Adapt, Improvise, Overcome : Filosofi Menghindari Kebangkrutan

23 Feb 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Beradaptasi sesuai dengan perkembangan jaman termasuk dalam hal keuangan

Kita tentu sudah sering mendengar sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang pasti di dunia ini. Kata-kata ini seringkali digunakan sebagai dialog dalam drama atau film, salah satunya dalam film A Beautiful Mind. "Nothing's ever for sure, John. That's the only sure thing I know."

Kenapa tidak ada kepastian dalam hidup?

Renungkan kembali, ingat-ingat pelajaran sejarah. Dari zaman purba sampai zaman hi-tech seperti sekarang, manusia secara konstan terus-menerus mencari cara untuk berubah. Capek berjalan, manusia naik kuda. Kuda kurang elegan, manusia bangun gerobak dengan roda. Gerobak kurang enak, manusia bikin mobil. Daaan seterusnya.

Bahkan dengan puncak teknologi seperti saat ini, manusia masih saja terus melakukan inovasi. Tidak pernah puas pada satu level tertentu. Memang itulah sifat natural manusia.

Fenomena ini kadang sulit untuk diikuti oleh orang-orang yang menginginkan zona nyaman. Beberapa orang mungkin akan merasa tertinggal dan satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan adalah dengan protes.

Contoh paling nyata yang pernah kita alami adalah saat kemunculan ojek online di Indonesia. Gara-gara inovasi baru ini, angkot, taksi, ojek pangkalan, dan becak sempat protes keras beberapa tahun silam. Pasalnya, ojol dianggap merebut sumber penghasilan moda transportasi lama. Zona nyaman mereka terguncang.

Lantas, harus bagaimana dalam menghadapi perubahan?

Tentu, tidak ada orang yang benar-benar suka kalau zona nyamannya diusik. Namun, fakta sejarah selalu membuktikan bahwa manusia pada akhirnya akan menerima perubahan juga, cepat atau lambat. Inilah yang disebut dengan adaptasi.

Adaptasi ini adalah rangkaian proses, tidak terjadi secara tiba-tiba. Di awal-awal, biasanya memang ada tahap penolakan. Namun, saat manusia sudah lelah, mereka akan masuk tahap learning, mencoba mempelajari perubahan. Hingga kemudian, mereka akan masuk dalam tahap penerimaan.

Jika ditarik ke kasus ojol tadi, kita bisa melihat faktanya.

Pada awal kemunculannya, ojol sangat ditolak oleh berbagai kalangan pengusaha transportasi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan masyarakat berubah, pengaruh ojol menguat, para pengusaha itu luluh juga. Karena percuma saja melawan. Masyarakat justru akan semakin antipati dengan sikap keras itu.

Para pengusaha ini sadar, kalau tidak ikut berubah, mereka sadar bahwa mereka akan kalah telak. Tak pelak, muncul ide baru. Pengusaha-pengusaha itu bekerja sama dengan platform ojol untuk tetap survive. Kini, memesan taksi pun bisa dari platform ojol.

Tak hanya pengusaha, para pekerja seperti tukang ojek, supir angkot, dan tukang becak juga banyak yang “membelot” menjadi supir ojol. Mereka pada akhirnya menerima kenyataan bahwa ojol punya banyak kelebihan, apalagi jika ditilik dari permintaannya yang sangat tinggi.

Jadi, yang perlu selalu kita ingat adalah inovasi akan selalu ada. Hari ini dan seterusnya. Maka cara terbaik untuk hidup dengan perubahan adalah dengan buka hati dan pikiran. Pelajari perubahannya, cari celahnya, manfaatkan kelebihannya, modifikasi sesuai keinginanmu, sehingga kamu bisa tetap untung tanpa menggadaikan idealismemu.

Adapt, improvise, overcome!

Dunia keuangan pun terus berubah …

Tidak hanya dalam konteks teknologi dan moda transportasi, dunia keuangan manusia pun terus berubah dari waktu ke waktu.

Kamu tentu ingat di pelajaran sejarah bahwa manusia sudah beberapa kali berganti moda pembayaran. Pertama dari barter, kemudian emas dan perak, kemudian uang kertas, kemudian gold standard, kemudian dollar standard, hingga kini ada pula uang digital seperti cryptocurrency atau e-money.

Tidak cuma itu, sistem menabung pun juga bermacam-macam jenisnya. Jika di jaman dulu orang menabung di celengan, sekarang bisa disimpan di bank dan dilipatgandakan jumlahnya. Contohnya seperti investasi reksa dana, obligasi, saham, valuta asing. Jenis-jenis investasi ini jelas tidak ada di abad ke-7, bukan?

Fakta ini membuktikan bahwa manusia akan terus mencari cara untuk mempermudah aktivitas ekonominya. Oleh karenanya, entitas keuangan seperti bank tidak akan pernah tinggal diam. Perubahan apa pun akan selalu dimanfaatkan untuk mempermudah kebutuhan manusia.

OCBC NISP pun melakukan hal yang sama. Kami bertekad untuk selalu beradaptasi dengan zaman. Di era digital seperti saat ini, kami bahkan ikut mengembangkan aplikasi ONe Mobile yang memudahkan nasabah melakukan transaksi perbankan semudah menggulir layar smartphone.

Buka rekening, menabung, investasi, transfer, pengelolaan kekayaan, semuanya ada dalam satu genggaman saja. Hal ini jelas mengikuti prinsip manusia modern yang sudah begitu nyaman dengan dunia digital yang ingin segalanya bisa dikerjakan hanya dengan duduk di sofa ruang keluarga.

Menarik, kan? Cobain aplikasi ONe Mobile, deh. Baca lebih lengkap di sini.

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 27 Jul 2021

Mengenal Apa Itu Kartu GPN & 5 Keuntungan Memilikinya

Baca

Edukasi, Nyala - 27 Jul 2021

Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, & Instrumennya

See All