5 Cara Menjadi Reseller Online Termudah & Terbukti Menguntungkan

27 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Cara menjadi reseller online bukan sekadar menjual barang, ini tips suksesnya.

Sobat OCBC NISP tertarik berbisnis online tapi tidak memiliki banyak modal? Jika kondisinya demikian, mungkin Anda bisa mulai mempelajari cara jadi reseller online dari sekarang.

Sudah banyak contoh yang membuktikan bahwa kegiatan reseller mampu menghasilkan cuan tinggi. Reseller sendiri jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah seseorang yang membeli produk, kemudian menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan, sehingga ia tidak memproduksi barang yang dijual secara mandiri.

Jadi, tak perlu berlama-lama. Yuk langsung pahami apa itu reseller dan bagaimana tips sukses memulainya. Jangan sampai ada yang terlewat, ya!


Apa itu reseller

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pengertian reseller adalah individu yang menjual kembali sebuah produk dari pihak pemasok kepada konsumen.

Jika dilihat dari afiliasinya, reseller bukan bagian dari pemasok. Ia berdiri dan beroperasi sendiri, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Reseller juga perlu mengeluarkan modal untuk membeli produk secara langsung kepada pemasok. Produk atau barang tersebut juga tersebut juga harus disimpan di gudang agar terdapat stok yang tersedia. Maka dari itu, umumnya reseller kerap membeli secara grosir agar harga yang didapatkan bisa lebih murah.


Beda reseller dan dropshipper

Nah, terkadang orang masih bingung mana reseller dan mana yang dropshipper. Agar Anda tidak ikut bingung, terdapat 4 beda reseller dan dropshipper yang bisa Anda pelajari. Apa saja itu? Berikut penjelasannya:

  1. Proses kerja
    Beda reseller dan dropshipper yang pertama adalah dari segi proses kerja masing-masing. Reseller adalah penjualan kembali setelah membeli dari pemasok agar mendapatkan keuntungan.

    Sementara itu, dropshipper adalah individu yang menawarkan dan menjual sebuah produk dari pemasok, tapi tidak mengumpulkan stok barang terlebih dulu. Umumnya, seorang dropshipper hanya memperlihatkan gambar produk kepada konsumen saat berjualan.

  2. Menyetok barang
    Sesuai dengan yang dijelaskan sebelumnya, reseller membuat stok barang untuk dijual kembali. Seorang reseller biasanya tidak hanya membuat stok untuk satu jenis barang saja, tapi berbagai barang yang menarik target pasar.

    Sebaliknya, karena dropshipper tidak menyetok barang sama sekali, dropshipper hanya akan langsung mengirim barang dari pemasok ke pembeli. Pengiriman tentu bergantung pada seberapa banyak pembelian dan varian produk apa saja yang dibeli.

  3. Modal
    Beda reseller dan dropshipper berikutnya adalah dari segi modal yang dibutuhkan. Seorang reseller wajib membeli produk terlebih karena ia harus menyetoknya di suatu tempat. Sehingga, modal yang dibutuhkan cukup besar jika ingin produknya banyak dan bervariasi.

    Sebaliknya, dropshipper tidak menggunakan modal uang sama sekali. Namun, konsekuensinya adalah ia harus memiliki program promosi yang mumpuni agar mampu meraih minat target pasar. Sehingga, dagangannya tetap bisa laku dan ia tetap mendapatkan keuntungan.

  4. Tingkat keuntungan
    Beda reseller dan dropshipper yang terakhir adalah dari segi tingkat keuntungan. Dengan modal yang lebih besar, prosedur lebih rumit, tentu keuntungan seorang reseller akan lebih besar dibanding dropshipper. Seorang reseller bisa mengatur harga jual produk agar lebih tinggi dari harga belinya.

    Dropshipper, di sisi lain, tidak mampu mengatur harga produk. Keuntungan yang didapatkan juga lebih kecil. Namun, ia bisa membuat berbagai promosi dengan bebas agar produk yang dijual laku di pasaran. Modal yang dibutuhkan juga jauh lebih kecil dibanding reseller.

    Di samping itu, dropshipper juga harus menghadapi komplain pelanggan secara langsung jika kualitas produk yang dikirim kurang memuaskan.


Contoh reseller

Dengan berkembangnya industri fashion di Indonesia, orang kerap mencari cara menjadi reseller baju. Para calon reseller tersebut mencari baju-baju yang viral di pasaran dan langsung mencari kontak pemasok untuk bisa segera menjualnya.

Misalkan, para pemakai hijab senang dengan produk pashmina. Reseller akan memanfaatkan modal yang dimiliki untuk mengumpulkan stok pashmina. Kemudian, ia akan memasarkan dan menjualnya kepada calon pembeli. Keuntungan bisa ia atur sendiri tanpa campur tangan pemasok ataupun pihak lain.


Adakah cara jadi reseller baju online tanpa modal

Pertanyaan yang umum diajukan oleh netizen adalah adakah cara jadi reseller baju online tanpa modal. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, sayangnya seorang reseller tidak mungkin langsung beroperasi tanpa modal. Sehingga, cara jadi reseller baju online yang harus memiliki modal.

Jangan khawatir, sobat OCBC NISP. Jika Anda tertarik menjadi reseller, modal bisa didapatkan dengan mencari layanan kredit atau pembiayaan. Contohnya seperti OCBC NISP yang memiliki berbagai program pelayanan kredit untuk beragam pelaku usaha, tak terkecuali reseller.


Bagaimana cara menjadi reseller online yang sukses

Nah, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara menjadi reseller online? Jawabannya cukup mudah. Dengan teknologi yang semakin berkembang, sobat OCBC NISP bisa menjadi reseller dengan mudah, karena semuanya dilakukan secara online. Gimana sih caranya? Ini penjelasannya:

  1. Siapkan modal
    Tidak ada uang, maka tidak ada barang. Cara menjadi reseller online yang pertama adalah siapkan modal yang sesuai dengan kebutuhan stok dan varian produk Anda. Jika tidak mampu membeli ratusan buah produk, belilah puluhan saja agar tetap sesuai dengan modal Anda.

  2. Tentukan produk dan pasar
    Cara menjadi reseller online berikutnya adalah menentukan produk dan menetapkan target pasar. Pilihlah produk yang menarik dan perhatikan pasar Anda, apakah sesuai dengan produk tersebut atau tidak.

  3. Cari pemasok (supplier) dan membeli produknya
    Jika sudah menentukan produk dan menetapkan target pasar, cara menjadi reseller online selanjutnya adalah mencari pemasok yang sesuai dengan modal, kebutuhan produk, serta melihat kredibilitasnya. Jangan sampai modal yang Anda buat untuk usaha malah hilang karena ditipu orang.

  4. Siapkan tempat untuk menyimpan stok
    Jika sudah membeli produknya, cara menjadi reseller online yang keempat adalah menyiapkan tempat berupa gudang untuk menyimpan stok. Gudang tersebut harus sesuai dengan produk. Misalkan, Anda ingin menyimpan masker medis untuk dijual kembali, maka gudang tersebut harus bersih dan higienis agar kualitasnya terjaga.

  5. Promosi barang dan menjual produk
    Cara menjadi reseller yang terakhir adalah mempromosikan, menjual produk, dan mengirimkan produknya ke tangan pembeli. Pastikan setiap tahap tersebut berjalan dengan baik.


Itulah penjelasan terkait apa itu reseller, beda reseller dan dropshipper, serta bagaimana cara menjadi reseller online yang benar. Jadi, sudah siapkah Anda menjadi reseller berlaba besar?

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Nyala Bisnis

Nyala Bisnis

Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja

Download ONe Mobile