Rincian Biaya Haji dan Umroh Lengkap, Ini Jumlah Totalnya

30 Mar 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pergi ke Tanah Suci bagi umat muslim adalah sebuah impian yang membanggakan.

Sebab, haji adalah Rukun Islam yang kelima dan dapat dilaksanakan jika sudah mampu. Sehingga, walaupun biaya haji dan umroh tidaklah kecil, banyak orang berusaha mengumpulkan uang agar bisa menjejakkan kaki ke sana.

Terkadang jika umat muslim Indonesia tidak mampu membayar biaya haji, mereka akan memilih melaksanakan umroh terlebih dulu. Umroh merupakan haji kecil yang tidak harus dilaksanakan pada bulan Haji.

Lantas, apa perbedaan pengertian serta biaya haji dan umroh? Jenis biaya haji yang mana yang bisa paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda? Yuk simak penjelasannya sampai habis!


Pengertian haji dan umroh

Jika ditilik berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan umat muslim dengan kemampuan ekonomi cukup. Caranya dengan mengunjungi Ka’bah pada bulan Haji serta mengerjakan amalan haji, seperti ihram, tawaf, sai, dan wukuf.

Sedangkan umroh (tidak baku) adalah kunjungan berbentuk ziarah ke Tanah Suci yang dilakukan setiba di Mekah dengan cara menjalankan ihram, tawaf, sai, serta bercukur, tanpa melakukan wukuf di padang Arafah. Pelaksanaan umroh dapat bersamaan saat waktu haji ataupun di luar waktu tersebut.


Perbedaan haji dan umroh

Jika keduanya sama-sama pergi ke Tanah Suci dan melaksanakan ibadah, maka apa perbedaan signifikan antara haji dan umroh? Pelajari penjalannya di bawah ini:

  1. Berdasarkan hukum Islam yang berlaku
    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, haji termasuk ke dalam Rukun Islam yang kelima. Sehingga, sebagai umat muslim yang sudah mapan dan mampu, alangkah baiknya segera mendaftarkan diri dalam antrean berangkat ke Tanah Suci.

    Sementara itu, umroh tidak termasuk dalam Rukun Islam, sehingga tidak ada kewajiban bagi umat muslim untuk melaksanakannya. Hukumnya adalah sunnah muakkad yang berarti jika dilaksanakan akan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan tidak akan mendapat dosa.

  2. Berdasarkan rukun pelaksanaannya
    Rukun ibadah dalam peraturan agama Islam merupakan penentu sah atau tidaknya sebuah ibadah. Seperti yang dijelaskan dalam pengertian haji, terdapat amalan tawaf, ihram, sai, dan wukuf.

    Perbedaannya ada pada amalan wukuf. Orang yang berhaji harus melaksanakan wukuf di padang Arafah. Sedangkan orang yang umroh tidak perlu melakukannya.

  3. Berdasarkan waktu pelaksanaan haji dan umroh
    Haji merupakan ibadah yang hanya bisa dilakukan setahun sekali. Anda bisa melaksanakannya pada saat bulan Haji. Sebaliknya, umroh adalah ibadah yang bisa dilakukan tanpa harus memperhatikan waktu. Sobat OCBC NISP bisa melakukannya kapan saja.

  4. Berdasarkan kewajiban yang dijalankan
    Di samping Rukun Ibadah yang harus dijalankan saat haji dan umroh, terdapat kewajiban lain yang perlu dipenuhi.

    Dalam ibadah haji, umat muslim diminta untuk niat ihram dan miqat, batas area saat berhaji ditentukan berdasarkan asal wilayah jemaah, mengingap di wilayah Muzdalihfah, menginap di Mina, tawaf wada’ (perpisahan), serta melempar jumrah (melempar batu kerikil).

    Sementara itu, dalam ibadah umrah, umat muslim hanya perlu memenuhi dua kewajiban saja, yaitu niat dari miqat dan menghindari larangan-larangan ihram. Dengan jumlah kewajiban yang lebih sedikit, umumnya ibadah umroh bisa lebih cepat selesai dibanding berhaji.


4 Jenis biaya haji dan umroh

Nah, terdapat 4 jenis biaya haji dan umroh yang perlu Anda ketahui. Apa saja itu? Berikut penjelasannya:

  1. Biaya haji reguler
    Biaya haji ini yang paling umum dan populer untuk dipilih. Kisaran harganya adalah Rp30 juta hingga Rp40 juta. Fasilitas yang akan Anda dapatkan juga sesuai dengan harganya.

  2. Biaya haji plus
    Layanan haji khusus lebih mahal dari yang reguler Rp150 juta hingga Rp180 juta. Sebab Anda akan mendapatkan fasilitas yang spesial. Daftar antrean relatif lebih singkat, proses haji lebih cepat, dan hotel yang digunakan bintang 5.

  3. Biaya haji furoda
    Biaya jenis ini tidak termasuk dalam kuota haji. Biasanya karena mendapatkan undangan dari pemerintah Arab Saudi. Kisaran harganya adalah Rp25 juta hingga Rp40 juta.

  4. Biaya umroh
    Biaya umroh biasanya lebih kecil daripada biaya haji reguler karena hal yang dilakukan lebih sedikit dan prosesnya lebih cepat. Kisaran harga umroh adalah Rp25 juta sampai Rp30 juta.


Rincian biaya haji dan umroh

Berapa biaya haji dan umroh yang perlu dibayarkan? Terdapat 4 hal yang perlu diperhitungkan dalam biaya haji & umroh. Anda bisa mempelajarinya dalam contoh rincian biaya haji & umroh berikut ini:

  1. Contoh rincian biaya haji
    • Biaya pergi haji
      Biaya haji dan umroh bergantung pada embarkasi keberangkatan. Kisaran harganya mulai dari Rp30 hingga Rp40 juta.

    • Biaya pengurusan paspor haji
      Biaya paspor untuk pergi haji adalah Rp355 ribu. Anda bisa mengurusnya di kantor imigrasi kota Anda.

    • Biaya pemeriksaan kesehatan
      Setiap jemaah yang ingin menginjakkan kakinya ke Tanah Suci wajib melakukan pengecekan/pemeriksaan kesehatan. Kisaran biaya yang perlu Anda bayarkan adalah Rp1 juta.

    • Biaya vaksinasi
      Agar mengurangi risiko terkena penyakit mematikan selama berada di Tanah Suci, jemaah perlu mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu sebelum berangkat.

      Jenis vaksinasi yang harus didapatkan adalah untuk penyakit meningitis. Di samping itu, jemaah juga dianjurkan mendapatkan vaksin influenza serta pneumonia.

      Biaya vaksin meningitis yaitu Rp300 ribu, sedangkan vaksin lainnya kisaran Rp500 ribu hingga Rp800 ribu.

    Sehingga, total biaya haji yang perlu dibayarkan antara Rp32,5 juta hingga Rp42,5 juta.

  2. Contoh rincian biaya umroh
    • Biaya pergi umroh
      Kisaran biaya yang perlu Anda bayarkan untuk bisa pergi berangkat ibadah umroh adalah Rp25 hingga Rp30 juta per orang.

    • Biaya pengurusan paspor
      Biaya pengurusan paspor untuk pergi umroh sama dengan biaya paspor pergi haji, yaitu sebesar Rp355 ribu.

    • Biaya pemeriksaan kesehatan
      Sama dengan berhaji, jemaah umroh juga perlu memeriksakan kesehatannya sebelum berangkat. Kisaran harganya juga sama, yaitu Rp1 juta.

    • Biaya vaksinasi
      Sama seperti saat pergi haji, Anda tetap perlu mendapatkan vaksinasi sebelum berangkat umroh. Kisaran biayanya juga sama, yaitu Rp300 ribu untuk meningitis dan Rp500 ribu hingga Rp800 ribu untuk vaksinasi yang lain.

Pergi ke Tanah Suci adalah sebuah kewajiban jika Anda sudah mampu dan mapan, baik secara ekonomi maupun fisik. Rincian biaya haji dan umroh perlu Anda persiapkan sejak jauh-jauh hari, sehingga Anda tinggal menunggu antrean berangkat saja.

Namun, jika belum memiliki dana yang cukup, Anda bisa menabung terlebih dahulu melalui tabungan haji dari OCBC NISP. Produk simpanan ini tentunya mampu memudahkan Anda pergi ke tanah suci. Tunggu apalagi? Yuk buka rekening tabungan haji OCBC NISP sekarang!

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

syariah - simpanan

syariah - simpanan

Download ONe Mobile