The Tone of FED Monetary Policy April 2021

28 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (Fed) akan menggelar rapat soal kebijakan moneter, termasuk soal suku bunga, pekan ini. Keputusan The Fed menjadi perhatian pasar modal, karena akan mempengaruhi arah moneter bank sentral global.

Para analis memperkirakan, The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini. The Fed saat ini mematok Fed fund rate 0%-0,25%, yang berlaku sejak Maret 2020.

Selain dari keputusan terkait tingkat suku bunga, investor juga akan mencermati pidato dari pimpinan Fed, Jerome Powel yang akan memberikan panduan bagi investor, untuk melihat arah kebijakan moneter dari bank sentral negara dengan perekonomian terbesar tersebut.

Pandangan yang positif bisa dilihat investor dari rencana periode kebijakan Quantitative Easing (QE) yang saat ini masih berlangsung. Bank sental Fed masih melakukan pembelian sebanyak USD 120 miliyar per bulan, dan tetap akan mempertahankan kebijakan ini untuk beberapa waktu kedepan.

Namun, beberapa analis menilai, dengan potensi pemulihan ekonomi yang ada, bank sentral Fed dapat memutuskan untuk mengurangi porsi pembelian yang saat ini berjalan atau “tapering”, sebelum akhir tahun 2021.

Pandangan tersebut lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, yang rencana baru akan mengurangi program pembelian asset pada akhir tahun atau setelah 2021. Dari 49 analis yang disurvey oleh Bloomberg sepanjang pekan lalu, 45% diantaranya menyatakan bahwa pertemuan Fed kali ini akan mengumumkan “tapering” di kuartal empat 2021, sedangkan 14% diantaranya akan dilakukan pada periode sebelumnya atau di kuartal ke tiga. Secara umum, hasil survey mengindikasikan, Fed akan bernada lebih “hawkish” pada pertemuan kali ini dibandingkan pertemuan bulan Maret lalu, dengan pandangan yang lebih nyata, jika Fed akan memulai tapering pada tahun 2022.

Strategi Investasi :
Dengan pandangan yang lebih optimis terhadap pemulihan ekonomi AS, diperkirakan dapat mendorong pemulihan ekonomi global. Dengan pemulihan yang terjadi, akan mendorong risk appetite investor terhadap asset berisiko seperti instrumen saham. Namun, dengan perkiraan masih dijaganya tingkat suku bunga acuan Fed di level yang rendah hingga beberapa tahun kedepan, masih akan membuat instrumen surat hutang menjadi pilihan yang menarik.

Story for your Inspiration

Baca

Daily Update, Edukasi - 4 Jul 2022

Pusing Tujuh Keliling, Kartu Kredit Dibobol Maling!

Baca

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile