10 Cara Menghemat Uang Jajan yang Mudah & Efektif

22 Mar 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Uang bulanan cepat habis? Coba 6 cara menghemat uang jajan yang efektif ini agar uang tersisa sampai akhir bulan. Mudah lho!

Pernahkah Anda merasa uang jajan cepat habis dan merasa jumlahnya selalu tidak cukup untuk biaya per bulannya? Jika iya, maka ada dua kemungkinan di balik hal tersebut, yaitu biaya hidup per bulan terlalu tinggi atau Anda terlalu boros. Nah, jika sudah seperti ini apa yang harus dilakukan? Apalagi kalau bukan mempelajari cara menghemat uang jajan.

Namun, sebelumnya, sobat OCBC NISP wajib mencari tahu faktor apa yang menjadi penyebab keborosan tersebut. Sehingga, kebiasaan itu nanti bisa Anda ubah atau bahkan dihilangkan secara permanen.

Tak perlu berlama-lama, yuk langsung saja cek beberapa faktor pemicu uang jajan cepat habis dan cara menghemat uang jajan berikut ini.


Apakah penyebab individu melakukan pemborosan?

Lawan dari berhemat adalah pemborosan. Agar Anda mampu menghemat uang jajan yang terbatas, sobat OCBC NISP perlu memahami beberapa penyebab seseorang melakukan pemborosan. Apa saja itu? Ini penjelasannya.

  1. Membeli produk berharga miring tanpa memperhatikan kualitas barang
    Produk berkualitas umumnya lebih mahal dibanding produk dengan kualitas rendah. Terkadang, agar menekan pengeluaran, individu justru membeli kualitas yang rendah. Padahal terdapat potensi barang tersebut lebih cepat rusak. Jika rusak, maka Anda perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki atau membeli baru.

    Nah, hal ini justru membawa sobat OCBC NISP ke pemborosan, bukan penghematan.

  2. Membeli barang karena tergiur promo/diskon
    Terkadang saat seseorang berbelanja, baik secara online maupun offline, terdapat berbagai promo maupun diskon yang menarik perhatian. Tanpa pikir panjang, Anda bisa terjerumus ke pembelian yang tidak diperlukan.

    Agar tidak terjerumus, berpikirlah dua kali sebelum membeli barang promo atau diskon. Jika memang termasuk dalam daftar belanjaan, silakan membeli secukupnya. Jika tidak, maka Anda harus menahan diri.

  3. Mengabaikan kebutuhan jangka panjang
    Kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang tidak hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Sayangnya, tak sedikit individu yang menghabiskan uangnya untuk kebutuhan jangka pendek saja.

  4. Tidak memperhatikan kebutuhan primer terlebih dulu
    Membeli baju baru atau membeli bahan makanan bulanan? Secara impulsif, Anda membeli baju terlebih dulu tanpa mengukur kebutuhan bahan makanan yang termasuk kebutuhan primer.

    Saat baju sudah datang dan Anda menghitung uang, ternyata sisa dana tidak cukup untuk membeli bahan makanan hingga beberapa minggu berikutnya. Kebiasaan seperti inilah yang dapat membuat Anda menjadi boros.

  5. Membeli barang dengan jumlah di luar batas
    Misalkan, kebutuhan telur sobat OCBC NISP dalam sebulan hanya 1kg. Namun, karena ingin sekalian membeli banyak, Anda justru membeli 2kg. Di akhir bulan ternyata telur masih tersisa banyak dan hampir busuk, sehingga Anda harus membuangnya.

    Bukannya menghemat, justru Anda malah merugi dan melakukan pemborosan. Jadi, pastikan untuk selalu membeli sesuai jumlah yang Anda butuhkan.


Mengapa harus berhemat?

Misalkan, si A mendapatkan uang sebesar Rp3.000.000 dan ia berniat untuk menggunakannya dalam sebulan. Lalu, saat membuka gawai, muncul notifikasi soal promo sepeda seharga Rp2.900.000 dari aplikasi toko daring. Si A tergiur. Tanpa pikir panjang, dirinya langsung menekan tombol checkout dan menghabiskan hampir seluruh uangnya.

Hari berikutnya, si A kebingungan untuk membeli makan. Si A meminjam uang kepada si B. Hari berikutnya, si A kembali kebingungan karena tidak banyak uang yang tersisa. Si A meminjam uang lagi ke si C. Terus begitu hingga akhirnya ia terlilit utang karena pembelian yang impulsif.

Menghemat adalah kebalikan dari skenario si A. Jika si A melakukan penghematan, ia tidak akan membeli sepeda dengan harga yang begitu mahal dan menghabiskan hampir seluruh uangnya. Ia akan mengalokasikan dananya terlebih dahulu untuk biaya-biaya yang penting. Kemudian menyimpan sisanya untuk hari-hari berikutnya.

Nah, dari cerita di atas, dapat disimpulkan alasan-alasan mengapa setiap orang harus berhemat, yaitu:

  1. Dana darurat
    Masa depan tidak dapat diprediksi. Agar Anda tidak kewalahan saat terjadi hal yang tidak terduga, Anda perlu menyimpan sebagian uang sebagai dana darurat.

  2. Membeli barang yang diinginkan
    Dibanding membeli sepeda secara langsung, si A lebih baik menyisihkan sebagian dananya selama beberapa bulan hingga terkumpul untuk membeli sepeda. Dengan demikian, si A masih dapat memenuhi kebutuhan lain sekaligus menabung .

  3. Tidak terlilit utang
    Saat uang sudah habis dan tidak ada dana cadangan, tapi kebutuhan masih harus dipenuhi, berutang pada orang lain adalah jalan terakhir. Jika berutang tanpa berpikir cara melunasinya, harta yang Anda miliki bisa ludes hanya untuk menambal utang.

    Jadi, dibanding berutang pada orang lain, lebih baik menghemat uang jajan dan menyimpan dana darurat untuk keperluan di masa depan.


6 Cara menghemat uang jajan

Anda saat ini telah memahami penyebab keborosan uang jajan dan beberapa alasan mengapa harus berhemat. Lantas, bagaimana cara menghemat uang jajan yang efektif? Berikut 6 tips yang bisa Anda terapkan.

  1. Menghitung serta mencatat pendapatan dan pengeluaran
    Cara menghemat uang jajan yang pertama adalah menghitung pendapatan dan pengeluaran. Apabila Anda mendapatkan sejumlah dana di awal bulan, sobat OCBC NISP bisa mencatatnya di sebuah buku atau aplikasi gawai.

    Kemudian, jika mengeluarkan uang untuk keperluan tertentu, Anda juga perlu mencatatnya secara konsisten dan disiplin. Dengan demikian, sobat OCBC NISP dapat mengetahui setiap transaksi yang pernah terjadi.

    Dari data transaksi tersebut, Anda juga dapat mengetahui di bagian mana pengeluaran terbesar, mana pengeluaran terkecil, dan apa yang bisa dilakukan untuk membatasi atau mengurangi pengeluaran tersebut.

  2. Menggunakan tabungan berjangka
    Cara menghemat uang jajan yang kedua adalah menggunakan jasa bank untuk mendorong Anda menabung dan membantu berhemat. Salah satu produk yang tepat adalah tabungan berjangka dari OCBC NISP.

    Misalkan, target tabungan sobat OCBC NISP adalah Rp5.000.000 dan dibutuhkan waktu 10 bulan untuk menyelesaikannya. Maka Anda perlu menabung sebesar Rp500.000 setiap bulan.

    Dengan menggunakan cara ini, Anda telah menghemat dana sebesar Rp500.000 per bulannya dan akan mendapat Rp5.000.000 di bulan kesepuluh. Jumlah tersebut belum termasuk bunga, lho. Menguntungkan, bukan? Yuk, daftar sekarang!

  3. Hindari perilaku konsumtif dan pembelian impulsif
    Cara menghemat uang jajan selanjutnya adalah menghindari perilaku konsumtif dan pembelian impulsif. Contoh perilaku konsumtif yakni ketika Anda membeli kopi atau boba setiap hari.

    Sedangkan, yang termasuk ke dalam pembelian konsumtif adalah membeli sesuatu cukup mahal padahal sobat OCBC NISP tidak membutuhkannya.

  4. Berinvestasi
    Di samping menabung, cara menghemat uang jajan yang keempat adalah investasi. Anda bisa menginvestasikan beberapa persen dari yang dimiliki untuk tujuan jangka panjang.

    Tidak harus menggunakan instrumen investasi yang rumit seperti saham, Anda bisa menyetorkan dana ke perusahaan penyedia reksadana. Dengan begitu, sobat OCBC NISP bisa menghemat sekaligus meraih pendapatan tambahan.

  5. Menjalankan pola hidup sehat
    Dengan jiwa dan raga yang prima, sobat OCBC NISP bisa mengurangi potensi sakit serta berobat ke dokter. Sebab, biaya dokter tergolong mahal, terutama jika sakit yang Anda derita cukup parah.

  6. Tidak memakai kartu kredit secara berlebihan
    Apabila sobat OCBC NISP menggunakan kartu kredit, pastikan Anda tidak menggunakannya melebihi batas kemampuan mengangsur. Atau jika memang tidak membutuhkan kartu kredit lagi, Anda bisa menyimpannya di tempat yang jauh dari pandangan mata, sehingga sobat OCBC NISP tidak tergoda untuk memakainya.


4 Cara menghemat uang berdasarkan kebutuhan

Nah, setelah memahami bagaimana cara menghemat uang jajan, Anda bisa melengkapi pengetahuan dengan mempelajari keempat hal berikut:

  1. Cara menghemat uang belanja
    Jika ingin berbelanja, Anda bisa melihat stok di rumah terlebih dahulu dan mengecek promo yang sesuai dengan daftar belanjaan. Bandingkan harga setiap produk. Dengan begitu, Anda bisa menghemat beberapa persen dari budget belanja yang sebenarnya.

  2. Cara menghemat uang gaji kecil
    Caranya adalah membuat anggaran setiap bulan. Alokasikan dana berdasarkan kemampuan yang dimiliki, terutama untuk kebutuhan primer. Jika ada kebutuhan sekunder atau tersier, lihatlah apakah masih terdapat dana yang tersisa. Jika tidak ada, maka Anda harus bersabar dan menabung terlebih dahulu.

  3. Cara menghemat uang bulanan
    Anda bisa membuat daftar biaya apa saja yang harus dikeluarkan selama sebulan. Tentukan skala prioritas dari seluruh alokasi dana. Terakhir, pastikan Anda menerapkannya sesuai budget.

  4. Cara menghemat uang untuk mahasiswa
    Caranya adalah mengukur biaya hidup terlebih dulu. Jangan lupa untuk membayar kewajiban biaya kuliah. Jika sudah, Anda bisa menggunakan sisa dananya untuk menabung atau pengeluaran lain.


Cara menghemat uang jajan di atas dapat Anda praktikan mulai dari sekarang. Selagi menerapkan tips-tips di atas, jangan lupa untuk menjauhi kebiasaan pemicu keborosan keuangan. Semoga berhasil!

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Tanda 360

Tanda 360

Nyala

Nyala

ONe Mobile

ONe Mobile

Download ONe Mobile