Hidup Bahagia Bebas Insecure

19 Jan 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Beberapa tips supaya kita bisa mewujudkan hidup bahagia bebas insecure

Banyak orang yang setelah bekerja keras dengan giat, ingin memberikan self-reward untuk dirinya. Mulai dari liburan, nongkrong, belanja, atau nggak ngapa-ngapain selama 10 jam.

Namun, di satu sisi, mereka juga ingin punya kebebasan finansial, ingin secepatnya pensiun dini, tapi juga ingin bisa terus hidup bahagia tanpa perlu insecure dan membandingkan kondisi finansialnya dengan pencapaian orang lain. Melalui Fellexandro Ruby, berikut beberapa tips supaya kita bisa mewujudkan hidup bahagia bebas insecure.

Mengetahui Values Pribadi

Dalam hidup, setiap orang memiliki values-nya masing-masing. Values ini, nantinya akan menjadi pedoman atau petunjuk arah hidup kamu akan seperti apa. Misalnya, ada tipe orang yang values-nya adalah mementingkan uang, kebermanfaatan untuk orang lain, dan ingin dipandang sebagai orang yang sukses (political values).

Dengan kamu memahami values yang kamu pegang, nantinya kamu akan lebih mudah melihat endgame dari finansial kamu dengan lebih baik. Kamu jadi paham dengan uang kamu akan diarahkan kemana, supaya keputusan kamu berikutnya, nggak berdasarkan apa yang orang bicarakan di Instagram atau TikTok, karena kamu bisa membuat keputusanmu sendiri berdasarkan values yang kamu punya.

Jangan sampai dalam hidup, kamu nggak punya values yang kamu pegang, dan menjadikan values orang lain sebagai standar, padahal standar untuk dia, belum tentu cocok untuk jadi standar-nya kamu. Jadi, segera pahami values yang kamu punya ya!

Meningkatkan Pendapatan

Kebanyakan orang, sibuk di bagaimana caranya berinvestasi, tapi tidak banyak yang mencari cara bagaimana untuk meningkatkan pendapatan. Karena kalau pendapatan kita stagnan, otomatis jumlah investasinya juga tetap berada di posisi itu saja. Sementara inflasi terus hadir, kebutuhan bertambah terus kian hari, dan si dia yang terus meminta untuk cepat dinikahi.

Maka dari itu, carilah jalan lain untuk menumbuhkan pendapatan kamu. Apalagi, kalau kamu sekarang masih berada di usia 20-an hingga pertengahan 35 tahun, kamu masih bisa perbanyak pekerjaan sampingan karena sedang berada di usia produktif yang vital. Sehingga, nantinya di usia 40-an nanti, kamu tinggal memanen apa yang sudah kamu tuai.

Membandingkan Keadaan Finansial Dengan Orang Tua

Sebagian besar orang, terus mengejar target financial freedom sejak dahulu. Pensiun sebelum usia 40 tahun, lalu hidup dengan tenang hingga menunggu tiba di usia 80 tahun.

Tidak ada yang salah dengan hal itu, tapi hal buruknya adalah akan ada banyak orang yang juga berlomba-lomba untuk mencapai target itu, dengan segala cara. Alhasil, efek sampingnya, fraud atau penipuan menjadi semakin banyak. Alasannya, karena semua orang ingin mencapai tujuan yang sama dengan cepat.

Jika ingin mengukur kondisi finansial kamu secara adil, hal yang paling masuk akal dan sehat adalah membandingkan kondisi finansial kamu dengan orang tua kamu.

Karena kamu mulai dengan hal yang sama dari keluarga kamu, jadi perbandingannya setara. Kalau yang kamu bandingkan adalah orang lain, kamu akan selalu merasa kalau kamu nggak pernah cukup dengan kondisi finansial yang kamu punya sekarang. Ibaratnya, seperti kamu dan teman kamu ingin ke pergi ke Tokyo. Kamu naik pesawat kelas ekonomi hasil berburu promo, lalu teman kamu naik jet pribadi bersama Syahrini. Tidak setara, kan?

Individu Tips & Trick

Story for your Inspiration

Baca

Education - 18 Jun 2021

Mengenal Sistem Pembayaran Cashless Hingga Plus Minusnya

Baca

Education - 18 Jun 2021

Anggaran Keuangan: Pengertian, Tujuan Hingga Tipe-Tipenya

See All