Digencet Dua Generasi, Tips Menjadi Sandwich Generation yang Bebas Repot

1 Okt 2020 Ditulis oleh:Redaksi OCBC NISP

Bagaimana cara mengelola uang bagi para sandwich generation agar situasi finansial menjadi lebih rapi dan tertata

Pernah gak sih kamu mendengar istilah sandwich generation? Bukan, bukan makanan. Sandwich generation adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang harus memenuhi dua tanggungan finansial, yakni untuk keluarga (pasangan dan anak) dan orang tua.

Waduh, memenuhi nafkah untuk keluarga sendiri saja terkadang sudah kerepotan, apalagi ini harus menanggung beban orang tua juga. Berat sekali, ya?

Meskipun terdengar begitu berat, namun nyatanya fenomena sandwich generation ini sudah menjadi hal yang biasa bagi kebanyakan masyarakat Asia. Kita tumbuh dengan didikan bahwa kita wajib membalas budi orang tua yang telah membesarkan kita. Dengan cara menjadi ganti tulang punggung keluarga ketika mereka telah pensiun nanti.

Bahkan becandaan “Asian’s parents retirement plans are their kids” sudah bukan menjadi hal yang aneh di mata orang-orang.

Menjadi sandwich generation memang berat, namun bukan berarti mustahil untuk dilalui. Nah, sebenarnya bagaimana sih cara mengelola uang bagi para sandwich generation agar situasi finansial menjadi lebih rapi dan tertata? Yuk, simak artikelnya.

Mulai Menabung Sedini Mungkin


Salah satu yang membuat sandwich generation berat adalah kita tidak pernah memikirkan bahwa kita akan menjadi generasi tersebut, jadi banyak melakukan foya-foya di masa muda. Ketika datang masanya menjadi sandwich generation, kita tidak punya tabungan sama sekali. Inilah alasan utama kenapa generasi sandwich sering kerepotan.

Menjadi orang Indonesia sudah hampir pasti sepaket menjadi sandwich generation. Mulailah menabung sedari dini, persiapkan dana untuk menghadapi peliknya menjadi generasi sandwich.

Asuransi Merupakan Barang Wajib

Jika kamu merupakan seorang sandwich generation, maka menyisihkan uang untuk membayar asuransi kesehatan setiap bulannya merupakan hal yang wajib. Apalagi jika kedua orang tuamu sudah sepuh.

Asuransi akan melindungi kamu jika sewaktu-waktu keadaan yang tidak diinginkan terjadi. Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Daripada nanti harus bingung cari tombokan uang ke sana-kemari ketika keadaan darurat, lebih baik urus asuransi. Saat ini sudah terdapat layanan seperti BPJS Kesehatan yang menawarkan asuransi dengan harga terjangkau, kok.

 

 

Fokus pada Pos Pengeluaran Utama

Hal selanjutnya adalah mengamankan pos-pos pengeluaran utama begitu menerima gaji setiap bulan. Contohnya: bayar listrik, air, internet, pangan, sekolah anak, kebutuhan orang tua, utang dan cicilan (jika ada), tabungan, dana darurat, dan lain lain.


Menjadi sandwich generation berarti kamu harus menempatkan keinginan tersier seperti liburan dan shopping di urutan paling belakang. Harus pintar tahan diri.

Namun, bukan berarti kamu tidak boleh nabung buat liburan. Boleh kok, hanya saja kamu perlu merencanakannya dengan baik supaya tidak bertabrakan dengan kebutuhan keluarga dan orang tuamu.

Kerjasama dengan Saudara

Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada kakak atau adik jika kamu memiliki saudara. Kamu bisa membagi kebutuhan orang tua yang harus dipenuhi dengan saudaramu. Cara ini dapat meringankan tanggungan yang harus kamu penuhi.

Honesty is the Best Policy

Nggak selamanya keadaan keuangan akan berjalan lancar. Nah, ketika situasi seperti ini terjadi, jangan takut untuk berbicara jujur dan meminta pengertian kepada semua pihak yang kita tanggung.

Jelaskan dengan sejelas-jelasnya, bahwa mungkin untuk beberapa bulan, jatah untuk biaya hidup akan sedikit berkurang. Jangan terlalu memaksakan diri, tetap bersikap realistis.

 

 

Persiapkan Dana Pensiun


Sedikit-sedikit, berusahalah menabung untuk dana pensiun untuk memutus mata rantai sandwich generation ini. Agar anakmu nantinya tidak perlu merasakan hal yang kamu rasakan saat ini, dan tentu saja agar kamu bisa lebih merdeka di masa tua nanti. Dana pensiun bisa kamu tabung secara perlahan-lahan dan tak terburu-buru. Atau kamu juga bisa mulai memikirkan cara untuk memperoleh passive income sebagai bekal ketika telah pensiun nanti, misal dengan cara membuka usaha.

Nah, untuk membantu kamu memiliki dana pensiun, kamu bisa mencoba program OCBC NISP Wealth Management. Ini adalah program pengelolaan keuangan untuk keperluan jangka panjang, dana pensiun adalah salah satunya. Kamu bisa mengembangkan tabunganmu dengan cara menginvestasikannya di reksa dana atau asuransi untuk perlindungan masa tua. Intinya ada banyak opsi yang bisa kamu ambil untuk mengamankan keuangan di masa tuamu.

Untuk lebih jelasnya, klik OCBC NISP Wealth Management untuk baca lebih lanjut.

 

 

 

Individu Tips & Trick

Story for your Inspiration

Baca

Education - 18 Jun 2021

Mengenal Sistem Pembayaran Cashless Hingga Plus Minusnya

Baca

Education - 18 Jun 2021

Anggaran Keuangan: Pengertian, Tujuan Hingga Tipe-Tipenya

See All