Unique Selling Point - Arti, Contoh & Mengapa itu Penting

3 Mei 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Unique selling point rupanya bisa meningkatkan penjualan produk. Ini caranya.

Sobat OCBC NISP, bisakah Anda menjawab pertanyaan apa yang membuat bisnis Anda berbeda dengan bisnis lain dan apa yang membuat bisnis Anda unggul, menarik, dan pantas untuk dibeli pelanggan? Jika belum mampu menjawab dua pertanyaan tersebut, mungkin Anda perlu mempelajari Unique Selling Point (USP) terlebih dahulu.

Jika disadur ke dalam bahasa Indonesia, arti Unique Selling Point adalah Nilai Jual Unik (NJP). Unique Selling Point adalah sebuah konsep yang menunjukkan keunggulan suatu produk atau jasa pada pelanggan jika dibandingkan dengan kompetitor dengan bidang sejenis.

Jika demikian, apakah setiap bisnis selalu perlu membentuk USP? Apa contoh Unique Selling Point yang bisa Anda jadikan teladan? Untuk jawaban lengkapnya Anda bisa mempelajarinya di bawah ini.


Apa itu unique selling point?

Sebelum membahas yang lain, sebaiknya Anda memahami apa itu Unique Selling Point. USP atau Unique selling point adalah suatu istilah dalam dunia pemasaran yang dikemukakan oleh spesialis periklanan dari Amerika Serikat, Rosser Reeves. Pada praktiknya, USP mengacu pada nilai jual yang berbeda dan lebih unggul dibanding pesaing.

Nilai Jual Unik bisa berupa banyak hal. Mulai dari kualitas barang, harga miring, bentuk khusus suatu produk, fitur eksklusif, terbuat dari bahan khusus, dan sebagainya. Apapun bisa dijadikan USP asalkan masih relevan dengan target pasar dan mampu menyaingi kompetitor.

Namun, Unique Selling Point adalah sebuah strategi yang tetap memiliki keterbatasan. USP bisa dimanfaatkan ketika Anda membuka bisnis pertama kali dan hendak menekankan keunikan produk Anda dibanding produk yang lain.

Sayangnya, dalam waktu singkat akan bermunculan berbagai produk lain di pasaran dengan menggunakan USP yang sama. Bahkan harganya bisa lebih murah dibanding produk Anda. Jika kasusnya demikian, USP mungkin perlu diriset dan dibentuk kembali.

Misalkan, Anda tengah berjualan kebab yang memiliki isian daging sapi berkualitas. Kebab sobat OCBC NISP laku karena tidak banyak kebab yang berisi daging sapi berkualitas. Namun, setelah satu bulan, ada beberapa saingan lain yang bermunculan dan memiliki kesamaan kualitas produk. Maka, bisa jadi Anda perlu mendefinisikan ulang USP tersebut.


Pentingnya unique selling point bagi suatu produk

Dibalik keterbatasan, tersimpan manfaat dan pentingnya USP yang juga perlu Anda pelajari. Apa saja itu? Berikut penjelasannya:

  1. Branding
    Branding adalah membentuk sebuah persepsi yang timbul karena pengalaman pelanggan mengkonsumsi produk Anda. Dengan memiliki USP, Anda bisa membuat persepsi yang berkesan di benak pelanggan.

  2. Meningkatkan penjualan
    Di samping branding, USP juga mampu meningkatkan penjualan bisnis Anda. Sebab, nilai jual yang unik bisa meningkatkan kesadaran terhadap produk dan menggaet pelanggan-pelanggan baru untuk setidaknya mencoba produk Anda satu kali.

  3. Mengukuhkan posisi dalam persaingan
    Unique Selling Point adalah strategi yang juga bisa mengukuhkan posisi Anda dalam persaingan. Bahkan jika lingkup persaingan Anda kecil, mungkin produk Anda yang bakal meraih posisi puncak.

  4. Pelanggan loyal
    Jika bisnis sudah berjalan cukup lama dan belum ada produk lain yang mampu menyaingi USP Anda, maka sobat OCBC NISP bisa mendapatkan pelanggan-pelanggan loyal. Pelanggan loyal ini juga bisa melakukan getuk tular pada calon pelanggan lain, sehingga bisnis Anda bisa semakin berkembang.


5 Cara membentuk unique selling point

Nah, agar bisa merasakan manfaatnya, terdapat 5 cara membentuk Unique Selling Point yang bisa Anda terapkan. Simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Pahami produk atau jasa Anda
    Sebelum melihat pasar, sobat OCBC NISP perlu memahami nilai inti dari produk ataupun jasa yang Anda tawarkan. Pahami pula kemasan yang telah Anda buat.

  2. Pelajari motivasi dan daya beli pelanggan
    Lakukan riset terkait motivasi dan daya beli pelanggan. Hal ini diperlukan agar Anda bisa memetakan apa saja yang menggerakkan pelanggan ketika membeli produk dan seberapa besar daya belinya.

  3. Tentukan posisi Anda di mata pelanggan
    Pastikan untuk membuat persepsi bagi bisnis Anda sendiri. Jangan sampai pelanggan yang memberikan nilai-nilai yang jelek terhadap bisnis Anda. Sebab, jika persepsi terkait USP Anda buruk dan pelanggan yang membuatnya, maka mengubahnya akan jauh lebih sulit.

  4. Telisik USP Kompetitor
    Jangan lupa untuk memeriksa apa USP yang digunakan oleh kompetitor dalam industri atau bidang bisnis Anda. Hal ini dibutuhkan agar Anda bisa membandingkan dan mencari nilai apa yang belum kompetitor buat. Sehingga, sobat OCBC NISP bisa menemukan celah untuk memenangkan persaingan.

  5. Eksekusi dan konsistensi
    Terakhir, eksekusi rencana USP yang telah dibuat dan selalu konsisten untuk melakukannya. Anda tidak hanya perlu memikirkan tentang tujuan jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Sehingga, pastikan untuk membanggakan USP Anda secara konsisten.


Contoh unique selling point

USP yang baik mampu membawa brand Anda ke kancah global. Semakin kuat dan unik nilai jual yang bisnis Anda miliki, maka potensi keuntungan akan semakin besar. Terdapat 3 contoh Unique Selling Point yang bisa Anda jadikan teladan, yaitu:

  • Nike
    “Just do it!” sebuah tagline sederhana yang mampu menjelajahi berbagai penjuru dunia. Nike adalah salah satu brand sepatu terbesar di dunia yang memiliki contoh Unique Selling Point terkemuka. Ia mampu membuat alas kaki terbaik untuk olahraga dengan bahan premium, riset, dan kualitas produksi yang mumpuni.

  • Coca Cola
    Meskipun Coca Cola bukanlah minuman yang sehat, perusahaan tersebut tetap bisa memberikan USP terbaik dengan menempatkan persepsi di benak pelanggan mereka.

    Caranya dengan mengabarkan bahwa Coca Cola mampu memberikan kesegaran dan kedekatan ketika diminum bersama-sama. Mereka juga membuat vending machine khusus yang bisa memberikan pengalaman berbeda ketika membeli produk minuman tersebut.

  • iPhone
    Steve Jobs adalah otak jenius di balik kesuksesan iPhone. Ide awal iPhone dulu adalah membuat handphone, iPod, dan internet menjadi satu perangkat yang dapat dimasukkan ke saku dan dibawa kemana-mana.

    Ketika perusahaan lain berlomba-lomba membuat handphone dengan tombol fisik terbaik, iPhone justru membuat sebuah handphone dengan satu tombol fisik saja. Hal tersebut mampu memberikan nilai jual yang sangat unik.


Itulah penjelasan terkait apa itu Unique Selling Point, manfaatnya, cara membuatnya, serta contoh Unique Selling Point yang bisa dijadikan inspirasi. Pastikan untuk membuat rencana yang matang sebelum melangkah. Jadi, sudah siap membuat USP Anda sendiri?

Individu Bisnis UKM Education

Story for your Inspiration

Baca

Education, Investasi - 22 Jun 2021

Biaya Pendidikan Anak dengan SBR010

Baca

Education - 22 Jun 2021

Piutang: Pengertian, Jenis, Ciri, & Bedanya dengan Hutang

See All