Persetujuan Paket Stimulus Ekonomi US$ 1.9 triliun oleh DPR AS

1 Mar 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pada Sabtu pekan lalu, US House of Representatives atau DPR di Amerika Serikat, akhirnya menyetujui proposal pengajuan paket stimulus ekonomi sejumlah US$ 1.9 triliun.

Stimulus ini bertujuan untuk mengatasi dampak negatif dari pandemi COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari 500 ribu warga AS dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Selanjutnya, proposal tersebut akan dilanjutkan pembahasannya di level Senat, yang akan menguji apakah penambahan anggaran yang diajukan ini dapat mengatasi permasalahan ekonomi secara efektif. Dengan dukungan suara partai Demokrat di Senat, maka diperkirakan proposal ini dapat disetujui dengan suara mayoritas. Wapres AS, Kamala Harris, sebagai ketua Senat, walau tidak memiliki hak suara, namun memiliki kuasa untuk mengambil keputusan seandainya terjadi keputusan yang berimbang (50:50) di Senat. Sehingga, para pelaku pasar berharap persetujuan segera dicapai sebelum akhir program bantuan ketenagakerjaan pada 14 Maret mendatang.

Penerapan anggaran stimulus ini akan termasuk didalam beberapa hal berikut :

  1. Rencana bantuan langsung tunai sebesar US$ 1,400 untuk hampir seluruh warga AS, beserta tanggungan nya. Namun, untuk warga yang berpendapatan tahunan diatas US$ 75,000keatas akan diberikan secara proporsional, dan pendapatan sama dengan atau diatas US$ 100,000 tidak mendapatkan bantuan.
  2. Pembayaran sebesar US$ 400 per minggu untuk warga yang kehilangan pekerjaan, yang akan dimulai 29 Agustus mendatang.
  3. Penambahan program child tax credit, yang akan memberikan insentif pajak sebesar US$ 3,600 per anak, untuk setiap keluarga.
  4. Anggaran distribusi vaksin sebesar US$ 20 milyar, dan US$ 50 milyar untuk biaya test COVID-19 dan usaha pencegahan.
  5. Anggaran untuk bantuan bagi negara bagian yang terdampak sebesar US$350 milyar.
  6. Bantuan subsidi sewa property sebesar US$ 25 milyar.
  7. Bantuan untuk pelajar, dan biaya pembukaan kembali operasional sekolah senilai US$ 170 milyar.
  8. Kenaikan UMR menjadi US$ 15, dari sebelumnya kisaran US$ 9 – 12. Ini merupakan poin yang masih menjadi perdebatan diantara politisi kongres.

Strategi Investasi:

Sebagian investor terlihat mengantisipasi stimulus dan dampak pemulihan ekonomi, seperti ekspektasi kenaikan inflasi terhadap instrumen obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury 10Y sempat mencapai 1.6% pada perdagangan akhir pekan lalu. Level ini merupakan angka imbal hasil tertinggi dalam setahun terakhir.

Namun, rencana pemberian stimulus ini diperkirakan dapat mendorong akselerasi pemulihan ekonomi AS, sehingga dapat meningkatkan risk appetite investor terhadap aset berisiko, seperti saham untuk jangka menengah hingga panjang.

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, News Update, Life Series - 30 Jul 2021

Startup unicorn dan decacorn melantai di IHSG

Baca

Edukasi, Nyala - 27 Jul 2021

Mengenal Apa Itu Kartu GPN & 5 Keuntungan Memilikinya

See All