Penyerangan kilang minyak Arab Saudi “Aramco”

9 Mar 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Perwakilan perusahaan Aramco Arab Saudi membenarkan adanya serangan drone dan misil yang ditujukan terhadap pelabuhan pengiriman minyak yang merupakan salah satu fasilitas perusahaan Aramco.

Penyerangan itu dilakukan oleh kelompok militer Houthi. Houthi diklaim sebagai kelompok milisi yang dekat dengan Iran. Ini menandai eskalasi baru dalam konflik enam tahun Yaman, antara pemerintah yang didukung koalisi Arab Saudi dengan pemberontak Houthi. Sementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa serangan tersebut bukan saja mengancam kerajaan Arab Saudi, melainkan juga menggangu stabilitas dan pasokan minyak mentah secara global dan nantinya akan menganggu perekonomian global. Selain itu juga, serangan tersebut juga tentunya akan mengganggu keamanan perairan bebas secara global.

Namun demikian, pihak Arab Saudi mengatakan bahwa telah mengatasi serangan drone tersebut dan untungnya serangan tersebut tidak memakan korban. Akibat serangan tersebut, harga minyak mentah dunia atau crude brent oil naik signifikan menjadi US$70/barrels, yang berarti kenaikan ini merupakan yang tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Strategi Investasi :

Serangan yang terjadi pada fasilitas pelabuhan perusahaan minyak Arab Saudi Aramco tentunya akan berdampak negatif terhadap pasar saham global dan juga Indonesia, karena menimbulkan kenaikan harga minyak mintah, yang berdampak pada naiknya inflasi. Pasar saham regional merespon negatif berita tersebut, namun pelemahan diperkirakan akan terjadi dalam jangka waktu pendek dan hal ini sangat baik untuk dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk melakukan akumulasi secara bertahap atau averaging down terhadap pasar saham domestik.

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 23 Jul 2021

Mengenal Impulsive Buying, Faktor Pemicu, & Tips Mencegahnya

Baca

Edukasi, Nyala - 23 Jul 2021

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank, Fungsi, & Contohnya

See All