Keputusan Suku Bunga The Fed dan Rilisan PDB AS

27 Jan 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pekan ini merupakan pekan yang cukup penting bagi pasar saham global, dimana para investor akan menantikan keputusan The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya, Serta rilisan pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV - 2020.

Events tersebut juga akan menjadi katalis pasar saham regional dan domestik seiring dengan AS yang merupakan negara perekonomian terbesar di dunia. Rapat The Fed di bulan Januari ini adalah yang pertama kali sejak Joe Biden menjabat sebagai Presiden AS dan partai Demokrat yang mengambil kendali Senat.

Tentunya pasar menantikan testimoni Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang akan memberikan gambaran prospek perekonomian AS kedepannya, ditengah berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif. Terutama dengan imbal hasil treasury AS tenor 10 tahun yang saat ini masih berada di atas level 1%, yang sempat membuat para investor berekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi pembelian obligasi di tahun ini.

Di sisi lain, Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV – 2020 akan dirilis pada hari Kamis. Di kuartal III – 2020 kemarin, perekonomian AS berekspansi sebesar 33.4%, setelah mencatatkan kontraksi sebesar -31.4% di kuartal kedua. Untuk kuartal IV – 2020, konsensus Bloomberg memperkirakan perekonomian AS akan bertumbuh sebesar 4.2%. Peningkatan kasus COVID-19 yang belum menunjukkan penurunan masih mempengaruhi lemahnya daya beli masyarakat, dimana konsumsi masyarakat tersebut mempunyai peranan besar dalam mendukung PDB AS.

Strategi Investasi:

Kebijakan The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level rendah, serta komitmen untuk mendukung perekonomian AS dengan berbagai kebijakan yang akomodatif berpotensi memberikan sentimen positif bagi aset berisiko seperti pasar saham. Di sisi lain, rencana paket stimulus Presiden AS, Biden, juga diharapkan tidak hanya mendorong pemulihan ekonomi AS, tetapi juga berpotensi meningkatkan minat investor asing ke negara-negara emerging market, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, pelemahan pada pasar saham dan obligasi dapat dijadikan momentum untuk melakukan akumulasi kembali.

Source: BLOOMBERG, CNBC, CNN

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 27 Jul 2021

Mengenal Apa Itu Kartu GPN & 5 Keuntungan Memilikinya

Baca

Edukasi, Nyala - 27 Jul 2021

Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, & Instrumennya

See All