Dana Darurat - Pengertian, Cara Menghitung & Apa Pentingnya

31 Mar 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pernah terpikir untuk menyisihkan uang dan menyimpannya sebagai dana darurat?

Seperti yang telah diketahui bersama, kehidupan tidak bisa diduga. Suatu ketika, sobat OCBC NISP akan merasa sehat, kemudian minggu berikutnya Anda jatuh sakit. Kerusakan perabotan rumah, pengeluaran di luar anggaran, dan sebagainya.

Namun, sobat OCBC NISP tidak perlu khawatir selama memiliki simpanan uang yang bisa dipakai.

Simpanan tersebut dikenal juga dengan istilah dana darurat. Dana darurat adalah cadangan uang yang digunakan untuk kondisi tak terprediksi.

Lantas, bagaimana cara mengumpulkan dana darurat tersebut? Yuk temukan jawabannya dalam artikel ini.


Pengertian dana darurat

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pengertian dana darurat adalah sebuah simpanan cadangan uang yang akan dibelanjakan atau digunakan saat ada kondisi tak terduga.

Misalnya, musim hujan tiba dan atap rumah Anda bocor di beberapa titik. Kondisi ini menuntut Anda mengeluarkan uang lebih untuk perbaikan atap. Namun, hal tersebut tak jadi masalah karena sobat OCBC NISP memiliki cadangan dana yang siap menutupi seluruh biayanya.


Pentingnya dana darurat

Memang apa konsekuensinya jika seseorang tidak memiliki dana cadangan? Jika melihat dari contoh sebelumnya, mungkin Anda bisa memperbaikinya sendiri jika kerusakan atapnya terbilang ringan.

Namun, apabila cukup parah, maka uang bulanan Anda bisa terkuras hingga habis. Sehingga tak ada cadangan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari seperti membeli lauk pauk.


Ciri-ciri dana darurat

Dibanding simpanan dana yang lain, dana ini memiliki cirinya tersendiri. Apa saja itu? Simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Anda perlu menyiapkan dana tersebut secara khusus, terus disimpan, dan siapapun dilarang mengganggu gugat.
  2. Proses pengumpulan dana berasal dari penghasilan bulanan dan disetorkan secara rutin.
  3. Punya likuiditas tinggi yang berarti jika terkena kondisi darurat, Anda bisa langsung mencairkannya.

Pertanyaan berikutnya adalah berapa besar yang perlu Anda sisihkan untuk dana cadangan? Menghitung dana darurat perlu melihat kondisi masing-masing individu.

Ada yang masih lajang, ada yang sudah berkeluarga, serta ada yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Ada yang bekerja kontrak dengan gaji tetap dan ada pula yang bekerja secara freelance

Idealnya, jika sobat OCBC NISP adalah pekerja kantoran dengan gaji bulanan, maka Anda perlu mempersiapkan 12 kali dari gaji bulanan agar bisa bertahan saat muncul kondisi tak terduga. Namun, ada juga yang menyiapkan 6 kali dari gaji bulanan. Sehingga, tergantung kondisi masing-masing.

Jika dibuat contoh, Anda telah menyimpan dana cadangan 6 kali dari gaji bulanan. Kemudian, karena pandemi, sobat OCBC NISP terkena PHK. Nah, agar bisa bertahan selama 6 bulan ke depan sambil mencari pekerjaan baru, sobat OCBC NISP bisa menggunakan dana tersebut.

Contoh lain, Anda adalah seorang lajang yang bekerja secara freelance. Karena seorang freelancer bekerja berdasarkan proyek, maka penghasilannya juga tidak menentu.

Sobat OCBC NISP setidaknya perlu mempersiapkan dana cadangan yang lebih besar dibanding pekerja kantoran. Anda bisa menyiapkan hingga 7-8 kali gaji atau lebih.

Contoh terakhir, jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak, maka tanggung jawab mempersiapkan dana cadangan bukan hanya untuk sobat OCBC NISP sendiri, tapi juga dua anggota keluarga lain. Sobat OCBC NISP bisa mempersiapkan 9-10 kali gaji bulanan atau lebih, sehingga Anda siap apabila suatu saat menghadapi keadaan genting yang terjadi pada anggota keluarga.


Tantangan saat mengumpulkan dana darurat

Meskipun sudah memahami pentingnya dana darurat dan cara menghitung dana darurat, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi selama Anda mengumpulkan simpanan ini.

  1. Penghasilan habis
    Tingginya tingkat konsumsi seseorang membuat penghasilan habis dan akhirnya tidak berhasil membuat dana cadangan.

  2. Memilih investasi yang punya risiko besar dan keuntungan besar
    Ada banyak individu yang enggan mengalokasikan dana cadangan ke instrumen berisiko rendah karena imbal balik yang didapatkan juga rendah.

    Mereka lebih senang mendapatkan keuntungan besar meskipun kurang cocok dengan karakteristik dana ini.


Cara mengumpulkan dana darurat

Nah, agar bisa menghadapi tantangan tersebut, terdapat 4 cara mengumpulkan dana darurat yang dapat Anda terapkan. Bagaimanakah itu? Berikut penjelasannya.

  1. Rencana keuangan
    Buatlah pos-pos anggaran yang sesuai dengan kondisi Anda. Misalkan, dalam sebulan Anda perlu mengeluarkan dana untuk makan, transportasi, BPJS, membayar iuran listrik, serta membayar iuran air. Kemudian, Anda mengestimasikan alokasi dana untuk setiap pos tersebut. Alokasikan secara proporsional ya.

    Setelah semuanya sudah teralokasikan, sisa dananya bisa Anda simpan sebagai dana cadangan. Simpanlah setiap bulan agar dana terus bertambah.

  2. Gunakan instrumen investasi
    Agar dana yang tersimpan tetap mendapat keuntungan, Anda bisa menggunakan instrumen reksadana pasar uang.

    Reksadana merupakan instrumen investasi yang memanfaatkan jasa manajer investasi untuk mengelola dana Anda pada instrumen yang lain. Nah, agar tidak berkurang, sobat OCBC NISP bisa memilih reksadana pasar uang yang berisiko kecil, memberikan keuntungan sepadan, dan bisa dicairkan setiap saat.

    Ingatlah bahwa dana darurat adalah cadangan keuangan yang harus ada saat Anda membutuhkannya. Jika dana tersebut berkurang karena memaksakan diri berinvestasi pada instrumen dengan risiko tinggi, maka yang merugi adalah Anda sendiri.

    Sehingga, jika memilih menginvestasikan dana cadangan tersebut, pastikan memilih instrumen yang berisiko rendah dan mudah dicairkan.

  3. Gunakan tabungan konvensional
    Jika sobat OCBC NISP ragu untuk menggunakan instrumen investasi, Anda masih bisa menggunakan produk simpanan biasa berupa tabungan. Meskipun tidak banyak memberikan keuntungan, tapi Anda bisa lebih mudah mencairkan dana lewat tabungan dibanding reksadana.

    Hanya saja, agar tidak terpakai untuk keperluan yang tidak darurat, Anda bisa membuat dua rekening tabungan berbeda. Satu rekening untuk keperluan sehari-hari dan satu rekening lain untuk dana cadangan.

  4. Konsisten
    Terakhir adalah konsisten menyisihkan dana setiap bulan sesuai dengan rencana, baik itu menggunakan reksadana ataupun tabungan.


Itulah penjelasan terkait pengertian dana darurat yang tak boleh dilewatkan. Rencanakan keuangan Anda agar siap menghadapi segala situasi termasuk kondisi tak terduga. Yuk mulai sisihkan pendapatan setiap bulannya!

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Download ONe Mobile