Investing at Home - Part VI

30 Nov 2020 Ditulis oleh:OCBC NISP Wealth Management

Berbagai sentimen positif mendorong penguatan bursa Wall Street dalam sepekan

Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan hari Jumat, meskipun volume perdagangan cukup rendah karena bursa yang beroperasi setengah hari seiring dengan libur Thanksgiving. Selama sepekan, mayoritas indeks di Wall Street mencatatkan penguatan lebih dari 2%. Optimisme seputar perkembangan vaksin potensial COVID-19 membuat para pelaku pasar terus masuk ke dalam aset berisiko. Ditambah lagi dengan kejelasan politik yang mulai terlihat, dengan dimulainya transisi Joe Biden sebagai Presiden AS dan juga Janet Yellen yang ditunjuk oleh Biden sebagai Menteri Keuangan AS sangat direspon baik oleh para pelaku pasar. Hal-hal tersebut membuat indeks volatilitas (VIX), yang merupakan indikator volatilitas pasar AS mengalami penurunan di bawah angka 20 untuk pertama kalinya sejak akhir Februari.

 


Pada perdagangan hari Jumat, sektor retail turut mendorong penguatan karena perayaan Thanksgiving dan Black Friday yang merupakan hari belanja nasional di AS. Penjualan online pun tercatat mencapai rekor USD 5.1 miliar, menunjukkan kenaikan sebesar 21.5% dari tahun sebelumnya. Terlihat bahwa perilaku warga AS berubah dengan menghindari pusat perbelanjaan dan lebih memilih untuk belanja via online karena pembatasan yang diberlakukan dan juga kasus harian COVID-19 di AS yang masih tinggi. Selain itu, sentimen positif juga datang dari Presiden Donald Trump yang mengatakan akan meninggalkan Gedung Putih apabila jika Joe Biden secara resmi dikonfirmasi Electoral College sebagai pemenang dalam pemilihan presiden AS 3 November lalu. Hal ini semakin menunjukkan kejelasan politik di AS dengan Trump yang mulai menerima hasil pemilihan dan juga mengizinkan Gedung Putih melakukan transisi di hari sebelumnya.


Untuk kedepannya, pergerakan pasar saham AS masih akan dipengaruhi oleh berita seputar vaksin dan penyebaran COVID-19. Para pelaku pasar juga akan menantikan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 dari Food and Drug Administration AS, dimana saat ini 2 vaksin yang sudah mengajukan proposal penggunaan darurat adalah Pfizer dan Moderna. Selain itu, berbagai rilisan data ketenagakerjaan AS juga akan diumumkan pada akhir pekan ini. Rilisan data tersebut cukup penting sebagai indikator pemulihan ekonomi AS, terutama setelah data klaim tunjangan pengangguran mencatatkan peningkatan selama dua pekan terakhir ini.
Pasar keuangan domestik dan potensi ke depan

IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup di zona hijau dengan penguatan sebesar +0.41% ke level 5,783.33. Selama sepekan, IHSG mampu membukukan penguatan sebesar 3.79%, didukung oleh investor asing yang melakukan net buy mencapai Rp 1.35 triliun. Serangkaian sentimen positif global membuat sentimen para pelaku pasar membaik, terutama terkait perkembangan vaksin dan ketidakpastian politik AS yang mereda. Memasuki bulan Desember, pekan ini akan disibukkan dengan berbagai rilisan data dalam negeri, terutama PMI manufaktur dan inflasi. Rilisan data tersebut tentunya akan mempengaruhi pergerakan pasar.

Di sisi lain, kasus harian COVID-19 dari dalam negeri juga masih menjadi perhatian. Bahkan di hari Minggu kemarin dilaporkan pertambahan kasus harian tertinggi sebanyak 6,267 orang. Hal ini tentunya akan kembali membuat kekhawatiran akan pemulihan ekonomi yang kembali terhambat kedepannya. Namun, Pemerintah terus berusaha untuk mendukung pemulihan ditengah pandemi yang masih berlangsung ini. Realisasi dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tinggal tersisa satu bulan lagi. Sejauh ini, pemerintah telah mencairkan 60.9% dari total anggaran. Pemerintah akan melakukan relokasi terhadap sejumlah pos, dengan menaikkan program penanganan kesehatan dan perlindungan sosial.

Serangkaian sentimen positif yang ada juga turut mendorong penguatan pada pasar obligasi selama sepekan, terlihat dari imbal hasil obligasi tenor 10 tahun yang mengalami penurunan sebesar 0.4%, dan berakhir di level 6.190%. Sama halnya dengan Rupiah yang juga mengalami penguatan ke level 14,090. Sejak kuartal IV terlihat bahwa aliran dana asing terus mengalir dengan deras ke emerging market, termasuk Indonesia. Data dari Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan RIsiko (DJPPR) pun menunjukkan bahwa penggalangan dana lewat SBN sudah mencapai 89% per akhir November, dan hingga akhir tahun diharapkan target keseluruhan dapat tercapai. Demand yang sangat kuat pada obligasi Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus berdampak pada penurunan imbal hasil.

Source: Bloomberg, CNN, CNBC, BPS

 

DISCLAIMER

Dokumen ini dipersiapkan oleh OCBC NISP Wealth Advisory Workgroup. Informasi yang terdapat di dalam dokumen ini diambil dari narasumber terpercaya namun tidak ada jaminan terhadap akurasi dan kelengkapannya. Gambaran-gambaran, angka-angka dan seluruhinformasi yang dimuat dalam dokumen ini tidak dibuat sehubungan dengan keadaan keuangan perseorangan manapun. Informasi inibukan dan tidak seharusnya dianggap sebagai suatu penawaran untuk menjual atau suatu ajakan untuk membeli suatu produk keuangandan tidak seharusnya dianggap sebagai suatu nasihat investasi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikasi kinerja masa depan. Dokumen penawaran atas produk terkait harus dipelajari secara lebih jauh. Setiap perkiraan, proyeksi, atau target yang ditampilkan disinihanya merupakan suatu indikasi dan tidak dijamin dalam bentuk apapun. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian baik langsung, tidak langsung ataupun sebagai konsekuensi yang timbul karena penggunaan dari dan ketergantungan atas informasi yang berasal dari dokumen ini. Opini-opini yang terdapat dalam dokumen ini mencerminkan keadaan saat ini, dan karenanya dapat berubah tanpa pemberitahuan. MER

 

Individu News Update Investasi

Story for your Inspiration

Baca

Education - 18 Jun 2021

Mengenal Sistem Pembayaran Cashless Hingga Plus Minusnya

Baca

Education - 18 Jun 2021

Anggaran Keuangan: Pengertian, Tujuan Hingga Tipe-Tipenya

See All