Membahas Gender Tidak Pernah Penting dalam Urusan Masak-Memasak

5 Mar 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Memasak merupakan skill atau keterampilan dasar yang harus dikuasai seluruh manusia untuk bisa bertahan hidup. Nggak ada hubungannya dengan gender.

Memasak merupakan salah satu topik yang paling sering dikait-kaitkan dengan isu gender. Soalnya, sejak dulu, masak diidentikkan dengan pekerjaan kaum wanita, oleh karenanya sering timbul anggapan bahwa laki-laki sebenarnya tidak perlu menguasai keterampilan tersebut.

Masalahnya, anggapan turun-temurun ini tampaknya tidak tepat.

Apalagi setelah isu kesetaraan gender menguat. Orang-orang jadi semakin melek, sadar bahwa memasak itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan gender. Bahkan, kalau mau dihubung-hubungkan dengan zaman lampau, para pria itu juga pandai memasak, kok. Lah, iya … memangnya bapak-bapak pemburu di jaman dulu minta dimasakin sama pacarnya? Ya, enggaklah. Masak sendiri.

Bahkan masterchef di masa lampau itu juga banyak dari kalangan laki-laki. Makanya aneh kalau ada yang bilang cowok nggak perlu masak.

Memasak merupakan skill atau keterampilan dasar yang harus dikuasai seluruh manusia untuk bisa bertahan hidup. Nggak ada hubungannya dengan gender. Bayangkan jika kamu sedang berada dalam kondisi survival mode, tidak ada warung dan layanan pesan antar yang bisa membantumu, hanya ada bahan-bahan makanan mentah. Mau makan apa kalau tidak bisa memasak?

Bisa memasak di sini bukan dalam artian harus profesional seperti seorang chef lho, ya. Paling tidak, kamu harus cukup andal untuk bisa memasak hidangan-hidangan sederhana seperti sayur sop, nasi goreng, mie rebus, telur ceplok, kornet, masak nasi, dan lain-lain.

Mungkin di titik ini masih ada aja yang ngeyel, memang apa sih untungnya belajar masak? Kan tidak semua orang akan berhadapan situasi survival?

Pertama, jangan terlalu naif. Kalau kamu bukan anak seseorang yang level kekayaannya menyamai Bill Gates atau Jack Ma, cobaan finansial itu pasti datang kepadamu. Kedua, tentu saja ada banyaaak banget manfaat kita belajar masak.

Penasaran dengan apa saja manfaat yang bisa kamu dapat jika kamu bisa memasak? Yuk, kita bahas satu persatu.

Menjadi lebih hemat

Salah satu benefit utama yang bisa kamu nikmati jika kamu bisa memasak adalah kamu bisa lebih menghemat budget yang kamu keluarkan untuk makanan sehari-hari. Ongkos yang kamu keluarkan untuk memasak sendiri pasti akan jauh lebih hemat daripada jika kamu membeli makanan di luar atau pesan melalui layanan online. Gak hanya lebih murah, porsi dari makanan pun bisa sesuka hati karena kan kamu sendiri yang memasaknya.

Karena lebih hemat, kamu bisa menyisihkan uangmu yang lainnya untuk ditabung. Kalau setiap kali masak kamu bisa hemat 20 ribu rupiah, kamu bisa mengikuti program #Save20 di OCBC NISP. Dalam satu bulan, penghematan kamu ini bisa buat beli kebutuhan macam-macam, lho. So, why not cooking?

Makan lebih sehat

Keuntungan kedua yang bisa kamu dapatkan jika kamu bisa memasak adalah kamu bisa menikmati makanan yang lebih sehat. Let’s say, kamu mulai berniat untuk diet sehat. Memasak sendiri akan memberimu lebih banyak keuntungan, karena kamu bisa memilih sendiri bahan mana saja yang kamu gunakan dan menu apa yang kamu inginkan. Kamu juga bisa memastikan bahwa bahan-bahan yang kamu beli benar-benar tanpa bahan pengawet yang bisa membahayakan kesehatanmu.

Belajar time management

Selain kedua hal di atas, memasak juga bisa membuatmu belajar mengelola waktu, loh. Sebab, setiap bahan masakan biasanya membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk dipersiapkan. Maka, secara tidak langsung, kamu juga akan belajar untuk mengatur bahan mana dulu yang sebaiknya harus dimasak, disiplin menunggu masakan, dan memperkirakan waktu yang diperlukan agar sebuah masakan mencapai status matang.

Bisa dijadikan sebagai peluang usaha

Memiliki skill memasak juga bisa membantumu untuk membuka sebuah peluang usaha. Gak perlu ahli dalam semua masakan, cukup menjadi ahli dalam satu jenis masakan, dan kamu bisa membuka usahamu sendiri dari keterampilan tersebut.

Ada banyak cerita mengenai pegawai kantoran yang akhirnya banting setir menjadi pedagang makanan. Bapak Usup, misalnya. Beliau terkena PHK dan sekarang berjualan nasi kuning dengan omzet 17 juta perbulan.

Bisnis kuliner juga sebenarnya menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Di industri kreatif sendiri, kuliner adalah kontributor terbesar untuk PDB negara. Jarang yang tahu bahwa sebenarnya pedagang kaki lima banyak yang omzetnya bisa melebihi gaji kamu berbulan-bulan.

Gimana? Ternyata masak nggak seburuk itu, kan? Nggak ada hubungannya juga dengan gender, kok. Kalo kamu mau mulai belajar masak, beli deh alat-alat masak yang bagus dan tidak cepat rusak, supaya belajarnya enak.

Kamu bisa membuka rekening di OCBC NISP dan mengaktifkan Kartu Debit Online untuk belanja barang-barang kebutuhanmu. Jadi, kamu nggak perlu keluar rumah dan milih-milih di toko, tetapi bisa langsung ke marketplace dan membeli alat masak di sana. Lebih praktis, kan?

Cek untuk pembukaan Kartu Debit Online OCBC NISP di sini.

Individu Life Series

Story for your Inspiration

Baca

Education - 16 Jun 2021

Break Even Point (BEP): Manfaat dan Rumus Cara Menghitungnya

Baca

Education - 16 Jun 2021

Perbedaan Preloved & Barang Bekas Serta 7 Tips Menjualnya

See All