Obligasi Pemerintah Indonesia

22 Feb 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Obligasi merupakan suatu trending topic, terutama bagi para kaum Millenials yang mulai berupaya untuk mendapatkan “Passive Income”.

Banyak nya orang yang dirumahkan akibat pandemi COVID-19 mendorong permintaan atas aset pendapatan tetap seperti obligasi; akibat keinginan untuk tetap mendapatkan penghasilan walaupun tidak bekerja. Maka dari itu, yuk kita pahami bersama lebih dalam obligasi pemerintah atau yang sering disebut dengan SBN.

Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) merupakan salah satu cara pemerintah untuk mendapatkan dana dari investor, baik individu maupun institusi. Dana yang didapatkan kemudian akan digunakan untuk pembangunan negara lewat Anggaran Pemerintah Belanja Negara (APBN). Di masa COVID-19 saat ini, pemerintah banyak melelang obligasi pemerintah untuk Program Pemulihan Ekonomi (PEN) yang diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi Indonesia. Simak varian-varian obligasi pemerintah lewat gambar dibawah ini.

Pada artikel ini, kita akan fokus terhadap Surat Utang Negara atau yang sering disebut dengan SUN. SUN sendiri memiliki dua jenis: Obligasi Negara (ON) dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Namun, SPN bertenor sangat pendek (dibawah 1 tahun) maka obligasi jenis tersebut jarang sekali diperdagangkan.

Obligasi Negara yang diterbitkan oleh pemerintah hadir dalam dua mata uang, yakni Rupiah dan US Dollar. Seluruh Obligasi Negara dengan denominasi US Dollar yang sering disebut dengan INDON, akan memiliki tingkat kupon tetap (fixed rate); yang berarti bahwa perubahan pada suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) Bank Indonesia tidak akan memiliki pengaruh terhadap kupon obligasi INDON.

Di lain sisi, Obligasi Negara dengan denominasi Rupiah memiliki beberapa tipe. Namun, pada artikel ini kita hanya akan fokus terhadap ORI/SR dan FR. Kenapa? Karena ORI/SR dan FR, merupakan dua Obligasi Negara dengan kupon tetap yang paling sering diperdagangkan oleh investor di pasar sekunder. Walaupun kupon tetap yang diberikan oleh ORI/SR dan FR mengacu pada 7DRRR, namun kupon sendiri tidak akan berubah hingga obligasi tersebut jatuh tempo. Maka dari itu, investasi terhadap ORI/SR dan FR akan dapat memberikan “Passive Income” yang atraktif bagi seorang investor, karena imbal hasil (return) yang didapat lebih tinggi dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia, dan juga karena kupon yang diterima tidak akan berubah selama tenor obligasi tersebut.

Nahh teman-teman saat ini, SR014 merupakan obligasi syariah ritel seri terbaru oleh pemerintah; dimana masa penawaran adalah dari tanggal 26 Februari 2021 hingga 17 Maret 2021. SR014 memiliki tenor yang relatif pendek yaitu 3 tahun, dan memberikan kupon tetap yang jauh diatas suku bunga acuan 7DRRR Bank Indonesia yang saat ini baru diturunkan kembali oleh Bank Indonesia menjadi 3.5%. Berinvestasi terhadap SR014 juga secara langsung akan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia loh!

Individu News Update Investasi

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Investasi - 24 Jun 2021

IPO: Arti, Proses, Syarat, & Tujuan Perusahaan Mengajukannya

Baca

Edukasi, Investasi - 24 Jun 2021

3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko, Anda yang Mana?

See All