yang diperkirakan tetap rendah. Minat investor terhadap obligasi domestik masih tetap tinggi, tercermin dari hasil lelang obligasi pada tanggal 11 dan18 Agustus lalu, baik untuk jenis SUN ataupun SBSN yang rata – rata mencatatkan kelebihan permintaan lebih dari 3 kali jumlah penawaran, sehingga imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun hingga akhir tahun diperkirakan tetap akan stabil di kisaran 6.5 hingga 7%.

    Sumber: Bloomberg, CNBC, Reuters, Refinitiv        

    DISCLAIMER

    Dokumen ini dipersiapkan oleh OCBC NISP Wealth Advisory Workgroup. Informasi yang terdapat di dalam dokumen ini diambil dari narasumber terpercaya namun tidak ada jaminan terhadap akurasi dan kelengkapannya. Gambaran-gambaran, angka-angka dan seluruh informasi yang dimuat dalam dokumen ini tidak dibuat sehubungan dengan keadaan keuangan perseorangan manapun. Informasi ini bukan dan tidak seharusnya dianggap sebagai suatu penawaran untuk menjual atau suatu ajakan untuk membeli suatu produk keuangan dan tidak seharusnya dianggap sebagai suatu nasihat investasi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikasi kinerja masa depan. Dokumen penawaran atas produk terkait harus dipelajari secara lebih jauh. Setiap perkiraan, proyeksi, atau target yang ditampilkan disini hanya merupakan suatu indikasi dan tidak dijamin dalam bentuk apapun. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian baik langsung, tidak langsung ataupun sebagai konsekuensi yang timbul karena penggunaan dari dan ketergantungan atas informasi yang berasal dari dokumen ini. Opini-opini yang terdapat dalam dokumen ini mencerminkan keadaan saat ini, dan karenanya dapat berubah tanpa pemberitahuan.

     

Individu News Update

Story for your Inspiration

Baca

Tips & Trick - 26 Feb 2021

Jangan Boros Beli Skincare, Ini Tips Pemakaiannya Supaya Optimal

Baca

Daily Update - 26 Feb 2021

Persamaan & Perbedaan Cek dan Bilyet Giro, Wajib Tahu!

See All