5 Cara Menjadi Dropshipper yang Sukses Dalam Sebulan

16 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Sobat OCBC NISP sudah tahu cara menjadi dropshipper? Jika belum, simak tips ini.

Sekarang Anda tak perlu khawatir lagi apabila ingin memulai usaha tapi tidak memiliki modal. Sebab bisnis dropshipper bisa menjadi alternatifnya. Karena minimnya risiko kerugian, dengan menjadi dropshipper Anda pun dapat meraih keuntungan berjuta-juta hanya dalam sebulan. Menarik, bukan?

Namun, apa itu dropshipper? Dropshipper adalah orang yang menjalankan bisnis dengan sistem dropship. Di mana dropship adalah sistem menjual barang tanpa harus menyediakan stok, sehingga sistem dropship tidak perlu mengeluarkan modal sepeserpun.

Lantas, bagaimana cara menjadi dropshipper ini? Berikut penjelasan lengkapnya. Jangan sampai terlewatkan!


Apa itu Dropshipper

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, arti dropshipper adalah seseorang yang menjual kembali produk dari supplier atau distributor tanpa harus menyediakan stok produk. Sehingga bisa dibilang dropshipper artinya orang yang hanya memasarkan saja.

Dropshipper mengeluarkan modal yang cenderung kecil disebabkan oleh sistemnya yang tidak harus menyediakan atau memiliki produk terlebih dahulu.

Biasanya pihak supplier memberikan berbagai foto produk sebagai bahan pemasaran. Jika ada pembeli, pihak supplier yang akan mengirim barang kepada pembeli atas nama dropshipper.

Jadi, alur sederhananya adalah:

  1. Calon dropshipper mendaftar menjadi dropshipper di salah satu toko online.
  2. Pemilik toko atau supplier memberi dropshipper foto-foto produk yang dijual beserta harga khusus untuk dropshipper.
  3. Dropshipper melakukan penjualan atau memasarkan produk-produk melalui foto tersebut dengan harga yang telah disesuaikan agar ia memperoleh keuntungan.
  4. Pembeli melakukan transaksi dengan dropshipper.
  5. Dropshipper menghubungi supplier untuk memberi alamat pembeli dan informasi barang yang dipesan sekaligus melakukan transfer sejumlah harga barang khusus dropshipper.
  6. Supplier mengirimkan barang pesanan.
  7. Dropshipper memperoleh keuntungan tanpa perlu mengeluarkan modal.

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Banyak yang menganggap dropshipper sama dengan reseller, padahal keduanya berbeda. Apa saja perbedaan reseller dan dropshipper? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

  1. Modal
    Pertama, perbedaan reseller dan dropshipper adalah dari segi modal. Seorang reseller harus mengeluarkan modal untuk membeli produk sebab ia harus menyediakan stok produk.

    Sebaliknya, menjadi dropshipper tidak perlu mengeluarkan modal uang sama sekali. Karena bisnis tersebut sudah bisa berjalan hanya dengan memanfaatkan foto produk dari supplier. Jadi, dapat disimpulkan bahwa reseller memerlukan modal lebih banyak dibandingkan dropshipper.

  2. Stok barang
    Seorang reseller harus menyetok produk sebelum dijual, sehingga reseller memiliki keleluasaan untuk foto produk dan mengambil kebijakan atas bisnisnya.

    Berbeda dengan dropshipper di mana mereka tidak harus menyediakan stok barang. Sehingga dropshipper dapat dikatakan hanya modal promosi. Selain itu, tidak ada beban apabila produk belum laku. Oleh karenanya dropshipper adalah bisnis minim risiko.

  3. Proses kerja
    Selanjutnya, beda reseller dan dropshipper adalah terletak di segi sistem kerjanya. Sistem kerja reseller menjual kembali barang yang telah dibeli dari supplier. Sedangkan dropshipper akan menjual sebuah produk dari supplier tanpa harus mengumpulkan stok produk terlebih dahulu. Dropshipper hanya memasarkan foto produk saja.

  4. Tingkat keuntungan
    Beda reseller dan dropshipper yang terakhir ditinjau dari tingkat keuntungan. Karena dropshipper sifatnya bergantung kepada supplier, maka ia tidak mampu mengontrol dan mengatur harga produk. Ia harus menyesuaikan harga yang telah diberikan oleh supplier. Akibatnya, tingkat keuntungan pun lebih sedikit apabila dibandingkan dengan reseller.

    Sementara itu, reseller tidak bergantung pada supplier maka margin keuntungan lebih besar. Namun risiko kerugian juga besar karena adanya stok barang yang bisa jadi tidak laku.


5 Cara Menjadi Dropshipper yang Sukses

Walau dropshipper bergantung pada penjual, namun Anda tetap bisa meraih cuan besar hingga berjuta-juta hanya dalam waktu sebulan. Yuk intip cara menjadi dropshipper yang sukses berikut ini.

  1. Tentukan produk yang tepat
    Cara jadi dropshipper yang pertama adalah menentukan produk. Sebelum memulai berbisnis dengan sistem dropship, tetapkan produk yang akan dijual. Anda bisa melihat referensi produk saat itu yang sedang tren atau melihat permasalahan sekitar.

    Misalnya Anda mahasiswa, kebutuhan akan buku meningkat. Maka berbisnis buku dapat dijadikan peluang usaha.

  2. Mencari supplier yang tepat
    Setelah menetapkan produk, cara menjadi dropshipper yang kedua dengan mencari supplier dari produk tersebut. Mencari supplier yang tepat bisa dikatakan cukup sulit. Sebab Anda harus mengetahui kualitas produk, reputasi supplier, dan kepercayaan supplier.

    Pastikan supplier yang bekerja sama dengan Anda bersifat amanah. Sebab barang yang dikirim oleh supplier kepada pembeli harus mengatasnamakan Anda. Jika supplier tidak amanah, maka supplier akan mengirim barang atas namanya. Tentu ini merugikan Anda sebagai dropshipper karena akan kehilangan pelanggan.

  3. Membuat strategi pemasaran
    Setelah produk dan supplier siap, cara menjadi dropshipper yang sukses berikutnya adalah dengan membuat strategi pemasaran. Karena Anda tergantung pada supplier, maka perkuat pada strategi pemasaran. Buat marketing bisnis yang unik.

    Tentukan platform media promosi sesuai dengan target market. Jika banyak target pasar yang mencari produk tersebut melalui marketplace, maka Anda harus berjualan melalui marketplace juga. Manfaatkan pula sosial media untuk membentuk branding usaha Anda.

  4. Tambahkan nilai jual yang lebih
    Cara menjadi dropshipper selanjutnya yakni menambahkan nilai jual lebih tinggi. Seperti yang diketahui bersama, persaingan bisnis pasti ada, apalagi Anda sebagai dropshipper juga bersaing dengan supplier. Agar konsumen tertarik membeli produk Anda, coba tambahkan nilai jual dimana tidak ditemukan pada penjual lain.

    Misalnya Anda menambahkan fitur pelayanan terbaik dan memuaskan pelanggan, memberi kartu ucapan, dan sebagainya.

  5. Menggunakan teknik promosi
    Cara menjadi dropshipper yang sukses dengan menggunakan teknik promosi. Ada banyak teknik promosi yang dapat dimanfaatkan untuk menarik pelanggan. Contohnya seperti jumlah barang terbatas (limited edition) dan adanya diskon.


5 Keuntungan Dropshipper

Terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menjadi dropshipper diantaranya:

  1. Tidak mengeluarkan modal
    Bisnis dropship bisa dimulai dengan modal atau tanpa modal. Sebab dropshipper tidak perlu menyetok produk. Sehingga modal diperlukan hanyalah modal waktu dan sedikit biaya untuk pemasaran. Jika pemasaran tidak mengeluarkan modal juga tidak mengapa.

  2. Risiko kerugian kecil
    Jika Anda ingin memulai bisnis dengan risiko kerugian yang minim dengan cara menjadi dropshipper. Karena tidak perlu membeli barang atau produk terlebih dahulu. Sehingga tidak ada beban apabila tidak laku.

    Anda hanya berusaha untuk memasarkan semaksimal mungkin. Jika belum ada pembeli, maka Anda juga tidak rugi.

  3. Tidak perlu menyediakan gudang atau tempat stok barang
    Berbeda dengan reseller yang harus menyediakan tempat untuk produk. Dropshipper tidak perlu menyediakan gudang untuk menyimpan produk yang akan dijual. Karena tidak ada stok produk dalam berbisnis.

    Dengan tanpa adanya gudang berarti tidak perlu mengeluarkan tenaga dan sistem untuk mengelolanya. Sehingga biaya operasional sangat minim.

  4. Tidak ada target penjualan
    Sistem dropship lebih memberi kenyamanan pada penjual, sebab tidak harus memikirkan target penjualan. Karena tidak ada produk yang dibeli membuat dropshipper tidak terlalu terbebani target penjualan.

  5. Bebas menentukan media promosi
    Meskipun bergantung pada supplier, namun masih ada keleluasaan dropshipper untuk menentukan cara pemasaran dan penetapan media promosi. Sehingga dropshipper yang cerdas dan bisa dalam hal marketing akan lebih menguntungkan.


Itulah uraian lengkap mengenai apa itu dropshipper, perbedaan reseller dan dropshipper, cara menjadi dropshipper, dan keuntungan dropshipper. Ternyata memulai bisnis bisa dilakukan tanpa modal dengan cara menjadi dropshipper. Tertarik mencoba usaha ini?

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja

Cash Management

Cash Management

Download ONe Mobile