Ini Cara Hitung Pesangon PHK 2021, Aturan, & Cara Mengelola

9 Sep 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pesangon PHK perlu dikelola dengan bijak agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Pesangon PHK adalah uang terakhir yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai bekal untuk menyambung kehidupan ketika mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja. Hal ini diperlukan agar mantan karyawan tetap memiliki pegangan untuk bertahan hidup selagi mencari pekerjaan baru.

Namun, berapa besar uang PHK yang didapat oleh karyawan? Nah, untuk menemukan jawabannya, yuk baca artikel ini sampai habis. Terdapat cara menghitung pesangon PHK beserta tips bijak mengelolanya agar tetap hemat dan tak cepat habis. Jangan sampai terlewatkan, ya!


Apa Itu Pesangon PHK?

Berdasarkan yang tertuang pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pesangon PHK adalah uang yang dibayarkan sebagai bekal kepada karyawan (pekerja dan sebagainya) karena diberhentikan dari pekerjaan dalam rangka pengurangan tenaga kerja.

Sehingga, jika Anda merupakan karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja, sobat OCBC NISP berhak mendapat pesangon jika memenuhi perhitungan yang berlaku.


Mengapa Perusahaan Memberikan Pesangon PHK?

Berdasarkan UU Cipta Kerja yang berlaku saat ini, pengusaha wajib memberikan uang pesangon (UP) dan/atau uang penghargaan masa kerja (UPMK) yang wajib diterima oleh karyawan, tanpa perlu membandingkan alasan terjadinya PHK.

Lantas, jika semisal Anda terkena PHK, bagaimana cara hitung pesangon PHK sesuai dengan undang-undang yang berlaku? Jawabannya akan Anda temui di penjelasan berikutnya.


Cara Menghitung Pesangon PHK

Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia, perhitungan pesangon PHK didasarkan pada masa kerja karyawan. Di samping itu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemberian pesangon tidak berdasar pada alasan terjadinya pemutusan kerja.

Sehingga, baik perhitungan pesangon PHK karena perusahaan tutup atau karena alasan lain, karyawan akan tetap mendapatkan dana tersebut.

Berikut perhitungan pesangon PHK sesuai lama atau masa kerja karyawan:

Masa Kerja

  • Kurang dari 1 tahun masa kerja : 1 bulan gaji

  • 1 tahun atau lebih, tapi kurang dari 2 tahun masa kerja : 2 bulan gaji

  • 2 tahun atau lebih, tapi kurang dari 3 tahun masa kerja : 3 bulan gaji

  • 3 tahun atau lebih, tapi kurang dari 4 tahun masa kerja : 4 bulan gaji

  • 4 tahun atau lebih, tapi kurang dari 5 tahun masa kerja : 5 bulan gaji

  • 5 tahun atau lebih, tapi kurang dari 6 tahun masa kerja : 6 bulan gaji

  • 6 tahun atau lebih, tapi kurang dari 7 tahun masa kerja : 7 bulan gaji

  • 7 tahun atau lebih, tapi kurang dari 8 tahun masa kerja : 8 bulan gaji

  • 8 tahun atau lebih masa kerja : 9 bulan gaji

Perlu dicatat bahwa UU Cipta Kerja menerangkan komponen gaji/upah pesangon pemutusan hubunga kerja yang diberikan mencakup gaji pokok serta tunjangan tetap untuk karyawan dan keluarganya.

Uang tersebut tentunya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari selama Anda mengaturnya dengan tepat. Jadi, sebagai antisipasi, yuk pelajari cara mengelola uang PHK sekarang juga.


Cara Mengelola Pesangon PHK

Dengan jumlah dana pesangon yang terbatas, alangkah baiknya apabila Anda mampu mengelola dan memanfaatkan dana tersebut secara bijak. Terdapat 5 cara yang bisa Anda aplikasikan dalam memanfaatkan uang pesangon. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.

  1. Menghitung Semua Nilai Harta/Aset yang Dimiliki
    Jika memiliki buku atau laptop, sobat OCBC NISP bisa mulai mencatat apa saja aset yang dimiliki. Aset tersebut seperti tabungan, dana cadangan/darurat, pesangon PHK, serta investasi yang dimiliki.

    Keseluruhan aset tersebut nantinya akan menjadi sumber dana selama Anda mencari pekerjaan baru.

  2. Buatlah Anggaran
    Cara mengelola pesangon PHK yang kedua adalah dengan membuat anggaran pengeluaran.

    Agar pengeluaran dapat terkontrol dengan baik, buatlah anggaran keuangan dengan menuliskan pos-pos apa saja yang diperlukan setiap bulan.

    Misalkan, dalam sebulan sobat OCBC NISP harus mengeluarkan dana untuk tagihan listrik, tagihan air, konsumsi, serta transportasi. Maka, Anda bisa membuat batas maksimum pengeluaran untuk setiap pos tersebut.

  3. Catat Pengeluaran Sehari-hari
    Di samping membuat anggaran, pastikan untuk mencatat pengeluaran setiap hari. Hal tersebut penting agar anggaran yang telah dibuat tidak sia-sia. Sobat OCBC NISP juga akan tahu rekam jejak transaksi setiap hari, sehingga bisa mempertimbangkan langkah finansial berikutnya.

  4. Meminimalisir Pengeluaran yang Tidak Diperlukan
    Jangan lupa untuk meminimalisir pengeluaran yang tidak diperlukan. Ingatlah bahwa Anda belum memiliki pekerjaan baru, sehingga belum ada pendapatan yang pasti. Jika ingin mengeluarkan uang untuk hal yang tidak penting seperti menonton film atau membeli baju baru, maka tundalah terlebih dahulu.

  5. Jangan Terburu-buru Membayar Seluruh Utang
    Uang Anda terbatas dan prioritas utama adalah bertahan hidup hingga mendapatkan pekerjaan baru.

    Maka, jika tidak ada utang yang genting untuk dibayarkan dalam waktu dekat, Anda bisa menyimpan dan menggunakan uangnya terlebih dulu untuk hal penting lainnya.

    Bayarlah utang ketika sobat OCBC NISP sudah memperoleh pekerjaan maupun pendapatan baru.


Itulah penjelasan lengkap mengenai perhitungan pesangon PHK dan tips bijak mengelolanya. Pemutusan hubungan kerja terkadang memang tidak terduga. Sehingga, jika nahasnya Anda terkena hal tersebut, Anda sudah siap untuk menghitung dan memanfaatkan aset yang dimiliki sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Semoga lancar!

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 29 Sep 2022

Real Estate: Bedanya dengan Properti dan Cara Investasi

Baca

Edukasi - 29 Sep 2022

Spekulasi Adalah: Definisi dan Perbedaannya dengan Investasi

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile